Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Meluruskan Faham Bulan Safar bulan Sial (Kanzun Najah was Surur)

Meluruskan Faham Bulan Safar bulan Sial (Kanzun Najah was Surur)

Bulan Safar Bulan Sial.?

Peringatan penting yang dapat meluruskan banyak kesalahpahaman Bulan Safar


Di muat dan di terjemahkan dari kitab Kitab Kanzun Najah was Surur, Himpunan Doa Karya Syekh Abdul Hamid Kudus

Ketahuilah bahwa telah meriwayatkan Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam kitab Shohih keduanya dari Abi Hurairah ra. dari Nabi SAW beliau bersabda:

لاَعَدْوَى وَلاَ طيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

Artinya:"Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah (menganggap sial karena pertanda dari sebuah kejadian ), tidak ada pertanda sial dengan burung hantu dan tidak ada kesialan pada bulan Shafar."

Lalu seorang a'robi (pelosok desa) berkata: "Ya Rasulullah. kenapa ada seekor unta di padang pasir seperti seekor kijang lalu datang unta lainnya yang berkudis hingga unta pertama terkena kudisnya? Maka Rasullulah SAW bersabda:

Siapakah yang membuat unta" فَمَنْ أَعْدَى الْأَوَّلَ ؟ pertama tertular?"

Aku katakan (dan hanya kepada Allah-lah kita mendapat taufiq): "Hadits ini banyak sekali yang meriwayatkannya. Dalam kitab Al - Masyariq karangan Syaikh Shoghoni merumuskan kepada Imam Bukhori

Sebaik - baik ramalan" و خير هَا الْفَأْلُ dari Abi Hurairah: adalah menganggap baik karena adanya ucapan yang baik". Dan dari Imam Bukhori dan Muslim dari Jabir ra.:

لاَعَدْوَى وَلَا طَيَرَةَ وَلَا غَوْلَ

Artinya: "Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah dan tidak ada ghaul yang menyesatkan jalan”. Dan di dalam kitab al-Jami'us shoghir karangan Imam Suyuthi merumuskan kepada musnad Imam Ahmad dan Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah ra.

لاَعَدْوَى وَلاَ طَيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ وَلَا غَوْلَ

Artinya: "Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah, tidak ada pertanda sial dengan burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan shafar dan tidak ada ghaul (syai'tan menyerupai manusia yang menyesatkan jalan)." Dan di dalam kitab Al-Atsar karangan Imam Thahawi dari Rasulullah SAW beliau bersabda:

العيَافَةُ وَالطَّيرَةُ وَالطَّرْقُ مِنَ الْحُبْت

Artinya:"Menerbangkan burung untuk menentukan baiknya dari sebelah kanan atau kiri, thiyarah, dan melempar kan dadu untuk keberuntungan adalah perbuatan syirik ."

Imam Suyuthi merumuskan ini kepada Imam abi Daud

Para ulama (semoga Allah merahmati mereka semua) berkata tentang penafsiran kalimat-kalimat tersebut dengan rinkas:

Arti: Yadalah tidak ada penularan penyakit kepada yang lainnya. Hadits ini menafsirkan keyakinan orang-orang jahiliyah tentang sebagian penyakit yang menurut mereka dapat menulari tanpa menyandarkan kepada Allah S.W.T.

Maka Nabi SAW membatalkan keyakinan mereka dengan sabdanya: "Tidak ada penyakit menular". Oleh karnanya ketika orang a'robi bertanya tentang unta yang sehat dapat terkena penyakit kudis hanya karna berkumpul dengan unta yang berkudis. maka Nabi SAW menjawab:" Siapakah yang dapat menulari unta yang pertama?" maksudnya unta yang pertama terkena kudis bukan dengan tertular melainkan dengan ketentuan dan takdir Allah S.W.T

Banyak sekali hadits-hadits yang pemahamannya agak sedikit rumit oleh kebanyakan orang bahkan sebagian mereka menganggapnya terhapus dengan hadits Nabi SAW: لا عدوى "tidak ada penyakit menular"

Di dalam dua kitab shohih dari Abi Hurairah ra dari Nabi SAW beliau bersabda:

لا يَرِدَنٌ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٌ

Artinya: "janganlah menggiring unta yang berpenyakit kepada unta yang sehat."
Hadits semisal itu juga adalah:

فرّ مِنَ الْمَحْذُوْم فَرَارَكَ مِنَ الْأَسَد

Artinya: "Menghindarlah kamu dari orang yang berpenyakit lepra seperti kamu menghindar dari singa"

Dan Hadits:

إِذَا سَمِعْتُمُ بالطَّاعُونِ في أَرْضِ فَلاَ تَدْخُلُو

Artinya: "Jika kamu mendengar penyakit thaun di suatu daerah maka janganlah kalian masuk." Mengatakan hadits-hadits ini mansyukh/ terhapus maka tidak ada artinya. Karena hadits Nabi SAW yang berbunyi su adalah berupa khobar maka tidak mungkin menghapus tiga hadits Nabi SAW di atas yang berupa nahyi (larangan).

Pendapat yang benar adalah yang disepakati mayoritas ulama yaitu, bahwa tidak ada naskh (penghapusan) dalam hadits di atas.

Makna yang sebenarnya dari hadits 5gy "tidak ada penyakit menular" adalah menafikan apa yang diyakini oleh orang-orang jahiliyah bahwa penyakitpenyakit tadi bisa menulari dengan sendirinya tanpa ada keyakinan takdir Allah SWT tentang hal itu seperti telah kamu ketahui. Dan dibuktikan dengan hadits Nabi siapakah yang menulari unta" فَمَنْ أَعْدَى الأَوَّلَ SAW: pertama?"

Adapun larangan Nabi SAW tentang menggiring unta yang berpenyakit kepada unta yang sehat dan perintah Nabi SAW untuk menghindari dari orang yang kena penyakit lepra juga larangan beliau SAW memasuki daerah berpenyakit thoun adalah usaha menjahui sebab-sebab datangnya musibah atau penyakit apabila berada pada orang yang sehat. Sebagaimana diperintahkan menjaga dirinya jangan sampai tenggelam atau terbakar atau masuk ke dalam gedung yang runtuh dan semisalnya yang sudah biasa yang menyebabkan celaka.

Demikian pula menjauhi kedekatan pada orang yang berpenyakit lepra dan memasuki daerah yang penduduknya terjangkit thoun merupakan usaha menghindar dari sebab-sebab penyakit dan kebinasaan.

Sedangkan Allah-lah yang menciptakan sebab mu-sababnya, tidak ada yang menciptakan dan menentukan selain Allah SWT. Imam Abu Daud telah meriwayatkan bahwasanya Nabi SAW jalan dan melewati tembok yang miring maka Beliau SAW mempercepat langkahnya danbersabda :

اَخَافُ مَوْتَ الْفَوَات

"Aku takut mati mendadak"

Jika engkau bertanya: "Jabir meriwayatkan bahwasanya Nabi SAW makan bersama orang yang terjangkit lepra dan beliau SAW mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ ثقَةً بِاللهِ وَتَوَكَّلاً عَلَيْهِ

Artinya: "Dengan nama Allah,aku percayakan dan pasrahkan kepada-Nya".

Maka apa maksudnya?

Jawabnya adalah Sesungguhnya keadaan Nabi SAW lebih kuat daripada keadaan umatnya. Maka tidak dikhawatirkan apa yang di khawatirkan orang lain dari penyakit menular. Yang di nafikan adalah penularan dengan sendirinya, sedangkan perintah untuk menghindarinya karena Allah SWT memberlakukan kebiasaan adanya penyakit menular ketika berkumpul seperti yang engkau ketahui.

Atau agar tidak menyatu sedikitpun dari taqdir Allah bagi yang berkumpul,sehingga ia menyangka hal itu karena tertular maka ia terjerumus pada pemikiran yang salah. Atau supaya orang yang berpenyakit tidak merasa di kucilkan. Atau alasan-alasan lainnya yang di sebutkan di dalam kitab syarh al-Bukhori. Imam Syanwani menyebutkan kesimpulan semuanya dalam kitab Mukthashor Ibnu Abi Jamrah.

Arti : ولا طيرة adalah menganggap sial karena pertanda dari suatu kejadian apa saja. Asal maknanya adalah menganggap sial karena pertanda dari burung.

Orang-orang jahiliyah dahulu menaruh kepercayaan pada burung. Apabila mereka hendak keluar untuk keperluan,terlebih dahulu mereka melihat burung. Jika burung terbang ke arah kanan mereka menganggapnya baik dan jika terbang ke arah kiri mereka menganggapnya sial dan mengurungkan kepergiannya. Terkadang mereka juga menerbangkan burung untuk menentukan baik dan sial mereka. Maka Nabi SAW melarangnya dan membatalkannya dan beliau SAW bersabda :

وخير هَا الْفَأْلُ

"Dan sebaik-baik hal itu adalah al-Fa'lu yaitu menganggap baik urusan karena mendengar ucapan yang baik."

Contoh seperti orang yang ingin pergi lalu mendengar orang berkata: "Ya salaam, ya salaam" (keselamatan-keselamatan) atau mendengar ucapan orang sakit: "Wahai yang memberi keselamatan, wahai yang memberi kesembuhan."

Oleh karena itu terdapat hadist bahwasanya Nabi SAW tidak pernah menganggap atau meramalkan kesialan dengan suatu kejadian akan tetapi beliau menganggap kebaikan dengan adanya ucapan yang baik. Dahulu Rosullullah SAW apabila keluar untuk keperluan senang mendengar orang yang berucap: "Wahai yang memberi petunjuk."

Konon sebagian orang-orang jahiliyah yang berakal mengingkari anggapan buruk dengan suatu kejadian. Seorang penyair di antara mereka berkata:

لعَمْرُكَ مَا تَدْرِي الضَّوَارِبُ بِالْحَصَى
وَلَا زَاجِرَاتُ الطَّيْرِمَا اللَّه صَانعُ

Artinya: "Sungguh orang-orang yang melempar dadu, dan yang menerbangkan burung tidak mengetahui apa yang akan Allah lakukan."

Konon mereka meramalkan nasib baik dan bu-ruk dengan burung dan menaruh kepercayaan padanya, terkadang ramalan mereka tepat dan benar karena syaitan menghiasi hal itu kepada mereka. Hingga sekarang banyak kaum muslimin yang mengikutinya.

Ibnu Hibban telah mengeluarkan hadist di dalam kitab shohihnya dari hadist Anas yang di marfu'kan bahwasanya Nabi SAW bersabda :

لاَ طَيْرَ وَالطَّيْرُ عَلَى مَنْ تَطَيَّرَ

Artinya: "Tidak ada anggapan sial karna sesuatu, dan kesialan itu bagi orang yang beranggapan sial." Ibnu 'Adi juga mengeluarkan hadist dengan dua sanad dari Abi Hurairah yang di marfu'kan:

إذَا تَطَيَّرْتُمْ فَامْضُوا وَ عَلَى اللَّه فَتَوَكَّلُوا

Artinya: "Apabila kalian beranggapan sial karena sesuatu, maka ber-lalulah dan pasrahkan kepada Allah SWT."

Imam Thobroni mengeluarkan hadist dari Abi Darda yang di marfu'kan:

لاَ يَنَالُ الدَّرَاجَاتِ الْعُلَى مَنْ تَكَهَّنَ أَوِ اسْتَقْسَمَ أَوْ رَجَعَ مِنْ سَفَرٍ تَطَيُّرًا

Artinya:"Tidak akan mencapai derajat yang tinggi orang yang berdukun, atau minta untuk di ramal atau orang yang mengurungkan kepergiannya karena melihat burung."

Faedah:

Imam Baihaqi mengeluarkan hadist dalam kitab asSyu'aib dari hadist Abdullah bin Umar secara mauquf:

مَنْ عَرَضَ لَهُ مِنْ هَذه الطَّيَرَةَ شَيْءٌ فَلْيَقُلْ: اَللَّهُم لاَ طَيْرَ الا طَيْرُكَ وَ لاَخَيْرَ الاَ خَيْرُكَ وَ لا الهَ غَيْرُكَ

Artinya: "Barangsiapa yang muncul dalam betikan hatinya merasa sial karena melihat burung maka ucapkanlah: Ya Allah, tidak ada ramalan baik atau buruk kecuali Engkau telah menentukannya, tidak ada kebaikan kecuali Engkau telah menentukannya dan tidak ada Tuhan selain-Mu."

Abi Daud, Dalam kitab Marosilnya Imam bahwasanya Nabi SAW bersabda: "Seorang hamba tidak jarang terlintas dalam hatinya merasa sial karena suatu kejadian, apabila merasakan hal itu maka ucapkanlah :

أَنَا عَبْدُ اللهِ مَا شَاءَ الله لَاقُوَّةَ الا بالله لا يَأْتي بالْحَسَنَات الا الله وَلاَ يُذْهَبُ السَّيِّئآت الا الله أَشْهَدُ اَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Artinya: "Aku hamba Allah, segala sesuatu atas kehendak Allah, tiada kekuatan melainkan dari Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah, tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Allah. Aku bersaksi bahwasanya Allah Maha mampu atas segala sesuatu."

Kesimpulan dari hadist-hadist di atas, bahwa barangsiapa yang terlintas dalam hatinya anggapan akan terjadi sial karena sesuatu, maka ucapkanlah :

أنا عَبْدُ اللهِ مَا شَاءَ اللهُ لَاقُوَّةَ الا بالله. اَللَّهُمَّ لَاَ طَيْرَ الا طَيْرُكَ وَلَا خَيْرَ إِلا خَيْرُكَ وَلَا إِلَه غَيْرُكَ. اللَّهُمْ لاَ يَأْتى بالْحَسَنَات الا الله وَلَا يُذْهَبُ السَّيِّئآت الا اللهُ أَشْهَدُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Artinya: "Aku hamba Allah, tidak ada kekuatan melainkan dari Allah. Ya Allah, tidak ada anggapan sial, dan baik semuanya telah Engkau tentukan. Ya Allah tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Engkau Tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Aku bersaksi bahwa Allah Maha mampu atas segala sesuatu. Tidak ada daya-dan upaya melainkan hanyalah dari Allah yang Maha tinggi lagi Maha Agung."

Arti lafadz وَلاَ هَامَةَ, asal artinya adalah kepala. Dạn biasa di artikan burung malam. Inilah yang di maksud. Pendapat lain mengartikan burung hantu. Orang-orang jahiliyah merasa akan bernasib sial apabila ada burung hantu hinggap di atas rumah mereka, muncul perasaan bahwa burung tersebut membawa berita kematian dirinya sendiri atau salah satu anngota keluarganya.

Dari cerita ini dapat di artikan وَلاَ هَامَةَ Tidak ada anggapan sial karena burung hantu.

Ada pendapat ulama lain menceritakan: Konon orang arab menyangka bahwa ruh orang yang terbunuh yang belum di tuntut balasnya akan berubah menjadi burung hantu dan berkata: "Tuntutlah balasku, tuntutlah balasku." Dan akan terbang jika telah di tuntut balasnya.

Dari cerita yang ini dapat di artikan (ولا هامة)Tidak ada kehidupan lagi bagi si mayit dengan menjadi burung hantu". Maka Nabi SAW menafikan itu semua.

Arti lafadzis (لا صفر) tidak ada kesialan dalam bulan shofar" adalah "tidak ada bulan shofar yang di akhirkan dari tempatnya." Hadist ini menolak keyakinan tentang adanya penundaan bulan. konon orang arab menunda bulan muharram dan memasukkannya ke dalam bulan shofar. Dan menjadikan bulan shofar bulan yang di sucikan. Maka Nabi SAW menafikan hal itu.

Yang di maksud adalah bahwa mereka menganggap akan ada sial dengan datangnya bulan shofar.Mereka beranggapan banyak musibah dan fitnah yang akan terjadi di bulan itu. Karena hal ini maka hadits

لا صفر

dapat diartikan “Tidak ada anggapan sial dengan bulan shofar, semua bulan sama dengan bulan-bulan yang lainnya."

Dan arti lafadz وَلاَ غَوْلَ Tidak ada ghul yang menyesatkan jalan." Konon orang arab beranggapan ada jenis syaitan yang menampakkan dirinya kepada manusia yang menyesatkan arah jalan dan membuat celaka. Dari hal ini, maka hadist itu bermakna "Tidak ada wijud syaitan yang dapat menyesatkan orang dari arah jalan


Bulan Safar terjemah kanzun najah was surur

Bulan Safar terjemah kanzun najah was surur

Bulan Safar

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Shofar


Ketahuilah bahwasannya seperti yang dinukil dari ucapan orang-orang sholeh (akan datang keterangannya) yaitu akan turun di hari rabu terakhir dari bulan shofar bala' yang sangat besar. Musibah-musibah yang terpisah di seluruh tahun akan diturunkan dihari itu.

Maka barangsiapa yang ingin keselamatan dan penjagaan hendaknya berdo'a di hari pertama bulan shofar dan dihari rabu terakhirnya dengan do'a dibawah ini. Barangsiapa yang berdo'a dengannya, Allah akan menolak kejelakan bala tersebut darinya. Demikianlah ku temukan tulisan sebagian orang-orang sholeh.

Do'a dihari pertamanya adalah :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْله، وأَعُوْذُ بِجَلاَلكَ وَجَلاَلِ وَجْهِكَ، وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ، أَنْ تُجِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَأَهْلِي وَأَحْبَابِي، وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَهُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هذهِ السَّنَةِ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا وَاصْرِفَ عَنِّيْ شَرَّ شَهْرٍ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِي فِي هذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلامَةِ وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِي، وَلأَهْلِي، بمَا تُحيْطُهُ شَفَقَهُ قَلْبِي وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

Artinya:" Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Aku berlindung dengan Allah dari keburukan zaman dan penduduknya. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dan keagungan wajah-Mu dan kesempurnaan keagungan suciMu, selamatkan aku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai dan kusayangi dari kejelekan yang Engkau putuskan di tahun ini. Hindarkan aku dari kejelekan bulan shofar, wahai yang Maha Mulia pandangan-Nya, akhiri tahun ini untukku dengan keselamatan, afiyat, keberuntungan dan untuk kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku dan orang-orang yang kusayangi juga untuk semua kaum muslimin. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salamNya kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya".

Aku juga menemukan catatan sebagian orangorang sholih "bahwa barangsiapa setiap hari di bulan shofar membaca do'a berikut, maka Alllah SWT akan menjaganya dari penyakit, musibah dan bala' ditahun itu hingga shofar yang akan datang. Inilah do'anya :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبيِّكَ وَرَسُوْلكَ النّبيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آله وَبَارِك وَسَلّم، اَللّهُمَّ إنّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هذَا الشَّهْر وَمِنْ كُلِّ شَدّة وَبَلَاءٍ وَبَلِيَّةٍ قَدَّرْتَهاَ فِيْهِ يَا دَهْرُ يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَة يَا عَالِماً بِمَا كَانَ وَمَا يَكُونُ وَمَنْ إِذَا اَرَادَ شَيْئًا قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ يا أَزَليُّ يَا أَبَدِيُّ يَا مُبْدِىُ يَا مُعِيْدُ يَاذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَام يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيد أَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيدُ،

اللّهُمُ احْرُسُ بِعَيْنِكَ نَفْسي وَأَهْلِي وَمَالِي وَوَلَدِي وَدِيْنِي وَدُنْيَايَ الَّتِي ابْتَلَيْتَنِي بِصُحْبَتِهَا بِحُرْمَةِ الأَبْرَارِ وَالأَخْيَارِ بِرَحْمَتِكَ يَا عَزِيرُ يَا غَفَارُ يَا كَريمُ يَاسَتّارُ برَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرّاحِمينَ، اللّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِي عَنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا إلهَ إلّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبه وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ.

Artinya:" Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah limpahkanlah rahmat, berkah dan salam-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, hambaMu, Nabi-Mu, Rosul-Mu, Nabi yang ummi dan keluarganya. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari keburukan bulan ini, dari kesulitan, bala dan musibah yang Engkau takdirkan di dalamnya, wahai yang Maha Kekal, wahai penguasa dunia dan akhirat. Wahai yang Maha mengetahui yang telah ada dan yang akan ada dan yang apabila menghendaki segala sesuatu la hanya berkata : jadilah, maka terjadilah. Wahai yang Maha Azali, yang Maha Abadi, yang Maha memulai, yang Maha mengembalikan, wahai yang memiliki ke agungan dan kemuliaan, wahai yang memiliki arsy yang Mulia, Engkau melakukan yang Engkau kehendaki.

Ya Allah, jagalah dengan pandangan-Mu diriku, keluargaku, hartaku, anakku, agamaku dan duniaku yang Engkau takdirkan aku di dalamnya dengan kemuliaan orang-orang baik, dengan rahmatMu, wahai yang Maha Mulia, wahai yang Maha Mengampuni, wahai yang Maha Mulia, wahai yang maha menutupi dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Ya Allah, yang maha kuat, wahai yang maha mulia, menjadi hina karena kemuliaan-Mu seluruh makhluk-Mu. Cukupkan aku dari semua makhlukMu. Wahai yang Maha berbuat baik, yang Maha Indah, wahai yang Maha dermawan, wahai yang memberikan nikmat, wahai yang maha mulia, wahai yang tiada Tuhan selain Engkau dengan rahmat-Mu wahai yang maha pengasih di antara yang pengasih. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salamNya kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya."

Berkata al-Allamah Syaikh Dairobi di dalam Mujarrobatnya: " Faedah sebagian orang 'arif dari ahli kasyf dan tamkin menyebutkan bahwa akan turun setiap tahunnya 320.000 bala' (tiga ratus dua puluh ribu). Dan semuanya itu akan turun dihari rabu terakhir dari bulan shofar. Maka hari itu merupakan hari yang sangat susah dari hari-hari lain sepanjang tahun. Barangsiapa yang melakukan sholat empat rokaat di hari tersebut di setiap rokaatnya setelah fatihah membaca surat "alkautsar" 17 kali dan al-ikhlas 5 kali dan surat al-falaq dan an-nas masing-masing satu kali setelah selesai salam membaca do'a berikut, maka Allah SWT dengan kedermawanannya akan menjaganya dari semua bala' yang turun dihari itu. Dan tidak akan mendekat padanya satu balapun dari bala - bala tersebut hingga sempurna tahunnya. Inilah do'a yang agung itu :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالَ يَا عَزِيزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ اكْفِنِي مِنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ يَامُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَامَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اللَّهُم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اكْفنيْ شَرَ هذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِي فَسَيَكْفِيْكَهُمُ الله وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ، وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ، وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Wahai dzat yang Maha kuat da perkasa, wahai yang Maha Mulia telah hina karena kemuliaan-Mu seluruh makhluk-Mu. Cukupkan aku dari semua makhluk-Mu, wahai yang Maha berbuat baik, wahai yang Maha Indah, wahai yang Maha member keutamaan, wahai yang Maha member nikmat, wahai yang Maha mulia, wahai yang tiada Tuhan selain Engkau dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih di antara yang Pengasih. Ya Allah, dengan rahasia Hasan dan saudaranya, kakek dan ayahnya lindungi aku dari kejelekan hari ini dan bala yang turun di dalamnya wahai yang maha melindungi. Maka Allah akan memeliharamu dari mereka. Dan dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui. Dan cukuplah Allah bagi kami sebaik-baik pengurus. Tiada daya dan kekuatan melainkan hanyalah dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Hal ini telahdisebutkanoleh Syaikh Kamil Fariduddin di dalam wiri-wirid Khowwajah Mughniddin seperti yang ada dalam kitab "Jawahirul Khoms".

Syaikh al-Bumi rh berkata di dalam kitab al-Firdaus: "Sesungguhnya Allah SWT menurunkan bala' di hari rabu terakhir dari bulan shofar di antara langit dan bumi lalu malaikat membawanya dan menyerahkan kepada Quthbul Ghouts kemudian ia menyebarkannya kepada alam ini. Tidak ada yang terjadi dari kematian, bala, kesusahan kecuali dari bala' yang disebarkan oleh Quthbul Ghouts tersebut. Maka barangsiapa yang ingin keselamatan dari bala' tersebut hendaknya ia melakukan sholat enam rokaat, membaca fatehah dan ayat kursi di rokaat pertama dan di rokaat kedua membaca surat al-Ikhlas demikian seterusnya. Kemudian membaca sholawat kepada Nabi SAW dengan sholawat apa saja dan berdo'a dengan do'a berikut:

اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى وَبِكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ وَبِحُرْمَةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَحْفَظَنِيْ وَأَنْ تُعَافِيَنِي مِنْ بَلَائِكَ يَا دَافِعَ الْبَلايَا يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ اكْشِفْ عَني مَا كُتِبَ عَلَيَّ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِنْ هَمٍّ أَوْ غَمٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَصَلَّى الله 
عَلَى سَيِّدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا

Artinya: "Ya Allah, aku memohon dengan namanama-Mu yang baik, dengan kalimat-kalimat-Mu' yang sempurna dan dengan kemuliaan Nabi-Mu Muhammad SAW peliharalah aku dari bala'Mu. Wahai yang menolak segala musibah, wahai yang menghapus kesusahan, wahai yang melenyapkan kesedihan. Hilangkanlah apa yang telah ditulis atasku di tahun ini dari kesusahan dan kesedihan. Sesungguhnya Engkau Maha mampu atas segala sesuatu. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya."

Sebagian orangsholih menyebutkan: "Sesungguhnya hari rabu terakhir di bulan shofar adalah hari kesengsaraan maka di anjurkan untuk membaca surat yasin, jika telah sampai pada ayat:

سَلَامٌ قَوْلاً مِنْ رَبِّ رَحِيمٍ

Maka diulang-ulanginya sebanyak 313 kali kemudian berdo'a :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّاتِ وَتَرْفَعُناَ بِهَا أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اللَّهُمُ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya: "Ya Allah, berikanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Dengan sholawat itu kami diselamatkan dari segala bencana, seluruh hajat tercapai, seluruh kejelekan di bersihkan dari kami. Engkau angkat kami ke derajat yang paling tinggi, dan cita-cita yang paling tinggi berupa semua kebaikan di dalam kehidupan dunia dan setelah mati. Wahai Tuhan seru sekalian alam."

Ya Allah, hindari kami dari kejelekan yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi sesungguhnya Engkau Maha mampu atas segala sesuatu. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya."

Kemudian ia berdo'a untuk kepentingan dunia dan akheratnya dan meminta kepada Allah SWT afiat dan keselamatan.

Faedah:


Di antara khasiat yang mujarrab untuk menolak bala dan terjaga darinya menulis ayat-ayat berikut, meleburnya lalu meminum airnya. Syaikh kita berkata di dalam kitab "Nai'tul Bidayat"; "di riwayatkan barangsiapa yang shalat empat rakaat seperti yang lalu, berdo'a dengan do'a yang lalu itu juga yaitu;

Dan seterusnya .......اللهُمَّ يَا شَديدُ القُوَى Selanjutnya ia menulis ayat-ayat di bawah ini kemudian meleburnya ke dalam air dan meminum airnya, maka ia akan terjaga dari bala yang turun di siang itu hingga sempurna tahunnya.

Inilah ayat-ayatnya :

سَلَامٌ قَوْلاً مِنْ رَبِّ رَحِيمِ. سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ. سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ. سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ. سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "(Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam". (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim". (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun". (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?". "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". "Dari setiap urusan". "Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

Aku katakan: "riwayat inilah yang telah di amalkan oleh Syaikh kita ra. Dan ini lebih baik karena manfaatnya lebih mengena kepada anak-anak, para wanita, budak, dan semisalnya dari orang-orang yang tidak mampu mengamalkan cara lain sebelumnya."

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Safar

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Safar


Amalan yang Dianjurkan di Bulan Safar


Ketahuilah bahwa menurut keterangan dari para ulama dan orang-orang saleh, pada hari Rabu terakhir di bulan Safar akan turun bala’ yang sangat besar. Semua musibah yang tersebar sepanjang tahun akan turun pada hari itu. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang menginginkan keselamatan dan perlindungan, dianjurkan untuk berdoa pada hari pertama dan hari Rabu terakhir di bulan Safar dengan doa berikut ini. Barangsiapa yang berdoa dengannya, Allah akan menjauhkan bala’ tersebut darinya. Berikut adalah doanya:

Doa Hari Pertama Bulan Safar


بسم الله الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آله وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَعُوْذُ بِالله مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْله ، وأَعُوْذُ بِجَلاَلكَ وَجَلاَلِ وَجْهِكَ ، وَكَمَال جَلال قُدْسِكَ ، أَنْ تُحِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَأَهْلِي وَأَحْبَابِي ، وَمَا تُحيطهُ شَفَقَهُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هذهِ السَّنَةِ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا وَاصْرِفَ عَيْ شَرَّ شَهْرٍ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِي فِي هذَا الشَّهْر وَالدَّهْرَ بالسَّلامَة وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِي، وَلأَهْلِي، بمَا تُحيْطُهُ شَفَقَهُ قَلْبِي وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم.

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Aku berlindung kepada Allah dari keburukan zaman dan penduduknya. Aku berlindung kepada-Mu dengan keagungan-Mu, keagungan wajah-Mu, dan kesempurnaan keagungan suci-Mu. Lindungilah aku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan orang-orang yang kucintai dari keburukan tahun ini. Hindarkan aku dari kejelekan bulan Shofar, wahai yang Maha Mulia pandangan-Nya. Akhiri tahun ini untukku dengan keselamatan, afiat, dan keberuntungan bagi diriku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan semua kaum muslimin. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya."

Doa Harian di Bulan Safar


Bagi siapa saja yang ingin terhindar dari penyakit, musibah, dan bala di tahun tersebut, dianjurkan untuk membaca doa berikut setiap hari selama bulan Safar:

بسم الله الرّحمن الرّحيم اللهُمْ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد عَبْدِكَ وَنَبيِّكَ وَرَسُوْلكَ النّبيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آله وَبَارِك وَسَلّم، اللهم إنّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ هذَا الشَّهْر وَمَنْ كُلِّ شَدّة وَبَلاء وَبَلِيَّة قَدْرْتَها فيه يَا دَهْرُ يَا مَالكَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَة يَا عَالما بمَا كانَ وَمَا يَكُونُ وَمَنْ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ يا أَزَليُّ يَا أَبَدِي يَا مُبْدِى يَا مُعيدُ يَاذَا الْجَلال وَالإِكْرَام يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيد أَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيدُ، اللّهُمُ احْرُسُ بِعَيْنكَ نَفْسي وَأَهْلِي وَمَالِي وَوَلَدِي وَدِيْنِي وَدُنْيَايَ التي ابْتَلَيْتَني بِصُحْبَتهَا بِحُرْمَةِ الأَبْرَار وَالأَخْيَارِ بِرَحْمَتِكَ يَا عَزِيرُ يَا غَفَارُ يَا كَريمُ يَاسَتّارُ برَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرّاحِمينَ، اللّهُم يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمَحَالَ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ اكفني عَنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُحَمَّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعمُ يَا مُكَرمُ يَا مَنْ لا إله إلا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبه وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ.

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah rahmat, berkah, dan salam-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, hamba-Mu, Nabi-Mu, Rasul-Mu, Nabi yang ummi, dan keluarganya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan bulan ini, dari kesulitan, bala, dan musibah yang Engkau takdirkan di dalamnya. Wahai yang Maha Kekal, wahai penguasa dunia dan akhirat. Wahai yang Maha Mengetahui yang telah ada dan yang akan ada, dan yang apabila menghendaki sesuatu, Ia hanya berkata: "Jadilah," maka terjadilah. Wahai yang Maha Azali, yang Maha Abadi, yang Maha Memulai, yang Maha Mengembalikan, wahai yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai yang memiliki arsy yang mulia, Engkau melakukan yang Engkau kehendaki.

Ya Allah, jagalah dengan pandangan-Mu diriku, keluargaku, hartaku, anakku, agamaku, dan duniaku yang Engkau takdirkan aku di dalamnya dengan kemuliaan orang-orang baik, dengan rahmat-Mu, wahai yang Maha Mulia, wahai yang Maha Pengampun, wahai yang Maha Menutupi, dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Ya Allah, yang Maha Kuat, wahai yang Maha Mulia, seluruh makhluk-Mu menjadi hina karena kemuliaan-Mu. Cukupkan aku dari semua makhluk-Mu. Wahai yang Maha Berbuat Baik, yang Maha Indah, wahai yang Maha Dermawan, wahai yang Maha Memberi Nikmat, wahai yang Maha Mulia, wahai yang tiada Tuhan selain Engkau. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya."

Amalan Shalat Empat Rakaat pada Hari Rabu Terakhir Bulan Safar


Menurut Al-Allamah Syaikh Dairobi dalam kitab Mujarrobatnya, disebutkan bahwa setiap tahunnya akan turun 320.000 bala’ pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Hari itu dianggap sebagai hari yang paling sulit dalam sepanjang tahun. Bagi siapa saja yang ingin terhindar dari bala’ tersebut, dianjurkan untuk melakukan shalat empat rakaat pada hari tersebut. Pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah, bacalah surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq 1 kali, dan An-Nas 1 kali. Setelah salam, bacalah doa berikut sebanyak 7 kali:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Artinya:

"Allah adalah cukup bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Setelah itu, bacalah doa berikut:

اللهمّ اصرف عَنَّا بَلاَءَ شَهْرِ صَفَرَ بَلاءَ الْعَوَالمَ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ الله، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا القَاسِمِ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، نَجْنَا وَأَهْلِنَا وَأَحْبَابَنَا وَجَمِيعَ المُسْلِمِينَ مِنْ بَلاَءِ شَهْرِ صَفَرَ بَلاءَ الْعَوَالمَ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، نَجْنَا وَأَهْلِنَا وَأَحْبَابَنَا وَجَمِيعَ المُسْلِمِينَ مِنْ بَلاَءِ شَهْرِ صَفَرَ بَلاءَ الْعَوَالمَ، يَا الله، يَا رَحْمَن، يَا رَحِيم، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، اللهُمَّ اسْمَع دُعَاءَنا، وَارْحَمْنا بِحُرْمَةِ حَبِيبِكَ وَرَسُوْلكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم.

Artinya:

"Ya Allah, hindarkanlah dari kami bala bulan Shofar, bala alam semesta. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Selamatkanlah kami, keluarga kami, orang-orang yang kami cintai, dan seluruh kaum muslimin dari bala bulan Shofar, bala alam semesta. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Selamatkanlah kami, keluarga kami, orang-orang yang kami cintai, dan seluruh kaum muslimin dari bala bulan Shofar, bala alam semesta. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim, ya yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Ya Allah, dengarkanlah doa kami dan rahmatilah kami dengan kemuliaan kekasih-Mu dan Rasul-Mu, junjungan kami Nabi Muhammad SAW."

Semoga dengan mengikuti amalan-amalan ini, kita semua dapat terhindar dari segala bala dan mendapatkan perlindungan serta keberkahan di bulan Shofar.

Kitab Pagar Hikmat Amalan Tok Jenggot

Kitab Pagar Hikmat Amalan Tok Jenggot

Pagar Hikmat

Buku Pagar Hikmat Tok Janggut


Kitab PAGAR HIKMAT karangan Tok Janggut Grik Perak.. Peninggalan Tok Janggut kepada murid-murid beliau yang mana amalan ini adalah sebahagian daripada pusaka nenek moyang bangsa Melayu turun temurun dahulu kala yang telah dipusakai oleh beliau & telah diturunkan kepada masyarakat bangsa Melayu & generasi Melayu yang akan datang.

Dalam kitab ni ada disertakan pantang larangTok Janggut & Ijazah Umum yang Tok Janggut beri kepada sesiapa yang membeli kitab ini. Patang larangnya bukanlah berkaitan dengan syirik, tetapi untuk kebaikan jua. (Pantang larang yang biasa-biasa je)

Isi kandungan kitab Pagar Hikmat:


  1. Kata aluan penyusun
  2. Amanat Tok Janggut
  3. Ijazah amalan
  4. Kata penerbit
  5. Pantang larang mengamalkan ilmu Tok Janggut
  6. Ilmu melangkah
  7. Rajah melangkah
  8. Jampi mandi minyak untuk menahan badan & kebal
  9. Jampi mandi minyak
  10. Pelimun (menghilangkan diri)
  11. Doa naik sebarang kerendaan & hendak berjalan serta menundukkan musuh di hadapan kita
  12. Mengadap musuh yang berbahaya
  13. Bila bertembung dengan musuh
  14. Pendinding diri daripada musuh dan penjaga keselamatan
  15. Mengadap musuh yang berbahaya
  16. Bertempur dengan musuh yngg banyak
  17. Penahan darah
  18. Supaya diri kita bangun daripada tidur mengikut masa yang dikehendaki
  19. Paku bumi untuk menangkap musuh
  20. Supaya tahan badan
  21. Menjaga diri dan supaya musuh takut
  22. Menakutkan musuh
  23. Ayat Paku Bumi
  24. Pelepas Diri
  25. Pengunci mulut anjing menyalak
  26. Pendinding Harta Benda, rumah atau kawasan rumah
  27. Jampi minta jangan turun hujan
  28. Bila hendak musafir
  29. Pembuka kunci
  30. Pendinding supaya tidak masuk pencuri
  31. Jampi sakit taun & lain-lain
  32. Nama Wali Allah
  33. Khadam Qulhuallah
  34. Kaf' Empat Puluh
  35. Bismillah Enam
  36. Panah makrifat utk berjumpa dgn org berpangkat atau org zalim
  37. Amalan satu minggu
  38. Untuk segala hajat
  39. Panah makrifat (Menundukkan org)
  40. Pemanas penunggu rumah
  41. Barang siapa membaca doa ini barang apa hajatnya dikabulkan Allah
  42. Dengan berkat mengamal ayat-ayat ini seorang itu harus pula boleh tidak tenggelam dalam air
  43. Hikmah ayat 1000 Dinar
  44. Hikmah ayat menghilang kesusahan
  45. Ayat 1000 Dinar
  46. Hikmah melembutkan besi
  47. Hikmah menjimat brg makanan yg sedikit cukup utk org ramai
  48. Ini doa minta kaya
  49. Untuk menjadi amalan mujarab
  50. Hikmah penawar kena api
  51. Hikmah Bismillah Enam
  52. Hikmah penawar batin
  53. Hikmah awal surah Al-An'am
  54. Hikmah doa Nabi Allah Sulaiman A.S
  55. Doa Nabi Sulaiman A.S
  56. Hikmah Dia Malaikat 4 & Wali-wali Allah
  57. Hikmah Wali 7
  58. Hikmah sampai hajat
  59. Hikmah berkenderaan
  60. Sumpah mengambil Ijazah
  61. Bacaan bila hendak bangun daripada tidur pada bila-bila masa
  62. Bacaan bila terasa takut dan supaya terselamat
  63. Doa supaya diri kita & harta benda kita selamat daripada bahaya & musuh
  64. Ini ialah amalan pahlawan & orang handalan dulu-dulu
  65. Ini suatu hikmah tempat perlindungan
  66. Doa pengasih & doa supaya kita dikasihi oleh sesiapapun
  67. Doa minta dikayakan dengan rezeki yang halal
  68. Bacaan untuk memurahkan rezeki
  69. Bacaan bila telah tersesat & telah berasa takut pada waktu malam
  70. Doa meminta perlindungan dairpaad segala seteru & binatang yg buas serta jin & syaitan
  71. Doa minta supaya disampaikan apa-apa hajat
  72. Doa minta supaya perjalanan kita selamat dan harra benda serta keluarga kita semua jadi selamat
  73. Doa menjauhkan drpd tipudaya orang-orang kafir & org fasik
  74. Hendak masuk ke tempat yg kita berasa ragu-ragu & tak pernah kita sampai pd tempat itu lagi
  75. Hikmah jika berlaku kecurian atau kerana dicuri orang
  76. Doa minta diberi ilmu hikmah serta menjadi penggerun & dihormati org kpd kita
  77. Dibaca 3 kali pada waktu hendak pergi bekerja
  78. Hikmah minta pertolongan kpd Allah dari apa-apa kesusahan & kepayahan
  79. Bacaan utk menjadi kubu & kota yg kuat utk keselamatan kita & keluarga
  80. Jampi ular & sebarang binatang yg berbisa
  81. Doa supaya kita disegani & dihormati oleh orang
  82. Jampi bila hendak pergi meminang atau hendak memikat perempuan
  83. Bacaan supaya mudah segala pekerjaan
  84. Jampi supaya tidak diganggu oleh hantu syaitan & binatang buas
  85. Jampi menjinakkan binatang ternakan
  86. Jika masuk ke dlm hutan & berasa takut kpd binatang buas atau binatang di dalam sungai dan di laut
  87. Doa bagi membinasakan & menakutkan seteru
  88. Jampi hendak mendapat kemenangan
  89. Doa supaya tidak takut kepada sesuatu
  90. Doa bila hendak memulai melawan musuh
  91. Doa ketika menghadapi musuh
  92. Ucap selamat pada seseorg yang baru kembali daripada medan perang
  93. Doa menjaga diri
  94. Terkena sihir
  95. Doa dibaca waktu di dalam ketakutan oleh musuh atau berjalan malam
  96. Doa minta menghilangkan takut
  97. Doa menjaga keselamatan
  98. Doa di dlm perkara mahkamah
  99. Doa menghilangkan darah gemuruh
  100. Doa penjaga diri (Sayyidina Fatimah)
  101. Doa menjauhkan permusuhan
  102. Doa ketika gelisah tidak dapat tidur
  103. Doa minta naik pangkat
  104. Doa menghilang segala bahaya
  105. Doa minta mengalahkan musuh
  106. Doa minta dijauhkan daripada musuh
  107. Doa menjauhkan rusuhan
  108. Doa ketika angin atau ribut sedang kencang
  109. Jampi untuk segala hajat


Ijazah Buku Pagar Hikmat Tok Janggot

Dengan ini, dengan ikhlas hati Tok ijazahkan kepada siapa saja yang membeli dan memiliki buku Pagar Hikmat ini, dan mengamalkan segala yang terkandung di dalamnya. Amalkan-lah dengan penuh yakin dan berserah kepada Allah SWT, dan hentikan segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Utamakan makan minum dan berbelanja di kedai orang-orang Islam. -Haji Abdul Razak (Tok Janggut)-

Sebagai pengingat. Di antara banyaknya amalan Tok Janggut (Perak) adalah Wirid Kaf 40. Dalam wirid ini terdapat sebanyak 40 huruf Kaf. Amalan ini konon mempunyai berbagai manfaat bagi para pelakunya dengan izin Allah SWT. Ada yang mengatakan diamalkan keluar menemui musuh, sebagai tembok, ilmu kekebalan, rezeki dan masih banyak lagi yang lainnya. Hidup dan mati ada dalam kekuasaan Tuhan, kita hanya berusaha dan berusaha, selebihnya serahkan pada Tuhan yang menentukan segalanya.

Siapapun yang ingin beramal bersama Kaf 40, saya anjurkan agar meminta nasehat dari ustaz atau orang yang lebih berpengetahuan mengenai hal tersebut, agar tidak menimbulkan kerugian. Amalan ini pernah saya temukan dalam buku berjudul "Pagar Hikmat - Kumpulan Amalan Tok Janggut", halaman 37.

CATATAN: Tok Janggut ini berasal dari negara bagian Perak dan bukan Tok Janggut, seorang pejuang Melayu yang gugur syahid di negara bagian Kelantan pada masa pendudukan Inggris.




Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Kitab Pagar Hikmat Amalan Tok Jenggot" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Panduan Praktis Amalan di Bulan Dzulhijjah

Panduan Praktis Amalan di Bulan Dzulhijjah


Amalan di Bulan Dzulhijjah


"Panduan Praktis Amalan di Bulan Dzulhijjah" merupakan buku yang menyajikan panduan komprehensif mengenai berbagai amalan yang dapat dilakukan selama bulan Dzulhijjah. Buku ini ditulis dengan tujuan untuk membantu pembaca memaksimalkan ibadah dan amal kebaikan di bulan yang penuh berkah ini. Penulis berhasil menyusun materi dengan sistematis, memudahkan pembaca untuk memahami dan mengaplikasikan setiap amalan yang dijelaskan.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa di antara salah satu ibadah mulia yang harus kita ilmui secara mendalam adalah amalan ibadah seputar bulan Dzulhijjah. Bagaimana tidak, pada bulan ini terkumpul berbagai amalan ibadah inti seperti shalat, puasa, haji dan lainnya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata: “Yang jelas, sebab keistimewaan sepuluh hari bulan Dzulhijjah, karena pada bulan ini terkumpul ibadah-ibadah inti, seperti shalat, puasa, shadaqoh, haji, yang mana hal itu tidak didapati pada bulan yang lainnya”

Kekuatan Buku


Komprehensif dan Praktis: Buku ini menyajikan berbagai amalan mulai dari puasa, sedekah, hingga ibadah haji dan kurban dengan penjelasan yang rinci namun mudah dipahami. Panduan ini sangat membantu bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas ibadahnya di bulan Dzulhijjah.

Referensi yang Kuat: Penulis menyertakan banyak referensi dari Al-Qur'an dan Hadis, yang memberikan landasan yang kuat dan otoritatif untuk setiap amalan yang dianjurkan. Hal ini menambah kepercayaan pembaca terhadap keabsahan informasi yang disampaikan.

Bahasa yang Jelas dan Mudah Dipahami: Gaya penulisan yang digunakan sangat jelas dan lugas, sehingga bisa diikuti oleh berbagai kalangan, baik yang baru belajar agama maupun yang sudah memiliki pengetahuan mendalam.

Kelemahan Buku


Desain dan Tata Letak: Meski isi buku sangat bermanfaat, desain dan tata letaknya masih bisa ditingkatkan agar lebih menarik dan memudahkan pembaca dalam mencari informasi. Penambahan ilustrasi atau infografis mungkin akan membantu dalam menyampaikan pesan dengan lebih efektif.

Kedalaman Beberapa Topik: Beberapa amalan mungkin hanya dibahas secara garis besar tanpa mendetailkan praktik sehari-hari atau variasi yang bisa dilakukan. Tambahan contoh konkret dalam situasi nyata bisa memberikan gambaran yang lebih jelas bagi pembaca.

Daftar Isi


  • Muqaddimah
  • Definisi Bulan Dzulhijjah
  • Keutamaan Bulan Dzulhijjah
  • Takbir pada sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah
  • Puasa Sunnah di Sepuluh pertama Bulan Dzulhijjah
  • Hari Arafah
  • Hari Raya Qurban
  • Hari Tasyriq
  • Haji
  • Memperbanyak Amalan Shaleh
  • Taubat
  • Penutup


Kesimpulan


"Panduan Praktis Amalan di Bulan Dzulhijjah" adalah buku yang sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin memaksimalkan ibadah di bulan Dzulhijjah. Dengan penjelasan yang komprehensif, referensi yang kuat, dan bahasa yang mudah dipahami, buku ini layak dijadikan panduan bagi umat Islam. Meski ada beberapa aspek yang bisa ditingkatkan, secara keseluruhan buku ini memberikan kontribusi positif bagi pembaca dalam memahami dan menjalankan amalan-amalan di bulan Dzulhijjah.

Rekomendasi


Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh semua kalangan Muslim yang ingin memperdalam pengetahuan dan praktik ibadah mereka di bulan Dzulhijjah. Terutama bagi mereka yang ingin mengoptimalkan pahala dan keberkahan di bulan yang mulia ini, buku ini adalah sumber informasi yang tidak boleh dilewatkan.

Lantas, bagaimana panduan dalam mengerjakan amalan­amalan yang mulia tersebut di bulan Dzulhijjah ini? Buku mungil ini adalah jawabannya, diulas dengan lugas, praktis dengan tetap menjaga keilmiyahan dalam metode penulisannya. Wallahul Muwaffiq



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Panduan Praktis Amalan di Bulan Dzulhijjah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Bacalah Surat al-Waaqiah Maka Engkau Akan Kaya

Bacalah Surat al-Waaqiah Maka Engkau Akan Kaya

Al-Waqi'ah

Bacalah Surat al-Waaqiah Maka Engkau Akan Kaya: Mitos atau Fakta?


Surat al-Waaqiah adalah salah satu surat dalam Al-Qur'an yang memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan. Di antara berbagai keberkahan yang disebutkan, seringkali muncul klaim bahwa membaca surat ini akan membawa kekayaan kepada pembacanya. Namun, apakah klaim ini benar-benar didasarkan pada ajaran agama ataukah hanya sebuah mitos?

Keutamaan Surat al-Waaqiah


Surat al-Waaqiah adalah surat ke-56 dalam Al-Qur'an. Dalam surat ini, Allah SWT berbicara tentang hari kiamat, kehidupan setelah kematian, serta pahala dan siksa bagi orang-orang yang beriman dan kafir. Di antara ayat-ayatnya, terdapat beberapa ayat yang dianggap memiliki keutamaan khusus, salah satunya adalah ayat 80 yang berbunyi:

"Dan kamu tidak menginginkan sesuatu (dari rezeki) yang ada padaku (yang memberikan rezeki), kecuali yang kamu menginginkannya (yang kamu tabur dan kamu tuai) adalah sesuatu yang berkaitan dengan duniawi."

Ayat ini sering dijadikan argumen bahwa membaca Surat al-Waaqiah dapat membawa kekayaan, karena menyiratkan bahwa Allah adalah sumber rezeki, dan dengan mendekatkan diri kepada-Nya melalui membaca ayat-ayat-Nya, seseorang bisa dijanjikan kekayaan.

Kekayaan dalam Islam


Dalam Islam, kekayaan tidak hanya diukur dari segi materi, tetapi juga dari segi spiritual. Kekayaan duniawi dapat menjadi ujian bagi manusia, dan penghambaan terhadap harta bisa mengaburkan pandangan akan kebenaran dan keutamaan spiritual. Oleh karena itu, kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan yang memperkaya jiwa dan membawa manusia lebih dekat kepada Allah.

Kesimpulan


Meskipun banyak yang meyakini bahwa membaca Surat al-Waaqiah akan membawa kekayaan duniawi, tetapi kekayaan sejati dalam Islam jauh lebih luas daripada sekadar kekayaan materi. Al-Qur'an mengajarkan bahwa kekayaan sejati adalah kekayaan spiritual yang didapat melalui taqwa dan ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sementara membaca Surat al-Waaqiah dengan keyakinan dan penghayatan yang mendalam adalah suatu ibadah yang sangat dianjurkan, kekayaan yang sejati dan abadi bukanlah kekayaan dunia semata, melainkan kekayaan iman dan amal yang saleh.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Buku Bacalah Surat al-Waaqiah Maka Engkau Akan Kaya" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Lailatul Qodar Menurut Habib Luthfi bin Yahya

Lailatul Qodar Menurut Habib Luthfi bin Yahya

Lailatu Qodar Bagi Orang Awam

LAILATUL QODAR BUAT ORANG AWAM PAKET HEMAT/RINGAN 

Maulana Habib Luthfi bin yahya dalam buku cahaya nusantara hal 278-279 berpesan kepada kepada para santri dan muridnya untuk tidak mengharapkan yg muluk muluk dalam Lailatulqodar. Beliau hanya memerintahkan untuk selalu berdoa agar bisa masuk dalam doa orang-orang yang mendapatkan Laialatulqodar dan memperoleh barokah mereka.

Bahkan menurut Syeh al'arif Asshowy, (Tafsir Showi Surah Al Qodar) orang yg masih merasa keberatan untuk qiyamullail/traweh dianjurkan untuk memilih melakukan amal amaln yang ringan saja tapi yang berpahala jumbo.

Diantaranya:

1- Berjamaah magrib dan isya

من صلى المغرب والعشاء في جماعة فقد أخذ بحظ وافر من ليلة القدر

"Barangsiapa sholat magrib & isya berjamaah maka telah menganbil bagian yang sempurna dari lailatulqodar"

2- membaca sebanyak tiga kali di malam hari doa berikut:

لا إلٰهَ إلَّا اللّٰهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ سُبْحانَ اللّٰـهِ رَبِّ السَّمٰـواتِ السَبْعِ وَرَبِّ الْعَرْشِ الْعَـظِيْمِ

"Tiada Tuhan selain Alloh yang maha Pemaaf serta Pemurah. Maha suci Alloh penguasa langit tujuh dan Penguasa 'arash yang agung"

Telah diriwayatkan barangsiapa membaca doa diatas tiga kali di malam hari maka sama dg orang yg meraih lailatulqodar. Doa ini sebaiknya dibaca tiap malam.

Capt: Catatan pribadi el.karimy

Denanyar Sabtu 19 Romadlon 1442 H.
Asyrulawakhir

Saking KH. Ali Khidlir pp_annajah

Semoga kita senantiasa mendapat Ridlo dari Allah, Syafaat dari Rasullullah, Karomah para Waliyullah, Barokah para Kiai dan Habaib serta wasilah doa orang tua kita. Alfatihah..

Bagi Anda yang ingin mengamalkan ijazah-ijazah di atas, silakan share postingan ini dan ketik "Qobiltu (saya terima)" pada kolom komentar dibawah ini.

Silakan bagikan jika postingan ini bermanfaat 

اللهم صل وسلم علی سيدنا محمد وعلی آل سيدنا محمد

Follow tedisobandi.blogspot.com


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik