Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Ibnu Qayyim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibnu Qayyim. Tampilkan semua postingan
Terjemahan Ad-Da wa ad-Dawa | Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Terjemahan Ad-Da wa ad-Dawa | Ibnu Qayyim al-Jauziyyah


Bahaya Zina (Hubungan diluar Nikah)


Zina meruapakan kejahatan yang paling besar. Betapa tidak, ia merusak kemaslahatan hukum alam dalam memelihara garis keturunan, melindungi kehormatan, menghindarkan hal-hal yang haram, sampai yang menjurus pada tindak kriminal. Kejahatan ini bisa terjadi pada istri kawan sendiri, anak sendiri, saudara perempuan sendiri, bahkan ibu sendiri. Ini jelas-jelas merusak tatanan lingkungan, sekaligus memicu rangkaian kejahatan lain. Tak heran kalau masalah ini tak luput dari perhatian Allah dan Rasul-Nya, dibahas tuntas di dalam Kitab-Nya dan di dalam sunnah Rasul-Nya.

Imam Ahmad berkata, "Aku tidak mengetahui sesuatu yang lebih besar (dosanya) setelah pembunuhan, daripada zina."

Buku karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah ini mengulas tentang apa itu zina, faktor-faktor yang menyebabkan manusia terjerumus ke dalamnya, serta dampak dan bahaya yang ditimbulkan oleh zina. Disini kita akan tau bahwa Zina akan membawa kehancuran hidup dan kefakiran kepada pelakunya di dunia. Sedangkan nanti di akhirat, zina mengakibatkan siksaan, kehinaan, azab yang pedih, dan keabadian di neraka, meskipun pelakunya sudah bertobat dan beramal saleh di dunia.

Penulis kitab ini adalah Ibnul Qayyim al-Jauziyyah beliau melengkapi uraiannya dengan perbuatan-perbuatan keji lainnya yang terkait dengan zina. Tidak hanya sampai disitu, beliau pun menjabarkan sanksi hukum (hadd) syariat terhadap pelakunya, dan terapi yang dapat meyembuhkan pelakunya dari kebiasaan melakukan perbuatan-perbuatan keji itu.

Dengan membaca buku ini, kita diajak untuk lebih waspada terhadap segala bentuk pemicu yang dapat menggiring manusia mendekati perzinaan dan perbuatan keji lainnya. Sehingga, kita dapat menjaga diri, kehormatan, keluarga beserta masyarakat sesuai dengan norma dan ajaran Islam.

Dalam buku ini dijelaskan tentang kejinya praktik zina yang merupakan perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan dapat diakui kekejiannya oleh setiap orang berakal bahkan oleh sebagian banyak bangsa binatang, sebagaimana disebutkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya dari Amr bin Al-Audi, dia berkata, “Aku pernah melihat pada masa jahiliyah seekor kera jantan yang berzina dengan seekor kera betina. Lalu datanglah kawanan kera mengerumuni mereka berdua dan melempari keduanya sampai mati.” Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberitahukan bahwa praktik zina adalah seburuk-buruk jalan; karena merupakan jalan kebinasaan, kehancuran, dan kehinaan di dunia, siksaan dan adzab di ahirat.

Perlu diketahui bahwa ujung pangkal dari perbuatan zina yang keji ini dari pandangan mata, maka Allah Ta’ala lebih mendahulukan perintah untuk memalingkan pandangan mata sebelum perintah untuk menjaga kemaluan, karena banyak musibah besar yang asal muasalnya adalah dari pandangan; seperti kobaran api yang besar asalnya adalah percikan api yang kecil. Mulanya hanya pandangan, kemudian khayalan, kemudian langkah nyata, kemudian terjadilah musibah yang merupakan kesalahan besar (zina).

Oleh karenanya, ada yang mengatakan, bahwa barangsiapa yang bisa menjaga empat hal maka berarti dia telah menyelamatkan agamanya: Al-Lahazhat (pandangan pertama), Al-Khatharat (pikiran yang melintas di benak), Al-Lafazhat (lidah dan ucapan), Al-Khathawaat (langkah nyata untuk sebuah perbuatan).



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemahan Ad-Da wa ad-Dawa | Ibnu Qayyim al-Jauziyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Mawaridul Aman | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Terjemah Mawaridul Aman | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Ighatsatul Lahfan

Ighatsatul Lahfan min Mashasyidisy Syaithan


Banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang memperingatkan kita dari bahaya syetan. Demikian pula halnya dengan Al-Hadits. Sehingga hal tersebut bermanfaat bagi orang yang diberi taufiq oleh Allah pada kebaikan, sehingga ia menjauhi berbagai perangkapnya, sebagai bentuk kewaspadaan dari setiap bahaya yang bakal menimpanya.

Para ahli ilmu dan pemimpin agama senantiasa terus-menerus menjelaskan berbagai talbis (perancuan) yang dilakukan oleh syetan, juga senantiasa memperingatkan dari penyesatannya. Karena itu, mereka mengarang banyak karya, sehingga orang-orang terdahulu banyak mengambil manfaat darinya, demikian pula orang-orang yang akan datang kemudian.

Di antara berbagai karya yang bermanfaat tersebut, yang kejelasannya bagai cahaya yang terang-benderang, adalah kitab Ighatsatul Lahfan min Mashasyidisy Syaithan, ini adalah sebuah kitab yang lebih manis dan lebih memikat daripada sesuatu yang paling disukai manusia. la dikarang oleh seorang imam Ahlus-Sunnah An-Nabawiyah. Beliau adalah Syamsyuddin Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Beliau seorang imam besar yang masyhur. Karya-karya beliau tetap beredar sepanjang zaman.

Sedang kitab ini (Ighatsatul Lahfan min Mashasyidisy Syaithan) adalah termasuk karya beliau yang paling baik dan paling bermanfaat. Bahkan termasuk di antara karya-karya terbaik dan paling utama (yang pernah dilahirkan oleh manusia sepanjang masa).

Kitab ini telah dinisbatkan kepada pengarangnya (Ibnu Qayyim) oleh semua orang yang menulis biografi tentang Ibnu Qayyim, seperti Ibnu Rajab dalam Dzailu Thabaqatil Hanabilah, Ibnul Ammad Al-Hanbali dalam Syadzaratudz Dzahab, Asy-Syaukani dalam Al-Badruth Thali', Haji Khalifah dalam Kasyfudz Dzunun, Shiddiq Hasan Khan dalam At-TajAlMukallil dan lainnya. Di antara mereka menyebutkan nama kitab tersebut secara lengkap dan sebagian lain menyebutnya dengan nama Masyayidisy Syaithan.

Mengingat begitu panjangnya pembahasan kitab ini, seorang ulama kontemporer, masih muda, sangat produktif dan dikenal karena keluasan ilmunya, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, dengan sangat hatihati berinisiatif meringkas sekaligus memberinya catatan kaki, sampai kemudian terbitlah ringkasan itu menjadi sebuah kitab yang beliau beri judul Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan. Ia berisikan inti serta pilihan-pilihan dari kandungan kitab aslinya. Jika kitab Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan itu diibaratkan lautan yang menyimpan begitu banyak kekayaan, maka Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan adalah kumpulan mutiara-mutiaranya.

Ibnu Qayyim menghimpun dalam kitab ini berbagai bidang ilmu. Maka Anda melihat dalam (1/32) **’ beliau mengupas tentang

  • Ushul Fiqh.
  • Dalam (1/45) beliau membantah orang-orang mutakallimin.
  • Dalam (1/32,50) tentang Ilmu Tafsir.
  • Dalam (1/50) tentang Ilmu Nahwu.
  • Dalam (1/46) tentang makna-makna bahasa.
  • Dalam (1/28) keterangan tentang sebagian hadits-hadits.
  • Dalam (1/55) tentang sifat-sifat Allah.
  • Dalam (1/56) tentang qadar.
  • Demikianlah, kitab ini memiliki manfaat ilmiah yang sangat banyak, tidak mengetahui seberapa kualitas kemanfaatannya kecuali orang yang memahami ilmu dan nilainya.
  • Selanjutnya Anda melihat pada (1/57) beliau bertanya kepada syaikhnya, lalu beliau meringkaskan jawabannya kepadanya.
  • Dalam (1/17) beliau menyebutkan beberapa diskusinya dengan para dokter kepala dalam berbagai persoalan.

Al-Alusi dalam Ghayatul Amani berkata, "Kitab ini adalah kitab terkenal di antara kitab-kitab Sunnah. Di dalamnya sang pengarang meletakkan berbagai pasal yang amat penting dan dengannya ia menghancurkan talitali syetan, berbagai senjata, bisikan dan tipu dayanya. Karena itu tentara syetan akan terbirit-birit karenanya, dan akan gelisah para penolong dan wali syetan, dan Allah tidak akan memperbaiki perbuatan orang-orang yang merusak."

Semua ini menunjukkan keluasan wilayah keilmuan dan pengetahuan beliau -Rahimahullah-, juga menunjukkan kejelian beliau dalam menulis dan mengarang.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Mawaridul Aman | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Terjemah Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah


Jalan Orang Salih Menuju Surga


Buku ini adalah salah satu mutiara karya Ibnu Al-Qayyim. Buku ini merupakan hasil dari tour dan wisata pemikiranya, ekstrak dari kejernihan akal pikiran dan intelektualnya, untaian mutiara yang dirajutnya, faedah-faedah yang sebelumnya tersebar berserakan lalu ia susun dan rapikan, untaian butir-butir permata yang sebelumnya tertutupi lalu ia nampakkan, untaian hikmah yang tersembunyi lalu ia tebarkan.

Kitab yang ditulis oleh Ibnu Qayyim ini merupakan sebuah kitab rujukan populer dalam mendalami hubungan antara hamba yang shalih dengan Allah subhanahu wa ta'ala selaku Tuhanya. Ibnu Qayyim Al-jauziyyah memfokuskan kajian pada dimensi yang lebih bersifat bathin yang menyangkut hubungan antara hama yang shalih dengan Allah subhanahu wa ta'ala selalu Rabb (Tuhan) dan Sembahanya (Illah) yang mana bila hubungan tersebut berjalan serius dan intim maka Surga akan menjadi "mahar" yang akan Allah berikan padanya atas kesetiaanya (ketakwaannya) selama ia menjalin rangkaian cobaan yang Allah berikan selama ia hidup di dunia yang tak berlangsung lama ini untuk melihat seberapa kuatnya dan tulusnya cintanya kepada-Nya

Fa Lillahi darruhu (ini adalah ungkapan pujian dan takjub yang jika secara literal artinya adalah: prestasinya itu sejatinya tidak lain adalah karena Allah SWT, betapa istimewanya ia) dan hanya Allah SWT yang menjamin pahalanya.

Daftar isi Terjemah Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain:

  1. Bab 1 : Potensi keilmuan dan amal perbuatan
  2. Bab 2 : Awal mula perjalanan menuju Allah
  3. Bab 3 : Kekasih yang mengingat kekasihnya
  4. Bab 4 : Memohon ampun kepada Allah
  5. Bab 5 : Fokus kepada Allah
  6. Bab 6 : Menyempurnakan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Taala
  7. Bab 7 : Jiwa ragaku hanya kupersembahkan kepada-Mu
  8. Bab 8 : Siapa sebenarnya yang berkehendak, Tuhan atau manusia?
  9. Bab 9 : Menenangkan jiwa yang gelisah dan menghancurkan segala macam duka lara
  10. Bab 10: Jalan filsafat atau jalan wahyu, mana yang lebih kritis?
  11. Bab 11: Manisnya zuhud
  12. Bab 12: Dahsyatnya tawakkal
  13. Bab 13: Nikmatnya sabar
  14. Bab 14: Nikmatnya berhubungan dengan Allah tanpa ada yang mengetahui
  15. Bab 15: Misteri cermin cinta ilahi
  16. Bab 16: Cinta dan pengorbanan
  17. Bab 17: Menyelami samudra cinta yang tak bertepi
  18. Bab 18: Cinta Allah kepada hamba-Nya yang tak pernah sirna
  19. Bab 19: Manisnya rindu kepada Allah
  20. Bab 20: Perbedaan antara cinta dan rindu?
  21. Bab 21: Tingkatan-tingkatan hamba Allah di akhirat
  22. Tingkatan pertama : Para rasul yang disebutkan dalam Alquran
  23. Tingkatan kedua : Para rasul selain yang disebutkan dalam Alquran
  24. Tingkatan ketiga : Para Nabi
  25. Tingkatan keempat : Para pewaris dan pengganti para Rasul
  26. Tingkatan kelima : Para pemimpin dan perwakilannya yang adil
  27. Tingkatan keenam : Para mujahid
  28. Tingkatan ketujuh : Dermawan, suka sedekah dan suka berbuat baik kepada manusia
  29. Tingkatan kedelapan : Orang yang Allah bukakan pintu kebaikan kepadanya
  30. Tingkatan kesembilan : Orang-orang yang melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan
  31. Tingkatan kesepuluh : Orang-orang yang lalai dan melakukan dosa besar namun masih sempat bertaubat
  32. Tingkatan kesebelas : Orang-orang yang mengerjakan amal saleh sambil berbuat dosa
  33. Tingkatan kedua belas : Orang-orang yang amal kebaikannya sama dengan amal keburukannya
  34. Tingkatan ketiga belas : Orang-orang yang sering berbuat bencana dan malapetaka
  35. Tingkatan keempat belas :Sekelompok orang yang sama sekali tidak taat dan tidak pula berbuat maksiat.
  36. Apakah anak kecil yang lahir dari kalangan non muslim masuk surga atau masuk neraka?
  37. Tingkatan kelima belas : Kafir Zindiq
  38. Tingkatan keenam belas : Para pemimpin dan pemuka orang-orang kafir serta penyeru mereka
  39. Besarnya kekafiran yang mengharuskan besarnya siksa, didasarkan pada tiga hal
  40. Tingkatan ketujuh belas : Orang yang mengikuti mereka, orang-orang kafir yang bodoh dan orang-orang yang mengikuti mereka
  41. Tingkatan kedelapan belas : Kelompok kelas dari bangsa jin
  42. Apakah jin kafir masuk neraka?
  43. Apakah jin muslim masuk surga?

Semoga terjemahan Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain akan bermanfat bagi siapapun yang mengarungi dan mencari jalan dua kebahagiaan dunia dan akhirat.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Uddatush Shabirin | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Terjemah Uddatush Shabirin | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Uddatush Shabirin

"Bekal Untuk Orang-orang yang Sabar" adalah sebuah buku yang menggugah hati dan memberikan inspirasi bagi para pembacanya. Ditulis dengan penuh kebijaksanaan dan kehangatan oleh penulis yang berpengalaman, buku ini menawarkan pandangan yang dalam tentang pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Buku yang ada di hadapan kita ini adalah salah satu di antara buku-buku yang sangat bernilai tersebut. Buku ini menerangkan keutamaan sabar, macam-macam sabar dan tingkatan-tingkatan kesabaran, serta faktor-faktor yang membantu manusia untuk bersabar, berikut hal-hal lain yang tidak kalah pentingnya.

Salah satu hal yang membuat buku ini istimewa adalah pendekatannya yang praktis dan relevan. Penulis tidak hanya mengajak pembaca untuk memahami arti sebenarnya dari kesabaran, tetapi juga memberikan strategi dan saran konkret tentang bagaimana mengasah kemampuan ini dalam kehidupan sehari-hari. Dari menghadapi kesulitan dalam hubungan pribadi hingga menghadapi tantangan di tempat kerja, buku ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana kesabaran dapat menjadi senjata utama dalam mengatasi berbagai situasi.

Selain itu, buku ini juga menyoroti nilai-nilai seperti ketenangan pikiran, pengendalian diri, dan rasa syukur sebagai bagian integral dari kesabaran. Dengan menggunakan contoh kehidupan nyata dan cerita inspiratif, pembaca diingatkan akan kekuatan yang dimiliki oleh mereka yang mampu bersabar dalam menghadapi ujian kehidupan.

Setiap Muslim memang hendaknya menghiasi dirinya dengan kesabaran karena Allah beserta orang-orang yang sabar. Allah swt berfirman: "sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal: 46)

Jika Anda memperhatikan ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi s.a.w yang membahas tentang kesabaran, niscaya anda mendapati betapa Allah s.w.t memberikan orang yang bersabar karunia yang berlimpah tiada terkira.

Setelah berbicara tentang pahala kesabaran, al-Qur'an juga memberitahukan kepada kita tentang banyak hal lain. Salah satunya adalah bahwa sabar itu lebih baik bagi pelakunya, dan orang yang bersabar lagi bertakwa tidak akan terperdaya oleh tipu daya musuh.

Karena itulah, Allah berpesan kepada hamba-hamba_Nya untuk meminta tolong kepada sabar dan shalat dalam menghadapi aneka keburukan dunia serta dalam beragama. Secara umum, buku ini merupakan buku bernilai yang mengupas tentang kesabaran dan orang-orang yang sabar.

Dengan gaya penulisan yang lugas dan ramah, "Bekal Untuk Orang-orang yang Sabar" cocok untuk semua kalangan pembaca, baik yang sedang mencari motivasi untuk menghadapi masa sulit maupun yang ingin meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pengembangan sikap sabar. Buku ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dorongan positif yang dapat membantu pembaca meraih kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidup mereka.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Uddatush Shabirin | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Jami As- Sirah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Terjemah Jami As- Sirah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Jamie Sirah

Kitab Jami As-Shirah: Sebuah Penelusuran Mendalam tentang Sejarah Nabi Muhammad SAW


"Buku 'Kelengkapan Tarikh Rasulullah'" adalah sebuah buku yang diterjemahkan dari kitab sejarah yang berjudul "Jami as-Sirah" karya yang menghadirkan penelusuran mendalam terkait sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Ditulis oleh seorang pakar sejarah Islam yang berpengalaman, beliau bernama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. buku ini menjadi salah satu rujukan utama bagi mereka yang ingin memahami secara komprehensif tentang kehidupan, ajaran, dan peristiwa-peristiwa penting dalam riwayat Nabi Muhammad.

Imam lbnu Oayyim Al-Jauziyah benar-benar berhasil menghidangkan sejarah Rasulullah yang membuat siapa saja betah berlama-lama membacanya. Bahasa buku ini mudah dimengerti, bahasan setiap tema tidak bertele-tele atau membosankan. Buku ini tidak sekadar berbicara tentang alur kehidupan sejarah Rasulullah dari A sampai Z. Tapi, juga termuat analisa-analisa menarik dan mendalam yang menjadi ciri khas lbnul Qayyim Al-Jauziyah

Sinopsis


Buku ini menelusuri kehidupan Nabi Muhammad SAW mulai dari masa sebelum kelahirannya hingga wafatnya. Pembaca diajak untuk memahami latar belakang sosial, politik, dan budaya di Arabia pada masa itu, serta bagaimana konteks tersebut memengaruhi perjalanan dakwah dan misi kenabian Nabi Muhammad.

Buku Terjemahan Kitab 'Jami as-Sirah" ini menjadi pelengkap kitab-kitab sejarah Rasulullah yang sudah Anda miliki. Membaca sejarah Rasulullah adalah awal langkah bagi kita untuk makin mencintai beliau. Sebab, dengan begitu kita akan memahami berbagai keteladanan dan kemuliaan beliau.

Penulis buku ini tidak hanya menyoroti peristiwa-peristiwa besar seperti hijrah, perang-perang, dan penaklukan kota Mekah, tetapi juga membahas aspek-aspek kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad, seperti hubungannya dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitarnya. Selain itu, buku ini juga memberikan analisis mendalam terhadap berbagai hadis dan riwayat yang berkaitan dengan kehidupan Nabi, sehingga pembaca dapat memahami kontroversi atau perdebatan seputar beberapa peristiwa atau ajaran yang disampaikan.

Kelebihan


Salah satu kelebihan utama dari buku ini adalah keakuratan dan kejelasan penulisan. Penulis menggunakan metode penelitian yang teliti dan mengutamakan sumber-sumber yang terpercaya, sehingga informasi yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, gaya penulisan yang lugas dan mudah dipahami membuat buku ini menjadi bacaan yang menarik bagi berbagai kalangan, baik akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah Islam.

Buku yang berjudul asli "Jami Sirah" oleh Imam Ibnu Qayyim AJ-Jauziyah termasuk karya cemerlang dan menjadi perhatian khususnya para Ulama dan Para pemerhati sejarah di dunia Islam. Kami sebagai penerbit merasa berbahagia karena dapat mengambil peran serta dalam penyebaran buku ini kepada kaum muslimin. Kami memohon kepada Allah agar berkenan melimpahkan manfaat dan faidah yang besar melalui buku ini.

Kesimpulan


"Buku 'Kelengkapan Tarikh Rasulullah'" merupakan sebuah karya yang sangat berharga dalam memahami sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Meskipun tidak sempurna, buku ini tetap menjadi salah satu rujukan utama bagi mereka yang ingin mendalami kisah kenabian dan ajaran Islam secara lebih mendalam. Dengan penelusuran yang teliti dan analisis yang mendalam, buku ini menghidupkan kembali kebesaran dan keutamaan Nabi Muhammad SAW dalam pandangan umat Islam.

Hasungan doa dan terima kasih kepada seluruh pihak, yang telah ikut menanamkan saham kebaikan, dalam penerbitan buku ini sehingga dapat terbit dalam kemasan yang menarik, sebagaiman yaflgada di tangan pembaca sekarang ini. Akhirnya, semoga Allah, membimbing kita kepada jalan yang dicintai dan diridhai-Nya, Amin.


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Jami As- Sirah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Kitab At-Taubah Wa al-Inabah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Terjemah Kitab At-Taubah Wa al-Inabah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

At-Taubah Wa al-Inabah

Buku ini adalah salah satu bagian dari karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah (wafat 751 H.) yang berjudul Madarij as-Salikin Bainal Mandzil Iyyaka Na'budu Wa Iyyaka Nasta'in,. Banyak hikmah yang dapat kita petik dari isi buku ini, di antaranya kita dapat memahami hakikat taubat itu sendiri; menyesal dari perbuatan dosa yang telah dilakukan, berhenti total dari perbuatan dosa yang telah dilakukan, berhenti total dari perbuatan yang serupa, serta bertekad tidak mengulanginya lagi di masa mendatang. Dan cara-cara untuk bertaubat, karena tidak diterima taubat seseorang jika tidak memenuhi 3 syarat; Menyesal, Berhenti Total dan al-I'tidzar.

Buku berjudul asli at-taubah wa al-Inabah adalah syarah (penjelasan kitab) dari kitab yang berjudul Manaadzilus Sairin karya imam al-harwani. Ia sengaja menyajikan tema ini dalam buku tersendiri setelah melihat betapa pentingnua dan perlunya buku yang bertema tentang taubat. Selain itu, buku aslinya tidak menjelaskan ini kandungan yang terdapat di dalamnya.

Buku ini sangatlah tepat bagi Anda untuk dijadikan rujukan bagi siapa saja yang ingin memahami arti; hakikat dan cara seseorang jika hendak melakukan taubatan nasuha. terakhir, tujuan kami dalam menerbitkan buku ini adalah saling mengingati, dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena manusia sebagai insan yang kerapkali melakukan dosa tidak seharusnya berputus asa. Pintu ampunan Allah akan selalu terbuka untuk mereka jika mereka ingin bertaubat dengan taubat an-Nasuha. Taubat harus terus diperbaharui karena disadari atau tidak, manusia pasti akan terus melakukan dosa, baik besar atau kecil.

Semoga melalui buku ini, ada banyak siratan berkah, hikmah, dan manfaat yang dapat diambil dan diamalkan dalam kehiduan kita. Akhirnya, tidak ada kata yang paling berharga selain ucapat: selamat membaca!



DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Kitab At-Taubah Wa al-Inabah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Raudhatul Muhibbin | Ibnu Qayyim

Terjemah Raudhatul Muhibbin | Ibnu Qayyim

Raudhatul Muhibbin

Kitab yang membahasa semua masalah Cinta


Sebuah kitab yang mengulas tentang makna, hakikat, dan tingkatan-tingkatan cinta menurut ajaran Islam, sebagai jalan penyucian jiwa dan penyelamat dari hawa nafsu, untuk menggapai ridha dan cinta Allah s.w.t. serta meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Manusia diciptakan dengan memiliki hati sehingga bisa merasakan cinta, senang dan juga ketertarikan terhadap sesuatu. Namun, pada saat yang sama, ia juga tak bisa lepas dari adanya hawa nafsu. Hampir mustahil bagi manusia untuk membebaskan diri sepenuhnya dari hawa nafsu karena Nafsu adalah bagian dari jiwa seseorang. Oleh karena itu, Allah s.w.t. melengkapi hati dengan fitrah (potensi untuk mengenal-Nya) agar manusia bisa mengendalikan hawa nafsu dan bukan hawa nafsu yang mengendalikan dirinya. Dengan fitrah yang ada didalam jiwa, selain bisa mengenal Allah, manusia juga dapat bisa bagaimana menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Apa pendapat Anda tentang cinta? 


Kata orang cinta itu buta.
Hatinya buta untuk melihat selain yang dicinta.
Cinta itu tuli sehingga telinga tidak peduli dengan celaan yang ditujukan kepada kekasih jiwa.
Cinta adalah kecenderungan jiwa secara total kepada sang kekasih, kemudian mendahulukan kekasih ketimbang jiwa, ruh, dan harta.

Ada yang mengartikan bahwa cinta itu adalah rasa tenang yang tidak pernah gundah dan rasa gundah yang tidak pernah tenang. Hati akan terus gundah dan tidak akan merasa tenang kecuali ketika bersama kekasihnya. Hatinya gelisah dan merana karena rindu kepadanya. la baru bisa tenang saat telah berada di sisinya.

Cinta laksana gerakan hati secara terus-menerus untuk mendapatkan sang kekasih dan rasa tenang manakala telah berada di sisinya. Dengan cinta ia merasa bahwa kekasih itu lebih dekat kepada dirinya dibandingkan nyawa dan ruhnya sendiri. Mungkin Anda punya persepsi sendiri tentang cinta? Silakan!

Dalam Kitab ini Ibnu Qayyim al-Jauziyah berbicara tentang segala yang berkaitan dengan cinta, yang mana cinta sebagai sesuatu yang fitri dalam diri manusia. Cinta tak selamanya harus disembunyikan, tapi terkadang harus dibuktikan dan diungkapkan. Cinta kepada harta tak mungkin dikekang, tetapi mesti dibuktikan dan diungkapkan melalui usaha dan kerja yang halal. Cinta kepada kekuasaan juga tak mungkin bisa dihilangkan, namun mesti dibuktikan dan diungkapkan melalui sikap adil. Cinta kepada lawan jenis pun tak bisa untuk dikesampingkan, tetapi harus dibuktikan dan diungkapkan melalui pernikahan yang halal.

Buku ini menunjukkan bagaimana cara mengungkapkan cinta dan mengendalikan hawa nafsu dengan fitrah sesuai petunjuk-Nya. Sehingga, cinta itu tidak berubah menjadi cinta terlarang, dan akan membawa manusia kepada puncak cinta tertinggi, yaitu cinta Allah dan Rasul-Nya.”


روضة المحبين ونزهة المشتاقين

DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Raudhatul Muhibbin | Ibnu Qayyim" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik