Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Kitab Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitab Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Sabilul Muttaqin Jalan Orang-orang Taqwa Edisi 1

Sabilul Muttaqin Jalan Orang-orang Taqwa Edisi 1

Kitab Sabilul Muttaqin Jilid 1

Kitab Sabilul Muttaqin Jilid I: Sebuah Upaya Menjaga Keseimbangan dalam Islam


Kitab Sabilul Muttaqin Jilid I merupakan salah satu upaya signifikan dalam menjaga keseimbangan antara syariat, tariqah, dan realitas kehidupan sehari-hari. Buku ini lahir dari kebutuhan untuk memberikan panduan yang komprehensif dan mendalam tentang berbagai aspek kehidupan Islam, baik dari sisi hukum, spiritualitas, maupun sosial.

Latar Belakang Penulisan Kitab Sabilul Muttaqin


Sebelum penyusunan Kitab Sabilul Muttaqin Jilid I, kami telah menyelesaikan kompilasi dua buku penting lainnya, yaitu Kitab Fiqh Jawabul Masail Jilid I dan Sabilus Salikin. Kitab Fiqh Jawabul Masail Jilid I berfokus pada berbagai persoalan fiqh, memberikan jawaban dan solusi atas masalah-masalah hukum Islam yang sering dihadapi umat. Sementara itu, Sabilus Salikin membahas secara mendalam tentang tasawuf dan tarekat, memberikan panduan bagi mereka yang ingin mendalami aspek spiritual dan mistis dalam Islam.

Fokus Pembahasan dalam Kitab Sabilul Muttaqin Jilid I

Dalam Kitab Sabilul Muttaqin Jilid I, pembahasan lebih difokuskan pada aspek ubudiyah, sosial, dan akhlak secara umum. Kitab ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang berbagai keutamaan terkait ritual ubudiyah dalam Islam, serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Ubudiyah: Pembahasan mengenai ubudiyah dalam kitab ini mencakup berbagai ritual ibadah yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Mulai dari shalat, puasa, zakat, hingga haji, semua dibahas dengan rinci agar pembaca dapat memahami dan melaksanakan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat.
  2. Sosial: Aspek sosial dalam Islam juga mendapatkan perhatian khusus dalam Kitab Sabilul Muttaqin Jilid I. Buku ini menjelaskan bagaimana seorang muslim harus berinteraksi dengan sesama manusia, baik itu dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bernegara. Prinsip-prinsip seperti keadilan, kasih sayang, dan tolong-menolong dijelaskan dengan gamblang.
  3. Akhlak: Akhlak yang mulia adalah cerminan dari iman yang kuat. Dalam kitab ini, dibahas secara detail tentang pentingnya memiliki akhlak yang baik, bagaimana cara mengembangkan akhlak mulia, dan contoh-contoh teladan dari kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Akhlak tidak hanya mencakup perilaku terhadap sesama manusia, tetapi juga hubungan dengan Allah SWT.

Keutamaan Ritual Ubudiyah dalam Islam


Kitab Sabilul Muttaqin Jilid I juga menguraikan berbagai keutamaan dari ritual ubudiyah dalam Islam. Setiap ibadah memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa, baik dari segi spiritual maupun sosial. Berikut beberapa keutamaan yang dibahas dalam kitab ini:

  1. Shalat: Shalat adalah tiang agama dan merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim. Melalui shalat, seorang muslim berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Shalat juga memiliki dampak positif dalam membentuk karakter dan disiplin diri.
  2. Puasa: Puasa di bulan Ramadan adalah salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa juga mengajarkan kesabaran, menahan diri, dan empati terhadap sesama yang kurang beruntung. Puasa juga memiliki manfaat kesehatan yang diakui secara ilmiah.
  3. Zakat: Zakat adalah bentuk kepedulian sosial dalam Islam. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim membantu meringankan beban saudara-saudaranya yang membutuhkan. Zakat juga berfungsi sebagai pembersih harta dan jiwa dari sifat kikir dan rakus.
  4. Haji: Ibadah haji adalah puncak dari ritual ubudiyah dalam Islam. Melaksanakan haji ke Baitullah adalah impian setiap muslim. Haji mengajarkan kebersamaan, kesetaraan, dan ketundukan total kepada Allah SWT. Pengalaman haji sering kali menjadi momen spiritual yang mengubah kehidupan seseorang.

Kesimpulan


Kitab Sabilul Muttaqin Jilid I adalah sebuah karya yang berusaha untuk memberikan panduan komprehensif tentang bagaimana seorang muslim dapat menjalani hidup dengan seimbang antara tuntutan syariat, perjalanan spiritual melalui tariqah, dan realitas kehidupan sehari-hari. Dengan pembahasan yang mendalam tentang ubudiyah, sosial, dan akhlak, kitab ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi setiap muslim yang ingin mendalami dan mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh.


Dalam konteks kehidupan modern yang penuh tantangan, Kitab Sabilul Muttaqin Jilid I menjadi sebuah cahaya penuntun bagi umat Islam untuk tetap teguh dalam iman, menjalani ibadah dengan benar, dan berakhlak mulia dalam setiap aspek kehidupan. Semoga karya ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pembacanya dan menjadi ladang pahala bagi penulis dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunannya.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Sabilul Muttaqin edisi 1" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Fathur Rabbani Karya Syekh Abdul Qadir Jaelani

Terjemah Fathur Rabbani Karya Syekh Abdul Qadir Jaelani

Download PDF
Terjemah Fathur Rabbani

Fathur Rabbani Karya Syaikh Abdul Qodir al-Jailani


Agar hati seorang salik terbuka dan mampu menerima cahaya Allah, sangat penting baginya untuk memahami cara membukanya. Kitab ini merupakan kunci untuk membuka hati yang terbelenggu oleh gemerlap dunia yang fana, sehingga dapat terbuka lebar untuk menerima cahaya kebenaran Allah SWT.

Kitab ini ditulis semata-mata untuk mencari keridhaan Allah, dengan tujuan meluaskan sanubari kaum Muslimin. Sesuai dengan keinginan pengarangnya, kitab ini diharapkan mampu memberikan embun penyejuk bagi setiap jiwa, menyucikan hati dan perilaku manusia, serta menafikan keberadaan entitas selain Allah SWT dalam hati setiap hamba.
Pencerahan jiwa, ketulusan kata-kata, dan kekayaan makna akan Anda temukan di dalam buku ini. Ini adalah sebuah mahakarya dari wali Allah, Imam, dan ulama besar Syaikh Abdul Qadir Jailani.

Dengan membaca dan merenungkan buku ini, Anda akan mendapatkan pelajaran berharga tentang nilai-nilai pensucian jiwa. Semoga setelah itu, jiwa Anda menjadi tercerahkan, memperoleh kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan dalam menjalani hidup di dunia.

Buku ini telah diterjemahkan ke banyak bahasa dan telah dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia. Buku ini menjadi pegangan bagi mereka yang ingin hatinya tenang dan damai, serta bagi mereka yang ingin merasakan nikmatnya kebaikan.

Al-Allamah Syekh Abdul Qadir al-Jailani merupakan seorang wali yang telah mencapai kedekatan dengan Allah SWT. Namanya abadi sebagai jalan yang wajib dilalui para salik untuk sampai kepada Tuhannya, jalan itu bernama tarekat Qadiriyah. Sebuah tarekat yang telah menyebar luas di seluruh dunia dan memiliki banyak pengikut.

Beliau adalah seorang wali Allah yang sangat disegani di kalangan umat Islam sedunia. Banyak karya yang telah beliau tulis semasa hidupnya, mulai dari kitab tasawuf hingga fikih. Kitab ini merupakan salah satu dari sekian banyak karyanya. Di dalamnya, dibahas cara mendekatkan diri kepada Allah dengan sepenuh hati.

Kelebihan Buku:


  1. Dengan membaca kitab ini, kita mendapatkan cara termudah untuk memahami ajaran Syekh.
  2. Disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
  3. Lengkap dengan contoh dan penerapan praktis.
  4. Penulisnya adalah seorang sufi yang intelektual, menguasai banyak bidang ilmu.
  5. Disertai contoh kasus dan solusinya.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah seorang sufi besar Islam yang lahir pada tahun 471 H di daerah Jilan, Kurdistan Selatan. Beliau juga merupakan pendiri Tarekat Qadiriyah, yang pengikutnya tersebar di berbagai belahan dunia Islam. Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah sosok ulama tasawuf yang sangat dihormati, salah satu gelarnya adalah wali kutub.

Nama Syekh Abdul Qadir al-Jailani tidak asing bagi masyarakat Islam di Indonesia, khususnya Ahlussunnah wal Jama’ah. Salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Islam Aswaja adalah manaqiban, yaitu membaca manaqib atau riwayat hidup Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Sebagai seorang ulama besar Islam, Syekh Abdul Qadir al-Jailani memiliki banyak karya di berbagai bidang, salah satunya adalah tafsir. Namun, tidak banyak yang mengkaji karya-karya beliau.

Tafsir Al-Jailani


Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah salah satu ulama tasawuf yang memiliki karya dalam bidang tafsir, yaitu Tafsir al-Jailani. Banyak karya beliau yang hilang atau tidak diketahui keberadaannya, dan salah satunya adalah kitab Tafsir al-Jailani. Menurut para ahli sejarah dan pengkaji tasawuf, Tafsir al-Jailani pernah hilang selama 800 tahun dan kemudian ditemukan oleh cucu ke-25 Syekh Abdul Qadir al-Jailani, yaitu Syekh Fadhil al-Jailani al-Hasani al-Jimazraq di perpustakaan Vatikan.

Dalam kitab Tafsir al-Jailani, tidak ditemukan alasan yang jelas mengapa Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengarang kitab tafsir tersebut. Namun, berdasarkan keterangan yang ada, beliau menulis kitab-kitabnya karena kekecewaan terhadap keadaan masa ketika beliau hidup, yang penuh dengan kemunafikan dan kesenangan duniawi. Hal ini mendorong beliau untuk hijrah, mengasingkan diri, dan memberikan nasihat-nasihat tasawuf. Mungkin inilah latar belakang beliau menulis kitab-kitabnya, termasuk Tafsir al-Jailani.

Tafsir al-Jailani merupakan kitab tafsir yang menggunakan bentuk al-Iqtirani, yaitu perpaduan antara Tafsir bi al-Matsur dan Tafsir bi al-Ra’yi. Syekh Abdul Qadir al-Jailani memadukan riwayat yang kuat dan sahih dengan hasil ra’yi yang sehat. Terkadang dalam mengemukakan riwayat, baik asbabun nuzul atau hadis yang mendukung, beliau tidak menyebutkan sanad yang lengkap.

Dalam cara menjelaskan atau menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, Syekh Abdul Qadir al-Jailani menggunakan metode bayani, yaitu penafsiran dengan memberikan keterangan deskriptif tanpa membandingkan riwayat dan memberikan pentarjihan sumber. Beliau juga menggunakan metode ijmaly, yang menafsirkan ayat Al-Qur’an secara global, tidak mendalam, dan tidak panjang lebar.

Tafsir al-Jailani adalah salah satu dari banyak kitab tafsir yang bercorak sufistik. Corak sufistik ini tidak bisa dilepaskan dari pemikiran pengarangnya, yang merupakan salah satu ulama besar dalam dunia tasawuf. Maka, kemungkinan besar corak tafsir isyari (sufi) akan berimplikasi pada penggunaan kitab tafsir ini. Corak tasawuf dalam kitab Tafsir al-Jailani sangat terlihat jelas. Hampir semua ayat yang ditafsirkan selalu dihubungkan dengan ketauhidan, yang menjadi pokok ajaran tasawuf. Selain itu, Syekh Abdul Qadir al-Jailani juga menuliskan lampiran munajat yang berisi Asma’ul Husna dan syair-syair sufi (Qasidah al-Khomriyah) di jilid akhir kitab Tafsir al-Jailani.

Wallahu a'lam.

Download PDF


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Fathur Rabbani Karya Syekh Abdul Qadir Jaelani" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Bustanul Arifin | Imam An Nawawi

Terjemah Bustanul Arifin | Imam An Nawawi


Terjemahan Kitab Terjemah Bustanul Arifin


Kitab Bustanul Arifin ini adalah di antara kitab karangan al-Imam al-Alim al-Allamah Syaikhul Islam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi Rahimahullahu taala atau yang lebih masyhur dengan sebutan al-Imam an-Nawawi. Beliau dilahirkan pada tahun 631 H dan wafat pada tahun 676 H di Nawa, Hauran, Syria.

Kitab Bustanul Arifin membahas tentang tahsawwuf atau etika, dimana Imam Nawawi menjelaskan tentang hal-hal yang bersifat spiritual. Yang menarik dari buku ini adalah memuat dalil-dalil hadis Nabi Muhammad SAW.

Isi Kitab Bustanul Arifin Imam An Nawawi


Al-Imam an-Nawawi rahimahullah telah memulai kitabnya dengan satu muqaddimah yang menjelaskan hakikat kehidupan dunia yang bersifat sementara dan menekankan pentingnya seseorang untuk mempersiapkan bekal bagi kehidupan abadi di akhirat nanti. Beliau kemudian membahas tentang niat, kepentingannya, dan cara menghadirkannya dalam hati pada setiap bentuk ibadah yang dilakukan. Selanjutnya, beliau menyebutkan beberapa hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang penting sebagai asas-asas agama Islam, dan secara khusus membicarakan tentang ikhlas dan shidq (kejujuran) yang berperan dalam menentukan kadar balasan amalan yang akan diterima oleh seorang hamba di hari akhirat nanti.

Setelah itu, beliau menyampaikan lebih dari 50 ungkapan para ulama yang merupakan kata-kata mutiara yang sangat berharga, yang lahir dari pengalaman mereka dalam mujahadah (perjuangan) dan usaha berkelanjutan untuk menjadi seorang insan yang benar-benar hidup di dunia ini sebagai hamba Allah taala.

Selanjutnya, beliau membahas dengan panjang lebar mengenai karamah (keistimewaan) para wali dan mawahib-mawahib (anugerah) mereka serta berbagai permasalahan terkait karamah. Beliau juga menyebutkan beberapa contoh karamat yang telah terjadi.

Kitab ini tampaknya belum sempat diselesaikan oleh al-Imam an-Nawawi rahimahullah karena pada manuskrip aslinya, beliau hanya menulis sampai pada Bab Hikayat Karamah Wali-Wali dan hanya sempat menulis beberapa hikayat saja. Beliau berhenti pada bab tersebut di tengah-tengah Hikayat Syeikh Abul Khair at-Tinani rahimahullah. Maka, beliau tidak sempat menyelesaikan kitab ini karena telah dipanggil ke rahmatullah. Oleh karena itu, terjemahan yang kita selenggarakan ini hanya sampai pada bagian yang telah ditulis oleh Imam an-Nawawi rahimahullah, meskipun ada usaha dari beberapa murid beliau untuk menyelesaikan kitab ini dengan merujuk pada tulisan-tulisan Imam an-Nawawi rahimahullah yang ditemukan di berbagai tempat dan dikumpulkan menjadi bagian terakhir dari kitab ini.

Walaupun demikian, kitab ini telah mendapat perhatian dari kalangan ulama karena isinya yang sesuai dengan namanya, yaitu 'Bustanul 'Arifin' yang berarti 'Taman Orang-Orang yang Mengenal Allah Taala'. Kitab ini sangat kaya dengan nasihat dan petunjuk yang tak ternilai harganya, terutama bagi mereka yang berjalan menuju ma'rifatullah yang sejati.

Harapannya, semoga terjemahan ini dapat memudahkan sahabat-sahabat kita dalam mengambil manfaat dari kandungan kitab yang sangat berharga ini. Semoga kitab ini dapat menerangi mereka dalam menelusuri jalan menuju ma'rifatullah yang sangat memerlukan ilmu pengetahuan, mujahadah, dan kesabaran. Semoga Allah taala memberikan pahala kepada penerjemahnya.


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Bustanul Arifin | Imam An Nawawi" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Risalatul Murid | Imam al-Haddad

Terjemah Risalatul Murid | Imam al-Haddad

Terjemahan
Adabul Murid

Terjemah Risalatul Murid | Imam al-Haddad


BBuku Petunjuk Jalan Thariqat Bagi sesiapa yang ingin memilih kebersihan dari kekotoran dan Khas bagi Murid yang Mempunyai Keinginan Hakiki Untuk Menuju Kepada Allah swt & Rasulullah saw Panduan yang harus dilaksanakan supaya tercapai maksud “Hati” Terjemah Kitab Risalatul Murid Oleh: Imam Habib Abdullah Alwi Haddad

Pengantar Pentafsir:


Segala puji bagi Allah, tiada illah yang berhak disembah dengan sebenar melainkan Dia. Shalawat dan Salam semoga tercurah atas Penutup para Rasul dan Nabi, Muhammad saw, atas keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kemudian kelak.

Amma ba’du, Alhamdulillah, dengan rahmat pertolongan Allah dapat diakhiri penafsiran kitab “Risatul Murid” karangan Al-Quthb Aqthob Wal Ghouts Al-Habib Abdullah bin Alwi AlHaddad ra yang telah diterjemahkan bahasa oleh Syed Ahmad Semait. Kami mengucupkan syukur kepada Allah Taala yang telah memberi taufiq pada Syed Ahmad Semait didalam jasanya meluangkan masa sehingga selesailah terjemahan bahasa oleh beliau atas pertolongan dan keizinan dari Allah jua. Semoga Allah Taala merahmati beliau atas jasa dan niat baik beliau dan mengumpulkan beliau didalam kumpulan orang-orang yang ‘bahagia’.

Dengan ini kami ingin mengambil kesempatan untuk mengenalkan sedikit tokoh yang agung bagi mereka yang belum mengenali beliau, walaupun kami yakin bahwa seluruh makhluk dibumi ini sudahpun mengenali latar belakang seorang manusia yang mencintai Allah dan RasulNya dan Allah serta RasulNya mencintai beliau ra.

Isi Kandungan


  1. Pengantar Pentafsir
  2. Muqadimmah
  3. Pendahuluan
  4. Masalah Thariqat
  5. Bagaimana Memelihara Rahasia Kebatinan Itu?
  6. Taubat
  7. Memelihara Diri Dari Dosa
  8. Memelihara Hati
  9. Mencegah Seluruh Anggota Dari Maksiat
  10. Bencana Lisan
  11. Bencana Telinga Dan Mata
  12. Sentiasa Dalam Taharah
  13. Memperbanyak Yang Dianjurkan Dan Menjauhi Yang Dilarang
  14. Solat Tahajjud Di Tengah Malam
  15. Memelihara Solat Lima Waktu
  16. Roh Ibadat
  17. Melazimkan Jumaat Dan Jamaah
  18. Peranan Zikir
  19. Lazimkan Diri Bertafakur
  20. Bagaimana Menolak Sifat Malas Untuk Bertaat
  21. Jalan Menuju Kepada Allah
  22. Kategori Nafsu
  23. Ujian Hidup Fakir
  24. Pembahagian Rezki
  25. Jangan Panjang Harapan
  26. Bersabar Terhaddap Penganiayaan Orang
  27. Jangan Takutkan Manusia
  28. Mukasyafah (Pengingkapan) Rahasia
  29. Hakikat Keramat
  30. Sentiasa Menyangka Baik Terhadap Tuhan
  31. Hukum Mencari Reski
  32. Teman Yang Baik
  33. Perhubunganmu Dengan Seorang Syeikh
  34. Meletakkan Kepercayaan Kepada Syeikh
  35. Syeikh Yang Kamil
  36. Mencari Syeikh Yang Tulen
  37. Penutup Bicara
  38. Sifat Seorang Murid

Tentang Al-Habib Abdullah Al-Haddad;


Al-Arifbillah Quthbil Anfas Al-Imam Habib Umar bin Abdurrohman Al-Athos ra mengatakan; “Al-Habib Abdullah Al-Haddad ibarat pakaian yang dilipat dan baru dibuka di zaman ini, sebab beliau termasuk orang terdahulu, hanya saja ditunda kehidupan beliau demi kebahagiaan umat di zaman ini (abad 12 H)”.

Al-Imam Arifbillah Al-Habib Ali bin Abdullah Al-Idrus ra mengatakan; “Sayyid Abdullah bin Alwy Al-Haddad adalah Sultan seluruh golongan Ba Alawy”.

Al-Imam Arifbillah Muhammad bin Abdurrahman Madehej ra mengatakan; “Mutiara ucapan Al-Habib Abdullah Al-Haddad merupakan obat bagi mereka yang mempunyai hati cemerlang sebab mutiara beliau segar dan baru, langsung dari Allah swt. Di zaman sekarang ini jangan tertipu dengan siapapun, walaupun sudah melihat dia sudah memperlihatkan banyak melakukan amal ibadah dan menampakkan karamah, sesungguhnya orang zaman sekarang tidak mampu berbuat apa-apa jika mereka tidak berhubungan dengan Al-Habib Abdullah AlHaddad kerana Allah swt telah menghibahkan kepada beliau banyak hal yang tidak mungkin dapat diukur.”

Al-Imam Abdullah bin Ahmad Bafaqih ra mengatakan; “Sejak kecil Al-Habib Abdullah AlHaddad bila matahari mulai menyising, mencari beberapa masjid yang ada di kota Tarim untuk sholat sunnah 100 hingga 200 raka'at kemudian berdoa dan sering membaca Yasin sambil menangis. Al-Habib Abdullah Al-Haddad telah mendapat anugrah (fath) dari Allah sejak masa kecilnya”.

Sayyid Syaikh Al-Imam Khoir Al-Diin Al-Dzarkali ra menyebut Al-Habib Abdullah Al-Haddad sebagai fadhillun min ahli Tarim (orang utama dari Kota Tarim).

Download


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Risalatul Murid | Imam al-Haddad" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini


Terjemah Aafatul Ilmi - Bencana Ilmu

Terjemah Aafatul Ilmi - Bencana Ilmu

Terjemahan Kitab
Aafatul Ilmi

Bencana Ilmu


BBuku yang ada di hadapan kita, Afaatul Ilmi, bisa disebut sebagai buku panduan praktis bagi para ulama dan para penuntut ilmu. Di dalam buku ini dikupas pelbagai hal yang dapat mengubah ahli ilmu menjadi iebih buruk daripada orang-orang yang jahil. Pelbagai hal itulah yang disebut Afaat alias bencana. Banyak hal, baik yang berkaitan dengan karakter, akhlak atau perbuatan, bahkan juga kondisi hati, yang bila tidak diantisipasi, dapat menjadi kendala seorang ulama atau penuntut ilmu dalam memfungsikan ilmunya sebagai jalan menuju ketakwaan, sekaligus jalan menuju surga.

Banyak di antara hal-hal tersebut yang terlalu samar untuk dipahami oleh orang-orang yang tidak memiliki kewaspadaan menghadapi godaan setan, oleh orang-orang yang miskin terhadap keikhlasan. Oleh sebab itu, saat membaca tulisan ini, setiap yang memiliki kejemihan hati dan perasaan, pasti akan menangkap pelbagai penyuluhan dan sentuhan ilmiah serta nasihat yang amat menyentuh qalbu, atau menggugah perasaan.

Penulis, dengan demikian cerdik, membahas pelbagai penyakit hati seperti takabur, ujub, riya dan sejenisnya, dalam sebuah sajian yang amat mudah dinikmati secara reni;ah oleh setiap orang yang dalam kesehariannya bergulat dengan ilmu. Siapapun, dengan kapasitas ilmu yang sehebat apapun atau seringan apapun, pasti akan mudah terketuk alam sadarnya dengan membaca buku ini, untuk Iebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana-bencana yang merusak keilmuan, memilik kehidupan pemilik keilmuan bahkan merusak setiap orang yang berinteraksi dengan orang-orang berilmu. Sajiannya yang praktis dan bahasanya yang mudah dan gamblang serta mengikat, membuat buku ini sangat layak dijadikan buku pegangan setiap Muslim.

Akhir dari pemyataan kcimi terhadap buku ini adalah, sangat luar biasa. Karena tulisan ini, dengan pelbagai nilai praktisnya, mampu membentuk karakter yang Iebih baik pada dirt setiap Muslim. Perbaikan hati, terlihat menjadi target utama dalam ulasan buku ini. Dan memang, hanya dengan hati yang bersih, setiap ulama dan penuntut ilmu, dapat selamat dari jeratan dan jebakan Iblis serta beda tentaranya. Pematangan ruhani, menjadi tujuan lain yang tidak kcilah penting dalam pelbagai ulasannya. Karena hanya dengan kematangan itu, setiap orang berilmu menjadi sadar, bahwa dirinya diciptakan bukan untuk menjadi korban dari ilmunyasendiri. Wallahu A'lam.

Aafatul Ilmi


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Aafatul Ilmi - Bencana Ilmu" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Kitab Bahjatul Wasail | Syaikh Nawawi al-Bantani

Kitab Bahjatul Wasail | Syaikh Nawawi al-Bantani

Download Kitab
Bahjatul Wasail Syaikh Nawawi

Kitab Syarah Risalatul Jaamiah

KKitab Bahjatul Wasail karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani (w. 1314 H.) menjelaskan kitab ar-Risalah al-Jamiah (الرسالة الجامعة بين اصول الدين والفقة والتصوف) karya as-Sayyid Ahmad ibn Zayn al-Habsyi (1069-1145H). Dalam kitab Bahjatul Wasail ini, diuraikan penjelasan atas teks-teks yang ada dalam matan kitab Risalatul Jamiah atau kitab al-Masail secara terperinci yang mengulas pengetahuan mendasar mengenai Agama Islam untuk setiap muslim, yakni tauhid, fikih dan akhlak. Sebagai informasi tambahan, Syekh Muhammad Nawawi juga memasukkan dalil naqli dari Al-Quran dan Hadits dan beberapa pendapat ulama mazhab dan ucapan tokoh-tokoh sufi.

Nama lengkap Syaikh Nawawi al-Bantani adalah Al-Syaikh al-‘Allamah Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi al-Bantani al-Jawi al-Syafi’i al-Qadiri (1230-1314H / 1815- 1897 ).

Kandungan Kitab Bahjatul Wasail Sebagaimana judulnya, kitab ini mengandung penjelasan mengenai tiga bidang utama ilmu Agama Islam, yaitu: Usuluddin atau Aqidah, Fiqh atau Ubudiyah dan Tasawuf atau Akhlakul Karimah. Pembahasan kitab Bahjatul Wasail ini menyentuh asas-asas keimanan, rukun Islam, dan pokok-pokok ibadah yang meliputi shalat, puasa, zakat, haji dan mengenai inti akhlak – tasawuf meliputi memelihara hati dan anggota tubuh, yang disertai nas Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Mempelajari dan mengamalkan kandungan isi kitab Bahjatul Wasail ini insya Allah akan dapat meningkatkan kesempurnaan iman, Islam dan ihsan hingga mencapai tingkat muttaqin. Perlu diingat, bahwa tiga bidang ilmu itu merupakan satu kesatuan yang harus diresapi dan dijiwai oleh setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ucapan, perbuatan, gerak-gerik, dan tingkah laku kita dalam kehidupan benar-benar bernafaskan ruh Islam. Sebab ada keterangan yang menyatakan: “Siapa mengamalkan fiqih tanpa tasawuf, maka dia zindiq, dan siapa yang bertasawuf disertai fiqih maka benarlah dia.”

Bahjatul Wasail

بهجة الوسائل بشرح مسائل 


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Kitab Bahjatul Wasail | Syaikh Nawawi al-Bantani" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemahan Kitab Hilyatul Auliya 26 Jilid PDF Lengkap

Terjemahan Kitab Hilyatul Auliya 26 Jilid PDF Lengkap

Hilyatul Auliya

TERJEMAHAN HILYATUL AULIYA


Diantara banyaknya kitab-kitab yang mengisahkan tentang perjalanan hidup, siroh, thabaqot, sejarah para Salaf, salah satu diantaranya adalah kitab yang bernama: Hilyatul Auliya wa Thabaqatul Asyfiya (Perhiasan para wali dan tingkatan orang-orang suci), sebuah kitab ensiklopedi Islam yang memaparkan sejarah dan biografi para ulama Salaf terdahulu secara detail. Dengan membawakan hadits dan atsar beserta sanad-nya. Kitab ini mencerikan sejarah hidup generasi para Ulama dan para Wali yang hidup mulai dari generasi Shahabat, Tabiin, tabiut tabiin dan seterusnya dari ulama-ulama Ahlu Sunnah.

Kitab ini disajikan dengan sistematika penyajian klasik, karena semua kisah dan biografi para Ulama di Kitab ini, disampaikan dan diceritakan menggunakan hadits dan atsar lengkap, sehingga validitas dan keotentikan isi ceritanya pun bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiyah lewat studi hadits dan atsar. Oleh karena itu buku ini menjadi referensi utama dalam disiplin ilmu Sejarah.

Kitab Hilyatul Auliya wa Thabaqatul Asyfiya, ini ditulis oleh Al Imam Abu Nu'aim Al Asfahani -rahimahulloh. Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Abdullah bin Ahmad Al-Ashfahani. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Abu Nu’aim al Ashbahani. Nama Ashbahan yang menjadi nisbat pada namanya, merupakan sebuah kota yang terletak di Negara Iran. Kadang, dikenal juga dengan sebutan Ashfahan. Abu Nu’aim sendiri memiliki nama asli yaitu, Ahmad bin ‘Abdullah bin Ahmad bin Ishaq bin Musa bin Mihran. Dia dilahirkan pada bulan Rajab 336 H. Ada juga yang berpendapat, ia lahir tahun 334 H. Dan beliau meninggal pada 20 Muharram 430 H dalam usia 94 tahun. Demikian berdasarkan paparan para ulama yang menuliskan biografinya. Usia beliau banyak dihabiskan dengan belajar, mengajar dan menulis.

Dari perhatian sang ayah yang sangat besar kepadanya, sejak usia beliau masih belia, Abu Nu’aim telah menjelajahi dunia belajar dan mencari ilmu Agama. Maka berkat penguasaan ilmu dan kemampuan ilmiahnya, tak ayal, berbagai gelar "imam, ats-tsiqah, ‘allamah serta Syaikhul Islam" telah tersematkan kepadanya. Sampai-sampai Imam adz-Dzahabi menyatakan,”Tokoh-tokoh ilmu dunia telah memberikan ijazah baginya pada tahun 340-an H, padahal usianya baru 6 tahun.” Dia mendapatkan ijazah (rekomendasi untuk meriwayatkan) dari banyak ulama, tanpa ada orang lain yang menyamainya. Abu Muhammad bin Faris, adalah orang pertama yang memberikannya.


HILYATUL AULIYA LENGKAP 26 JILID

DOWNLOAD 
TERJEMAHAN KITAB HILYATUL AULIYA LENGKAP  26 JILID


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemahan Kitab Hilyatul Auliya 26 Jilid PDF Lengkap" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Kaifa Tarfa'u Darajataka Fil-Jannah

Terjemah Kaifa Tarfa'u Darajataka Fil-Jannah

Amalan Meraih Surga

Mencapai Derajat Surga


Hampir semua orang ingin menjadi juara dalam hidupnya. Mereka berlomba-Iomba mendapatkan keinginan duniawinya! Tidak jarang mereka saling sikut dan menghalalkan segala cara. Berlomba berebut jabatan dan kekuasaan, mencari kesenangan syahwat dan hawa nafsunya, popularitas, atau kekayaan. Mereka rela mengorbankan segalanya untuk menjadi juara dunia.

Namun, sudahkah kita berlomba untuk menjadi juara akhirat? Sudahkah kita mengorbankan segalanya demi mendapatkan kemenangan dan kesuksesan akherat? Kemenangan dan kesuksesan yang hakiki nan abadi? Bagaimana caranya? Bagaimana kiat-kiat menjadi juara akherat yang akan mendapatkan tropi derajat tertinggi di surga? Simak jawabannya dalam buku Sehari di Taman Surga tulisan Dr. Muhammad bin Ibrahim An-Nu`aim. Dalam bukunya ini, penulis mengajak pembaca berlomba mendapatkan derajat tertinggi di surga. Perlombaan untuk mencari banyak juara.

Sebagian orang beranggapan bahwa surga itu hanya satu dan sangat luas, padahal ia sangat banyak dan bertingkat-tingkat. Penghuninya menempati tingkat yang berbeda sesuai dengan tingkat keutamaannya. Semakin tinggi tingkatan penghuni surga, kenikmatan yang didapat juga lebih banyak.

"Sesungguhnya para penghuni tingkatan-tingkatan yang tinggi di surga akan terlihat oleh penghuni yang berada di bawahnya laksana bintang-bintang di ufuk langit. Dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk di antara mereka dan sangat bahagia." (Al-Hadis).

Bagaimana cara meraih tingkatan tertinggi di surga itu?

Buku ini menguraikan amalan-amalan yang dapat membawa kita meraih tingkatan tertinggi surga tersebut. Penulis buku ini juga menjabarkan tentang tingkatan surga dengan keistimewaannya masing-masing. Ulasannya yang sangat mudah dicerna membuat buku ini sungguh menarik dan amal bermanfaat untuk dibaca.

Dalam bukunya ini, penulis mengajak pembaca berlomba mendapatkan derajat tertinggi di surga. perlombaan untuk mencari banyak juara.

Secara panjang lebar, penulis memaparkan sekian banyak amalan sebagai ajang perlombaan kita, amalan-amalan yang bisa mengangkat derajat seseorang di surga. Sebaliknya, penulis juga mengingatkan kita beberapa amalan yang bsia menurunkan derajat seseorang di surga.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Kaifa Tarfa'u Darajataka Fil-Jannah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Mawaridul Aman | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Terjemah Mawaridul Aman | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Ighatsatul Lahfan

Ighatsatul Lahfan min Mashasyidisy Syaithan


Banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang memperingatkan kita dari bahaya syetan. Demikian pula halnya dengan Al-Hadits. Sehingga hal tersebut bermanfaat bagi orang yang diberi taufiq oleh Allah pada kebaikan, sehingga ia menjauhi berbagai perangkapnya, sebagai bentuk kewaspadaan dari setiap bahaya yang bakal menimpanya.

Para ahli ilmu dan pemimpin agama senantiasa terus-menerus menjelaskan berbagai talbis (perancuan) yang dilakukan oleh syetan, juga senantiasa memperingatkan dari penyesatannya. Karena itu, mereka mengarang banyak karya, sehingga orang-orang terdahulu banyak mengambil manfaat darinya, demikian pula orang-orang yang akan datang kemudian.

Di antara berbagai karya yang bermanfaat tersebut, yang kejelasannya bagai cahaya yang terang-benderang, adalah kitab Ighatsatul Lahfan min Mashasyidisy Syaithan, ini adalah sebuah kitab yang lebih manis dan lebih memikat daripada sesuatu yang paling disukai manusia. la dikarang oleh seorang imam Ahlus-Sunnah An-Nabawiyah. Beliau adalah Syamsyuddin Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Beliau seorang imam besar yang masyhur. Karya-karya beliau tetap beredar sepanjang zaman.

Sedang kitab ini (Ighatsatul Lahfan min Mashasyidisy Syaithan) adalah termasuk karya beliau yang paling baik dan paling bermanfaat. Bahkan termasuk di antara karya-karya terbaik dan paling utama (yang pernah dilahirkan oleh manusia sepanjang masa).

Kitab ini telah dinisbatkan kepada pengarangnya (Ibnu Qayyim) oleh semua orang yang menulis biografi tentang Ibnu Qayyim, seperti Ibnu Rajab dalam Dzailu Thabaqatil Hanabilah, Ibnul Ammad Al-Hanbali dalam Syadzaratudz Dzahab, Asy-Syaukani dalam Al-Badruth Thali', Haji Khalifah dalam Kasyfudz Dzunun, Shiddiq Hasan Khan dalam At-TajAlMukallil dan lainnya. Di antara mereka menyebutkan nama kitab tersebut secara lengkap dan sebagian lain menyebutnya dengan nama Masyayidisy Syaithan.

Mengingat begitu panjangnya pembahasan kitab ini, seorang ulama kontemporer, masih muda, sangat produktif dan dikenal karena keluasan ilmunya, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, dengan sangat hatihati berinisiatif meringkas sekaligus memberinya catatan kaki, sampai kemudian terbitlah ringkasan itu menjadi sebuah kitab yang beliau beri judul Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan. Ia berisikan inti serta pilihan-pilihan dari kandungan kitab aslinya. Jika kitab Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan itu diibaratkan lautan yang menyimpan begitu banyak kekayaan, maka Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan adalah kumpulan mutiara-mutiaranya.

Ibnu Qayyim menghimpun dalam kitab ini berbagai bidang ilmu. Maka Anda melihat dalam (1/32) **’ beliau mengupas tentang

  • Ushul Fiqh.
  • Dalam (1/45) beliau membantah orang-orang mutakallimin.
  • Dalam (1/32,50) tentang Ilmu Tafsir.
  • Dalam (1/50) tentang Ilmu Nahwu.
  • Dalam (1/46) tentang makna-makna bahasa.
  • Dalam (1/28) keterangan tentang sebagian hadits-hadits.
  • Dalam (1/55) tentang sifat-sifat Allah.
  • Dalam (1/56) tentang qadar.
  • Demikianlah, kitab ini memiliki manfaat ilmiah yang sangat banyak, tidak mengetahui seberapa kualitas kemanfaatannya kecuali orang yang memahami ilmu dan nilainya.
  • Selanjutnya Anda melihat pada (1/57) beliau bertanya kepada syaikhnya, lalu beliau meringkaskan jawabannya kepadanya.
  • Dalam (1/17) beliau menyebutkan beberapa diskusinya dengan para dokter kepala dalam berbagai persoalan.

Al-Alusi dalam Ghayatul Amani berkata, "Kitab ini adalah kitab terkenal di antara kitab-kitab Sunnah. Di dalamnya sang pengarang meletakkan berbagai pasal yang amat penting dan dengannya ia menghancurkan talitali syetan, berbagai senjata, bisikan dan tipu dayanya. Karena itu tentara syetan akan terbirit-birit karenanya, dan akan gelisah para penolong dan wali syetan, dan Allah tidak akan memperbaiki perbuatan orang-orang yang merusak."

Semua ini menunjukkan keluasan wilayah keilmuan dan pengetahuan beliau -Rahimahullah-, juga menunjukkan kejelian beliau dalam menulis dan mengarang.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Mawaridul Aman | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Terjemah Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah


Jalan Orang Salih Menuju Surga


Buku ini adalah salah satu mutiara karya Ibnu Al-Qayyim. Buku ini merupakan hasil dari tour dan wisata pemikiranya, ekstrak dari kejernihan akal pikiran dan intelektualnya, untaian mutiara yang dirajutnya, faedah-faedah yang sebelumnya tersebar berserakan lalu ia susun dan rapikan, untaian butir-butir permata yang sebelumnya tertutupi lalu ia nampakkan, untaian hikmah yang tersembunyi lalu ia tebarkan.

Kitab yang ditulis oleh Ibnu Qayyim ini merupakan sebuah kitab rujukan populer dalam mendalami hubungan antara hamba yang shalih dengan Allah subhanahu wa ta'ala selaku Tuhanya. Ibnu Qayyim Al-jauziyyah memfokuskan kajian pada dimensi yang lebih bersifat bathin yang menyangkut hubungan antara hama yang shalih dengan Allah subhanahu wa ta'ala selalu Rabb (Tuhan) dan Sembahanya (Illah) yang mana bila hubungan tersebut berjalan serius dan intim maka Surga akan menjadi "mahar" yang akan Allah berikan padanya atas kesetiaanya (ketakwaannya) selama ia menjalin rangkaian cobaan yang Allah berikan selama ia hidup di dunia yang tak berlangsung lama ini untuk melihat seberapa kuatnya dan tulusnya cintanya kepada-Nya

Fa Lillahi darruhu (ini adalah ungkapan pujian dan takjub yang jika secara literal artinya adalah: prestasinya itu sejatinya tidak lain adalah karena Allah SWT, betapa istimewanya ia) dan hanya Allah SWT yang menjamin pahalanya.

Daftar isi Terjemah Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain:

  1. Bab 1 : Potensi keilmuan dan amal perbuatan
  2. Bab 2 : Awal mula perjalanan menuju Allah
  3. Bab 3 : Kekasih yang mengingat kekasihnya
  4. Bab 4 : Memohon ampun kepada Allah
  5. Bab 5 : Fokus kepada Allah
  6. Bab 6 : Menyempurnakan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Taala
  7. Bab 7 : Jiwa ragaku hanya kupersembahkan kepada-Mu
  8. Bab 8 : Siapa sebenarnya yang berkehendak, Tuhan atau manusia?
  9. Bab 9 : Menenangkan jiwa yang gelisah dan menghancurkan segala macam duka lara
  10. Bab 10: Jalan filsafat atau jalan wahyu, mana yang lebih kritis?
  11. Bab 11: Manisnya zuhud
  12. Bab 12: Dahsyatnya tawakkal
  13. Bab 13: Nikmatnya sabar
  14. Bab 14: Nikmatnya berhubungan dengan Allah tanpa ada yang mengetahui
  15. Bab 15: Misteri cermin cinta ilahi
  16. Bab 16: Cinta dan pengorbanan
  17. Bab 17: Menyelami samudra cinta yang tak bertepi
  18. Bab 18: Cinta Allah kepada hamba-Nya yang tak pernah sirna
  19. Bab 19: Manisnya rindu kepada Allah
  20. Bab 20: Perbedaan antara cinta dan rindu?
  21. Bab 21: Tingkatan-tingkatan hamba Allah di akhirat
  22. Tingkatan pertama : Para rasul yang disebutkan dalam Alquran
  23. Tingkatan kedua : Para rasul selain yang disebutkan dalam Alquran
  24. Tingkatan ketiga : Para Nabi
  25. Tingkatan keempat : Para pewaris dan pengganti para Rasul
  26. Tingkatan kelima : Para pemimpin dan perwakilannya yang adil
  27. Tingkatan keenam : Para mujahid
  28. Tingkatan ketujuh : Dermawan, suka sedekah dan suka berbuat baik kepada manusia
  29. Tingkatan kedelapan : Orang yang Allah bukakan pintu kebaikan kepadanya
  30. Tingkatan kesembilan : Orang-orang yang melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan
  31. Tingkatan kesepuluh : Orang-orang yang lalai dan melakukan dosa besar namun masih sempat bertaubat
  32. Tingkatan kesebelas : Orang-orang yang mengerjakan amal saleh sambil berbuat dosa
  33. Tingkatan kedua belas : Orang-orang yang amal kebaikannya sama dengan amal keburukannya
  34. Tingkatan ketiga belas : Orang-orang yang sering berbuat bencana dan malapetaka
  35. Tingkatan keempat belas :Sekelompok orang yang sama sekali tidak taat dan tidak pula berbuat maksiat.
  36. Apakah anak kecil yang lahir dari kalangan non muslim masuk surga atau masuk neraka?
  37. Tingkatan kelima belas : Kafir Zindiq
  38. Tingkatan keenam belas : Para pemimpin dan pemuka orang-orang kafir serta penyeru mereka
  39. Besarnya kekafiran yang mengharuskan besarnya siksa, didasarkan pada tiga hal
  40. Tingkatan ketujuh belas : Orang yang mengikuti mereka, orang-orang kafir yang bodoh dan orang-orang yang mengikuti mereka
  41. Tingkatan kedelapan belas : Kelompok kelas dari bangsa jin
  42. Apakah jin kafir masuk neraka?
  43. Apakah jin muslim masuk surga?

Semoga terjemahan Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain akan bermanfat bagi siapapun yang mengarungi dan mencari jalan dua kebahagiaan dunia dan akhirat.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Thoriqul Hijrotain wa Babus Sa'adatain | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Uddatush Shabirin | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Terjemah Uddatush Shabirin | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Uddatush Shabirin

"Bekal Untuk Orang-orang yang Sabar" adalah sebuah buku yang menggugah hati dan memberikan inspirasi bagi para pembacanya. Ditulis dengan penuh kebijaksanaan dan kehangatan oleh penulis yang berpengalaman, buku ini menawarkan pandangan yang dalam tentang pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Buku yang ada di hadapan kita ini adalah salah satu di antara buku-buku yang sangat bernilai tersebut. Buku ini menerangkan keutamaan sabar, macam-macam sabar dan tingkatan-tingkatan kesabaran, serta faktor-faktor yang membantu manusia untuk bersabar, berikut hal-hal lain yang tidak kalah pentingnya.

Salah satu hal yang membuat buku ini istimewa adalah pendekatannya yang praktis dan relevan. Penulis tidak hanya mengajak pembaca untuk memahami arti sebenarnya dari kesabaran, tetapi juga memberikan strategi dan saran konkret tentang bagaimana mengasah kemampuan ini dalam kehidupan sehari-hari. Dari menghadapi kesulitan dalam hubungan pribadi hingga menghadapi tantangan di tempat kerja, buku ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana kesabaran dapat menjadi senjata utama dalam mengatasi berbagai situasi.

Selain itu, buku ini juga menyoroti nilai-nilai seperti ketenangan pikiran, pengendalian diri, dan rasa syukur sebagai bagian integral dari kesabaran. Dengan menggunakan contoh kehidupan nyata dan cerita inspiratif, pembaca diingatkan akan kekuatan yang dimiliki oleh mereka yang mampu bersabar dalam menghadapi ujian kehidupan.

Setiap Muslim memang hendaknya menghiasi dirinya dengan kesabaran karena Allah beserta orang-orang yang sabar. Allah swt berfirman: "sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal: 46)

Jika Anda memperhatikan ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi s.a.w yang membahas tentang kesabaran, niscaya anda mendapati betapa Allah s.w.t memberikan orang yang bersabar karunia yang berlimpah tiada terkira.

Setelah berbicara tentang pahala kesabaran, al-Qur'an juga memberitahukan kepada kita tentang banyak hal lain. Salah satunya adalah bahwa sabar itu lebih baik bagi pelakunya, dan orang yang bersabar lagi bertakwa tidak akan terperdaya oleh tipu daya musuh.

Karena itulah, Allah berpesan kepada hamba-hamba_Nya untuk meminta tolong kepada sabar dan shalat dalam menghadapi aneka keburukan dunia serta dalam beragama. Secara umum, buku ini merupakan buku bernilai yang mengupas tentang kesabaran dan orang-orang yang sabar.

Dengan gaya penulisan yang lugas dan ramah, "Bekal Untuk Orang-orang yang Sabar" cocok untuk semua kalangan pembaca, baik yang sedang mencari motivasi untuk menghadapi masa sulit maupun yang ingin meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pengembangan sikap sabar. Buku ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dorongan positif yang dapat membantu pembaca meraih kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidup mereka.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Uddatush Shabirin | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Minhajul Abidin : Jalan Para Ahli Ibadah (Imam Al-Ghazali)

Terjemah Minhajul Abidin : Jalan Para Ahli Ibadah (Imam Al-Ghazali)

Minhajul Abidin

Terjemah Minhajul Abidin Imam Al-Ghazali


Jalan ibadah adalah jalannya para Hamba-Hamba Allah yang telah diberikan karunia dan nikmat abadi walau masih beada di alam Dunia yang fana, Jalan Ibadah adalah jalan yang akan menghantarkan Hamba ke jalan menuju surga yang kekal. Jalan Ibadah amatlah terasa indah, seindah hati para abidin (ahli ibadah) yang dijalankan dengan ikhlas dan ihsan. Inilah jalannya para nabi, para auliya, para shalihin dan mukhlisin.

Tapi, jalan menuju ke surga itu bukanlah jalan yang mudah, bahkan dihiasi oleh sesuatu yang bersebrangan dengan hawa nafsu dan akan susah dilalui oleh hamba-hamba yang mudah tergoda dunia dan lainnya. Berbagai jebakan menghadang, siap menarik seorang hamba ke lubang maksiat, hingga terus menjauh dari tujuan, ibadahnya, Rasulullah saw. bersabda; Ketahuilah, bahwa (jalan menuju) surga itu penuh rintangan dan lika-liku, sedangkan jalan ke neraka itu mudah dan rata.

Melalui kitab yang bernama Minhaajul 'Asbidin ini, karya Hujjatul Islam Imam al-Ghazali, ulama besar di bidang ilmu tasawuf dan fiqih, membagi perjalan seorang ahli ibadah itu dalam tujuh tahapan. Ini adalah risalah bimbingan yang menjadi wasiat terakhirnya bagi umat ini, karena tak lama kemudian sang hujjatul Islam Imam Al-Ghazali ini meninggalkan dunia, menghadap Tuhan yang terus-menerus ia rindukan.

Imam Al-Ghazali memaparkan jalan-jalan penting dalam menjalani Ibadah bagi kita agar selalu waspada terhadap setiap godaan dan jebakan yang ada, dan agar dapat segra keluar bila kita telah masuk ke dalam perangkap itu. Dan manakala seorang hamba mampu.

Terjemahan kitab ini mengajak kita untuk merenungi dan mendalami kesempurnaan dalam beribadah dan mengetahui berbagai tahapan dalam mencapai kesmpurnaan ibadah. Berbagai tahapan yang dimaksud meliputi tujuh hal, yaitu tahapan ilmu dan makrifat, tahapan taubat, mengetahui godaan-godaan ibadah, penghalang-penghalang, pendorong-pendorong, dan perusak-perusak ibadah, serta tahapan pujian dan syukur (al-hamd wa asy-syukr).



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Minhajul Abidin : Jalan Para Ahli Ibadah (Imam Al-Ghazali)" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Nashaihul Ibad | Syaikh Nawawi Al-Bantani

Terjemah Nashaihul Ibad | Syaikh Nawawi Al-Bantani

Nashaihul Ibad


Kitab Nashaihul Ibad


Sesuai dengan namanya kitab Nahsihul ‘Ibad adalah salah satu kitab yang bertemakan nasehat-nasehat bagi hamba-hamba dalam menjalankan Agama Islam dalam kategori ranah tasawuf yang dalam penyajiannya sangat sederhana tetapi bermakna dan langsung pada inti masalah, sehingga memudahkan setiap pembaca untuk memahaminya.

Matan Kitab ini berisikan Al-Qur'an, Hadits dan Juga Atsar dan juga kalam Ulama yang dihimpun oleh Syaikh Ibnu Hajar Al-Asqalani yang kemudian diberikan penjelasan atau syarah oleh Syaih Nawawi Al-Bantani

Isi kitab ini berisikan jawaban akan kebutuhan spiritual seorang muslimsehari-hari dalam menjalankan agamanya. Didalamnya berisikan 1055 nasihat-nasehat yang disusun secara numerik berurutkan Nomer atau Jumlah Nasehat yang bersumber dari Alquran, hadis, dan ucapan para sahabat serta ulama salaf.

Kitab ini didalamnya terdapat kandungan makna yang begitu mendalam dan kajian hakikatnya yang begitu luhur, sehingga jika dipahami secara mendalam dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bisa mengantarkan seseorang hamba kepada tingkat kesucian hati, kebersihan jiwa, dan kebaikan budi pekerti, serta akan mengantarkan kita akan pentingnya memahami makna hidup yang sejati.

Buku Bekal Menjadi Kekasih Allah ini adalah referensi wajib yang harus dimiliki oleh para pendamba jalan kebaikan, kebahagiaan, dan keselamatan. Ketika seseorang sudah setiap waktu mendahulukan kekasihnya, maka secara otomatis kekasihnya akan mencintainya. Kekasih akan melihat pengorbanan kekasihnya itu. Insya Allah, banyak kesempatan untuk menjadi kekasih Allah di masa kini.

Kitab ini bisa memberikan kita banyak wawasan dan renungan-renungan dalam memahami hidup, berperilaku serta bagaimana menyikapi coba'an dan ujian dan juga berbagai masalah lainnya. Buku ini dikemas dengan bahasa yang singkat dan padat, menarik dan juga sangat menyenangkan untuk dikaji oleh siapapun.

Buku Nashaihul 'ibad ini ditulis oleh Syekh Nawawi al-Bantani, seorang ulama Nusantara yang telah banyak menghasilkan karya-karya besar dan terkenal dalam khazanah keilmuan agama Islam dari berbagai macam Bidang Ilmu. Dan tahukah? Syekh Nawawi Ulama berasal Indonesia yang menjadi pengajar sekaligus imam Masjidil Haram selama lebih dari 10 tahun .Syaikh Nawawi lahir di Tanara, serang, Banten, pada tahun 1813 M dan dijuluki Nawawi Shogir dan bapak kitab kuning Indonesia.

Berbeda dengan kitab-kitab lain yang pada umumnya memuat kitab berdasarkan kekhususan materi, seperti bab sabar; berisi segala bahasan perkara sabar, bab syukur, bab amanah dan demikian selanjutnya yang susun berdasarkan tema khusus, maka buku Nashoihul ibad ini berbeda. Setiap bab nya disusun berdasarkan keseragaman jumlah poin yang akan dibahas.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Nashaihul Ibad | Syaikh Nawawi Al-Bantani" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Kitab At-Taubah Wa al-Inabah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Terjemah Kitab At-Taubah Wa al-Inabah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

At-Taubah Wa al-Inabah

Buku ini adalah salah satu bagian dari karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah (wafat 751 H.) yang berjudul Madarij as-Salikin Bainal Mandzil Iyyaka Na'budu Wa Iyyaka Nasta'in,. Banyak hikmah yang dapat kita petik dari isi buku ini, di antaranya kita dapat memahami hakikat taubat itu sendiri; menyesal dari perbuatan dosa yang telah dilakukan, berhenti total dari perbuatan dosa yang telah dilakukan, berhenti total dari perbuatan yang serupa, serta bertekad tidak mengulanginya lagi di masa mendatang. Dan cara-cara untuk bertaubat, karena tidak diterima taubat seseorang jika tidak memenuhi 3 syarat; Menyesal, Berhenti Total dan al-I'tidzar.

Buku berjudul asli at-taubah wa al-Inabah adalah syarah (penjelasan kitab) dari kitab yang berjudul Manaadzilus Sairin karya imam al-harwani. Ia sengaja menyajikan tema ini dalam buku tersendiri setelah melihat betapa pentingnua dan perlunya buku yang bertema tentang taubat. Selain itu, buku aslinya tidak menjelaskan ini kandungan yang terdapat di dalamnya.

Buku ini sangatlah tepat bagi Anda untuk dijadikan rujukan bagi siapa saja yang ingin memahami arti; hakikat dan cara seseorang jika hendak melakukan taubatan nasuha. terakhir, tujuan kami dalam menerbitkan buku ini adalah saling mengingati, dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena manusia sebagai insan yang kerapkali melakukan dosa tidak seharusnya berputus asa. Pintu ampunan Allah akan selalu terbuka untuk mereka jika mereka ingin bertaubat dengan taubat an-Nasuha. Taubat harus terus diperbaharui karena disadari atau tidak, manusia pasti akan terus melakukan dosa, baik besar atau kecil.

Semoga melalui buku ini, ada banyak siratan berkah, hikmah, dan manfaat yang dapat diambil dan diamalkan dalam kehiduan kita. Akhirnya, tidak ada kata yang paling berharga selain ucapat: selamat membaca!



DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Kitab At-Taubah Wa al-Inabah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Uqala Al-Majanin | Abu al-Qasim an-Naisaburi

Terjemah Uqala Al-Majanin | Abu al-Qasim an-Naisaburi


Kisah orang-orang yang dianggap gila


Kitab Kebijaksanaan Orang-orang Gila 500 Kisah Muslim Genius yang Dianggap dalam Sejarah Islam Ditulis 1.000 Tahun yang Lalu

Kitab ini ditulis atas perminta'an murid-muridnya, karena setiap kisah mengandung hikmah, dan banyaknya hikmalh yang datang dari orang gila dalam sejarah islam

Buku ini ditulis melalui periwayatan yang ketat dan dikumpulkan dari kisah-kisah nyata dan dari kisah orang-orang yang dijumpai oleh penulis

Keunggulan buku ini diterjemahkan oleh penerjemah propesional, ditulis dengan persyaratan yang ketat, diterjemahkan untuk pertama kali dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia, Buku pertama yang pernah ditulis tentang kisah-kisah orang yang dianggap gila dalam sejarah Islam

Abu al-Qasim an-Naisaburi


Pengarang Kitab ini adalah Abu al-Qasim al-Hasan bin Muhammad bin al-Hasan bin Habib an-Naisaburi (w. 406 H/1016 M) beliau lahir di Khurasan, wilayah timur Persia Kuno
Karya-karya

Karya-karya Abu a-Qasim al-Hasan bin Muhammad bin al-Hasan bin Habib an-Naisaburi

  1. At-Tanzil wa Tartibih
  2. Uqala al-Majanin
  3. Beberapa Kitab tentang Tafsir, Qira'at dan Sastra
  4. Gila dalam Budaya Arab

Arti Gila


Gila menurut Bahasa atau Secara Etimologi Gila (junun) berarti istitar (tertutup). Ketika orang Arab mengatakan Janna asy-syai'u yajunnu jununan Artinya: sesuatu itu tertutupi (istatara). Kalimat ajannahu ghairuhu ijnanan berarti sesuatu yang lain terlah tertutupi (satarahu).

Kata-kata Sinonim dengan kata Gila atau Majnun

  1. Al-ahmaq (dungu/bodoh)
  2. Al-ma'tuh Yaitu orang yang terlahir dalam kondisi gila
  3. Al-akhraq Yaitu orang yang tidak becus dalam menentukan dan mengatur
  4. Al-ma'iq. Kata kerjanya, aqa yamiqu Yang berarti bebal
  5. Array', yaitu orang dungu yang menghancurkan pendapat dan pikiranya sendiri

Macam-macam Orang Gila

  1. Al-ma'tu'h, yaitu orang yang terlahir dalam kondisi gila
  2. Al-mamrur, yaitu orang yang akal sehatnya terbakar
  3. Al-mamsus, Yaitu orang gila akibat dirasuki jin dan setan
  4. Al-asyiq, yaitu orang yang dibuat gila oleh rasa cinta

Kisah orang saleh dan cerdas yang dianggap Gila

Dianatara kisah tokoh yang disajikan diantaranya

  1. Uwais al-Qarni ra, Orang Islam pertama yang dicap gila. Nama lengkapnya Uwais bin Abi Uwais
  2. Abu Atha' Said al-Majnun, alias Sa'dun. Pria yang dianggap gila berasal dari Bashrah (Irak)
  3. Abu al-Hasan Ulayyan bin Badar al-Majnun Berasal dari Kufah, Irak
  4. Hayyan bin Hintam dari kota Bashrah
  5. Razam orang gila dari Tharsus
  6. Umru'ul Qais, Penyair gila dari suku Badui
  7. Habannaqah Orang gila di Qaisi
  8. Jassas, Pria gila dari Badui
  9. Rihanah, Perempuan gila di daerah Aballiyah
  10. Asiyah, Perempuan gila dari baghdad
  11. Hayyunah, Perempuan gila di daerah Ahwazi
  12. Salmunah, Perampuan gila di daerah Abadan

Salah satu pelajaran penting dari buku ini berdasarkankenyataan di atas tentu saja perhatian pada unsur-unsur kebatinan (bâthiniyyah], ketimbang hanya terpaku pada unsur-unsurpermukaan [zhahîriyyah).

Sebagai manusia biasa, kita memangcenderung menilai faktor-faktor lahiriah, sementara Tuhanlah yang menentukan aspek-as pek batiniah, sebagaimana dalam ungkapan, “Naitnu nağkumu bi azh-zhawâhir wa Allâh yaltkumu bi as-snroir.”Namun fokus pada aspek-aspek yang tampak saja, acapkali menjerumuskan kita pada kekeliruan.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Uqala Al-Majanin | Abu al-Qasim an-Naisaburi" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik