Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Imam al Haddad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imam al Haddad. Tampilkan semua postingan
Terjemah Risalatul Murid | Imam al-Haddad

Terjemah Risalatul Murid | Imam al-Haddad

Terjemahan
Adabul Murid

Terjemah Risalatul Murid | Imam al-Haddad


BBuku Petunjuk Jalan Thariqat Bagi sesiapa yang ingin memilih kebersihan dari kekotoran dan Khas bagi Murid yang Mempunyai Keinginan Hakiki Untuk Menuju Kepada Allah swt & Rasulullah saw Panduan yang harus dilaksanakan supaya tercapai maksud “Hati” Terjemah Kitab Risalatul Murid Oleh: Imam Habib Abdullah Alwi Haddad

Pengantar Pentafsir:


Segala puji bagi Allah, tiada illah yang berhak disembah dengan sebenar melainkan Dia. Shalawat dan Salam semoga tercurah atas Penutup para Rasul dan Nabi, Muhammad saw, atas keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kemudian kelak.

Amma ba’du, Alhamdulillah, dengan rahmat pertolongan Allah dapat diakhiri penafsiran kitab “Risatul Murid” karangan Al-Quthb Aqthob Wal Ghouts Al-Habib Abdullah bin Alwi AlHaddad ra yang telah diterjemahkan bahasa oleh Syed Ahmad Semait. Kami mengucupkan syukur kepada Allah Taala yang telah memberi taufiq pada Syed Ahmad Semait didalam jasanya meluangkan masa sehingga selesailah terjemahan bahasa oleh beliau atas pertolongan dan keizinan dari Allah jua. Semoga Allah Taala merahmati beliau atas jasa dan niat baik beliau dan mengumpulkan beliau didalam kumpulan orang-orang yang ‘bahagia’.

Dengan ini kami ingin mengambil kesempatan untuk mengenalkan sedikit tokoh yang agung bagi mereka yang belum mengenali beliau, walaupun kami yakin bahwa seluruh makhluk dibumi ini sudahpun mengenali latar belakang seorang manusia yang mencintai Allah dan RasulNya dan Allah serta RasulNya mencintai beliau ra.

Isi Kandungan


  1. Pengantar Pentafsir
  2. Muqadimmah
  3. Pendahuluan
  4. Masalah Thariqat
  5. Bagaimana Memelihara Rahasia Kebatinan Itu?
  6. Taubat
  7. Memelihara Diri Dari Dosa
  8. Memelihara Hati
  9. Mencegah Seluruh Anggota Dari Maksiat
  10. Bencana Lisan
  11. Bencana Telinga Dan Mata
  12. Sentiasa Dalam Taharah
  13. Memperbanyak Yang Dianjurkan Dan Menjauhi Yang Dilarang
  14. Solat Tahajjud Di Tengah Malam
  15. Memelihara Solat Lima Waktu
  16. Roh Ibadat
  17. Melazimkan Jumaat Dan Jamaah
  18. Peranan Zikir
  19. Lazimkan Diri Bertafakur
  20. Bagaimana Menolak Sifat Malas Untuk Bertaat
  21. Jalan Menuju Kepada Allah
  22. Kategori Nafsu
  23. Ujian Hidup Fakir
  24. Pembahagian Rezki
  25. Jangan Panjang Harapan
  26. Bersabar Terhaddap Penganiayaan Orang
  27. Jangan Takutkan Manusia
  28. Mukasyafah (Pengingkapan) Rahasia
  29. Hakikat Keramat
  30. Sentiasa Menyangka Baik Terhadap Tuhan
  31. Hukum Mencari Reski
  32. Teman Yang Baik
  33. Perhubunganmu Dengan Seorang Syeikh
  34. Meletakkan Kepercayaan Kepada Syeikh
  35. Syeikh Yang Kamil
  36. Mencari Syeikh Yang Tulen
  37. Penutup Bicara
  38. Sifat Seorang Murid

Tentang Al-Habib Abdullah Al-Haddad;


Al-Arifbillah Quthbil Anfas Al-Imam Habib Umar bin Abdurrohman Al-Athos ra mengatakan; “Al-Habib Abdullah Al-Haddad ibarat pakaian yang dilipat dan baru dibuka di zaman ini, sebab beliau termasuk orang terdahulu, hanya saja ditunda kehidupan beliau demi kebahagiaan umat di zaman ini (abad 12 H)”.

Al-Imam Arifbillah Al-Habib Ali bin Abdullah Al-Idrus ra mengatakan; “Sayyid Abdullah bin Alwy Al-Haddad adalah Sultan seluruh golongan Ba Alawy”.

Al-Imam Arifbillah Muhammad bin Abdurrahman Madehej ra mengatakan; “Mutiara ucapan Al-Habib Abdullah Al-Haddad merupakan obat bagi mereka yang mempunyai hati cemerlang sebab mutiara beliau segar dan baru, langsung dari Allah swt. Di zaman sekarang ini jangan tertipu dengan siapapun, walaupun sudah melihat dia sudah memperlihatkan banyak melakukan amal ibadah dan menampakkan karamah, sesungguhnya orang zaman sekarang tidak mampu berbuat apa-apa jika mereka tidak berhubungan dengan Al-Habib Abdullah AlHaddad kerana Allah swt telah menghibahkan kepada beliau banyak hal yang tidak mungkin dapat diukur.”

Al-Imam Abdullah bin Ahmad Bafaqih ra mengatakan; “Sejak kecil Al-Habib Abdullah AlHaddad bila matahari mulai menyising, mencari beberapa masjid yang ada di kota Tarim untuk sholat sunnah 100 hingga 200 raka'at kemudian berdoa dan sering membaca Yasin sambil menangis. Al-Habib Abdullah Al-Haddad telah mendapat anugrah (fath) dari Allah sejak masa kecilnya”.

Sayyid Syaikh Al-Imam Khoir Al-Diin Al-Dzarkali ra menyebut Al-Habib Abdullah Al-Haddad sebagai fadhillun min ahli Tarim (orang utama dari Kota Tarim).

Download


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Risalatul Murid | Imam al-Haddad" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini


Terjemah Da'watut Tammah Wa Tadzkirah Ammah 2 jilid | Imam Al-Haddad

Terjemah Da'watut Tammah Wa Tadzkirah Ammah 2 jilid | Imam Al-Haddad

Da'watut Tammah

Kitab Ad-Da’wah At-Tammah wa At-Tazkirah al-Ammah


Buku Ad-Da’wah At-Tammah wa At-Tazkirah al-Ammah merupakan buku yang menggambarkan manifestasi semangat dakwah Imam al-Haddad yang menitikberatkan pada pesan dan adab dakwah secara praktis. Imam al-Haddad memiliki pemikiran dakwah yang moderat dan fleksibel sehingga menyampaikan pesan dakwah sesuai kadar akal mad’u serta menyampaikan ilmu tata cara bergaul kepada orang-orang Islam berdasarkan lapisan dan derajat mereka, oleh sebab itu ia dijuluki Qutb al Da’wah wa al-Irsyad.

Latar belakang Kitab Ad-Da'wah At-Tammah Wa At-Tazkirah Al-Ammah


Buku ini ditulis berawal dari adanya Krisis spritual telah melanda dan perlahan menggerogoti iman. Bahkan sebagian penduduk Tarim meremehkan melaksanakan salat dan zakat serta kehilangan semangat belajar agama. Imam al-Haddad mengamati dan merenungkan keadaan kondisi sekitar yang bertambah parah. Bahkan kekacauan yang terjadi mengusik ketenangan hati Imam al-Haddad. Beliau mengatakan “Seandainya tidak ada kegemaran mencari keutamaan salat berjemaah dan mengikuti sunah Rasulullah yang tidak pernah meninggalkan salat berjemaah niscaya aku lebih memilih salat sendirian karena penduduk zaman ini senantiasa was-was di dalam hati mereka ketika salat dan hal itu mengganggu kami”.

Disaat kerusakan moralitas itu, Imam al-Haddad berhasil menghasilkan sebuah karya agung yang diberi nama Ad-Da’wa atT-ammah wa at-Taz|kirah al-‘Ammah. Kitab ini merupakan karya totalitas dari seorang mujaddid pada abad ke-12 yang sarat dengan berbagai nasihat memukau, pesan mendalam, adab-adab penting secara praktis dan bisa dijadikan pegangan baik isi maupun esensinya.

Tujuan mendasar lahirnya kitab ini untuk memberikan nasihat, wasiat, dan pelajaran kepada diri pribadi pengarang dan saudara seagama dari segenap lapisan masyarakat muslim terutama terhadap penduduk Hadramaut yang berada di garis kekhawatiran kehilangan semangat spritual Islam.

Tinjauan Kitab Ad-Da'wah At-Tammah Wa At-Tazkirah Al-Ammah


Tinjauan buku ini akan mengikuti beberapa langkah. Pertama, ia akan mengemukakan kapabilitas dan kapasitas seorang da’i dalam berdakwah. Kedua, ia akan memaparkan kriteria mad’u sebagai masyarakat atau orang yang didakwahi. Ketiga, ia akan menunjukkan Maddah adda’wah atau materi dakwah yang meliputi bidang akidah, syariah dan akhlak. Keempat, Imam al-Haddad akan menjelaskan Tariqah ad-da’wah yakni, cara yang digunakan pendakwah menyampaikan materi dakwah Islam. Kelima, Wasilah ad-da’wah atau media dakwah adalah perbuatan dan alat yang dapat menghantarkan tujuan dakwah kepada Allah. Keenam, Maqasid ad-da’wah adalah tujuan yang hendak dicapai kegiatan dakwah adalah umat manusia kembali ke jalan yang benar dan diridai Allah agar dapat hidup bahagia dan sejahtera di dunia maupun di akhirat.

Keistimewaan Kitab Ad-Da'wah At-Tammah Wa At-Tazkirah Al-Ammah


Keistimewaan buku ini terlihat dari segi bahasa, sifat dan juga materi yang dapat memperkaya wawasan filsafat ilmu dakwah. Namun, ada pun kelemahan dari buku ini ialah penulisan hadits yang terkadang tidak diiringin sanad perawi.

Menurut Imam al-Haddad, dakwah kepada Allah adalah sifat para nabi dan rasul serta tradisi mereka. Atas dasar tugas dakwah ini, Allah mengutus mereka. Oleh sebab itu, pewaris para nabi mengikuti jejak mereka dan senantiasa beregenerasi dari waktu ke waktu dan dari satu kondisi ke kondisi lain yakni bersemangat dan bersungguh-sungguh mengajak manusia ke jalan Allah dengan perkataan dan perbuatan karena mengharap rida-Nya dan mengikuti sunah Rasul-Nya



DOWNLOAD
Terjemah Da'watut Tammah Wa Tadzkirah Ammah 2 jilid | Imam Al-Haddad

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Da'watut Tammah Wa Tadzkirah Ammah 2 jilid | Imam Al-Haddad" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik