Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Kitab Fiqih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitab Fiqih. Tampilkan semua postingan
Kitab Uqudulujain fi Huquqi Zaujain cet daru Dhiya

Kitab Uqudulujain fi Huquqi Zaujain cet daru Dhiya

Uqudulujjain
عقود اللجين في بيان حقوق الزوجين

Kitab Uqudulujjain Cet Daru Dhiya


Kitab Uqudulujjain adalah fiqih yang membahas tentang rumah tangga dan permasalahanya, haq dan kewajiban suami istri yang dilengkapi dengan penjelasan (tafsir) ayat-ayat rumah tangga dan diperkuat dengan hadits-hadits pilihan tentang rumah tangga dan disisipi dengan kisah-kisah rumah tangga para shalihin

Kitab ini adalah sebuah penjelasan atau syarah dari risalah-risalah tentang kajian rumah tangga yang kemudian di syarahi atau dijelaskan oleh syaikh nawawi al-bantani dengan gaya yang apik dan juga intelektual menambah kitab ini layak di pelajari dan dijadikan pedoman dalam berumah tangga.

Tidak seperti kitab Fatul Izar, kitab uqudulujjain ini hanya membahas hukum tentang rumah tangga bukan membahas tentang hubungan suami dan istri selama di ranjang, yang tidak sedikit santri menganggap kitab Uqudulujjain adalah kitab yang membahas hubungan suami istri.

Kitab Uqudulujjain kali ini di sediakan dengan cetakan terbaik dan sudah melalui tahapan ta'liq yang diterbitkan oleh percetakan Daru Dhiya yang kwalitas cetakanya terjamin dan terpercaya bahkan dilengkapi oleh catatan kaki oleh seorang Ustadz yang sangat masyhur dalam ahlinya yaitu Ustadz Abu Musthofa Asep Abdul Qodir al-Jailani yang menambahkan bahwa cetakan ini lebih berbobot dengan cetakan lainya yang telah beredar.

Isi Kajian Kitab Uqudulujain


Secara garis besar, isi dari Kitab Uqudulujain yaitu sebagai berikut:

  1. Memaparkan tentang hak-hak seorang istri kepada suaminya.
  2. Menjelaskan tentang hak-hak seorang suami kepada istrinya.
  3. Menjelaskan tentang keutamaan sholatnya seorang perempuan di rumahnya sendiri.
  4. Menjelaskan tentang haramnya seorang laki-laki menatap perempuan lain yang bukan mahram, begitu juga sebaliknya.


Kelebihan Kitab Uqudulujain fi Huquqi Zaujain


Kitab ‘Uqud al-Lujjain tergolong kitab klasik, salah satu buah karya Syaikh Nawawi al-Bantani, dan merupakan salah satu kitab kuning yang sering dikaji oleh para santri di pondok pesantren utamanya pesantren salaf, guna sebagai bekal para santri kelak jika sudah memasuki dunia perkawinan dan berumah tangga. Karena di dalam kitab tersebut telah dijelaskan tentang hak dan kewajiban suami istri. Maka dengan memahami, menghayati dan mengamalkan kandungan kitab ini, diharapkan para santri akan membentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Kitab ‘Uqud al-Lujjain, yang berisikan hak dan kewajiban suami istri dengan beberapa dalil-dalil nash sebagai landasannya memiliki empat bab. Bab pertama membahas tentang hak istri atas suami. Bab kedua membahas hak suami atas istri. Bab ketiga tentang keutamaan shalat perempuan di dalam rumahnya. Bab keempat membahas tentang larangan melihat lawan jenis. Menjelaskan tentang haramnya seorang laki-laki menatap perempuan lain yang bukan mahram, begitu juga sebaliknya.

عقود اللجين في بيان حقوق الزوجين


عقود اللجين في بيان حقوق الزوجين
للعلامه محمد نووي بن عمر البنتي الشافعي
ومعه

اظهار الزين واذهاب الشين في التعليق علي عقود اللجين في بيان حقوق الزوجين
تعليقات مفيدة علي عقود اللجين لشرح الفاظه وبيان مصادره التفسيريه والحديثيه والفقهية والقصصية واللغوية والنحوية




عقود اللجين في بيان حقوق الزوجين للعلامة محمد نووي بن عمر البنتني


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Kitab Uqudulujain fi Huquqi Zaujain cet daru Dhiya" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Taqrirotus Sadidah Bagian Ibadah

Terjemah Taqrirotus Sadidah Bagian Ibadah

Terjemah
Terjemah Taqrirot

Kitab Taqrirotus Sadidah Bagian Ibadah


Fikih adalah salah satu ilmu agama yang wajib dicari oleh kaum muslimin. Karena dengan ilmu fikih, kamu muslimin akan mengetahui apa saja perintah Allah yang harus dilakukan, perkara mana yang telah dilarang oleh Allah. Dengan menekuni ilmu ini, yang dengan sendirinya kemuadian mempengaruhi prilaku dan ibadahnya kepada Allah, seseorang akan berada pada tingkatan muttaqin bertaqwa, sehingga memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat (sa'adah al-darain)

Ilmu ini dicetuskan pertama kali oleh imam Zaid bin Ali bin Husain ra., yang kemudian dibukukan pertama kalinya oleh Imam Abu Hanifah. Seiring berkembangnya Islam ke berbagai penjuru, ilmu inipun dengan sendirinya berkembang. Bahkan kemudian lahirlah madzhab-madzhab yang berlainan, yang dicetuskan oleh masing-masing imam sebagai respons atas beragamnya faktor-faktor yang ada. Maka wajar jika di masa ini khazanah ilmu fikih dipenuhi dengan kitab-kitab yang beragam madzhab, susuanan, dan penulisanya.

Kitab At-Taqrirot As-Sadidah Fil Masa'il Al-Mufidah adalah sebuah kitab fiqh kontemperari yang disusun bagi menjelas beberapa permasalahan fiqh mengikut aliran mazhab al-Syafi’i. Kitab ini disusun oleh Habib Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim al-Kaf seorang ulama yang terkenal pada masa kini. Beliau menyusun kitab al-Taqrirat ini berdasarkan beberapa kitab fiqh mu'tabar peninggalan para ulama-ulama terkenal Madzhab Syafiiyah

Kitab ini merupakan salah satu kitab fiqih Syafi'i terpopuler di kalangan santri fiqh saat ini, sering dijadikan referensi oleh santri dalam madzhab fiqih Syafi'i.

Keunggulan utama buku ini adalah metode penyusunannya yang sangat cermat, dimana diberikan soal-soal yang dibahas dan tabel-tabel untuk memudahkan pemahaman , seperti perbedaan antara "al-lams" dan "al -mass” yang penjelasannya membatalkan wudhu, perbedaan wudhu tayammum, tabel hukum tentang siklus haid nifas, dan pembahasan lainnya.

Selain itu, selain menyertakan pengukuran timbangan yang berlaku pada fiqh, seperti dan qullah, pengukuran dan timbangan juga disertakan jika menggunakan pengukuran dan timbangan yang berlaku saat ini. .



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Taqrirotus Sadidah Bagian Ibadah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini


Terjemah Mukhtashor Ibnu Imad | Syekh Musthofa 'Abdunnabi

Terjemah Mukhtashor Ibnu Imad | Syekh Musthofa 'Abdunnabi

Terjemahan
Najis-najis di Maafkan

Najis-najis yang di Maafkan dalam Madzhab Syafi'iyah


Dalam kajian Thoharoh atau bersuci didalam ilmu fiqih ada pembahasan tentang najis najis yang dima’fu (ditoleransi) misalnya, air kencing, darah, nanah, dan sebagainya. Benda-benda ini pada dasarnya dihukumi najis, namun kemudian dianggap "Ma'fu / Tolelir" suci secara formal (thāhir hukman) berdasarkan ijtihad atas pertimbangan tertentu, semisal ukuran, kadar, atau kesulitan untuk menghindarinya (masyaqqah al-ihtirāz). Konsekuensinya, benda-benda ini tidak perlu disucikan sekalipun untuk keperluan ibadah-ibadah yang mempersyaratkan kesucian fisik seperti sholat, thawaf, khutbah, dan lain-lain.

Menurut Ibn al-‘Imād sikap terhadap benda-benda najis yang ditoleransi adalah sebagai bentuk kemudahan ajaran Islam. Islam mempermudah para pemeluknya dalam melaksanakan ajaran yang ada di dalamnya sehingga tidak memberatkan, terutama pada kasus tertentu yang sulit dihindari seperti dalam konteks benda-benda najis yang ditoleransi ini. Ibn al-‘Imād berposisi moderat di antara dua sikap ekstrim, yakni (1) terlalu memaksakan diri untuk tetap bersuci dari benda-benda najis yang ditoleransi. Ini merupakan salah satu bentuk tipu daya setan dan (2) ceroboh, dalam arti tidak memperhatikan batasan maksimal dan aturan teknis yang berlaku terkait dengan benda-benda najis yang ditoleransi. Benda baru bisa diputuskan berstatus terkena najis (mutanajjis), jika didasarkan kepada bukti yang benar-benar otentik dan meyakinkan, tidak bisa didasarkan kepada dugaan tanpa bukti ataupun keraguan.

Imam Ibnu al-Imad al-Mishri asy-Syafi’i menuliskan nadzhoman sebanyak 290 bait tentang najis ma'fu anhu. Beliau menyebutkan ada 66 najis yang masuk kategori najis ma'fu anhu. Bahkan sebagian ulama menyempurnakan menjadi 70. Namun dalam 66 atau 70 juga bercampur dengan pendapat dhaif dalam mazhab syafii, bahkan sebagian adalah pendapat mazhab lain. Syaikhuna al-faqih Mushtafa Abdunnabi menyebutkan, bahwa yang mu'tamad dari semua itu hanya 51.

Di bawah ada buku yang sudah kami buatkan dokument PDF yang berisikan matan sekaligus terjemahannya, agar bisa dikenal oleh orang banyak, baik para santri atau lainya, karena hal ini sudah semestinya diketahui oleh semua muslim:




Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Mukhtashor Ibnu Imad | Syekh Musthofa 'Abdunnabi" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemahan Durusul Fiqhiyah Juz 3 | Arab - Indonesia

Terjemahan Durusul Fiqhiyah Juz 3 | Arab - Indonesia

Durusul Fiqhiyyah Juz 3
Terjemah Durusul Fiqhiyyah Juz 3

Kitab Durusul Fiqih Juz 3


KKitab Durusul Fiqhiyyah juz 3 karya Sayyid bin Saqaf merupakan lanjutan dari kitab yang berjudul Durusul Fiqhiyyah Juz 2. sebuah buku dasar Fiqh yang diberikan kepada siswa atau siswa sederajat seperti siswa sekolah dasar. Buku ini menjelaskan tentang Fiqih Dasar berdasarkan Madzhab Syafi'iyah yang intinya diambil dari kitab Madzhab Sayafi'iyah.

Kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 3 merupakan salah satu yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengetahuan siswa yang baru belajar memahami fiqh. Materi shalat dalam kitab Durusul Fiqhiyyah 3 berisi tentang syarat-syarat wajib shalat, sahnya shalat , shalat fardhu dan waktunya, shalat sunah yang mengikuti shalat fardhu, waktu-waktu salat yang diharamkan, rukun salat, sunnah dalam salat, dan hal – hal yang membatalkan salat. Terdapat materi tambahan seperti pelajaran kenajisan, bersuci, wuhdu, tayammum, memulasara mayyit, puasa zakat dan haji.

Kitab Durusul Fiqhiyyah juz 3 mempunyai bentuk penyajian yang berbeda dengan kitab Durusul Fiqhiyyah juz 2, karena Juz 3 penyajian berupa penyebutan tambahan dan peluasan materi fiqih,  dengan pemaparan dari kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 2, tapi masih dengan penyajian yang singkat dan ringkas.

Ada 21 materi pelajaran didalam kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 3 ini, yang mana materi-materi pelajaranya sebagaimana berikut ini

Isi Pelajaran kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 3


  1. Pelajaran pertama tentang hukum-hukum syariat
  2. Pelajaran kedua tentang bersuci
  3. Pelajaran ketiga tentang najis
  4. Pelajaran keempat tentang wudu
  5. Pelajaran kelima tentang perkara-perkara yang mewajibkan mandi
  6. Pelajaran keenam tentang tayamum
  7. Pelajaran ketujuh tentang haid dan nifas
  8. Pelajaran kedelapan tentang shalat
  9. Pelajaran ke sembilan tentang syarat-syarat shalat
  10. Pelajaran kesepuluh tentang sunah-sunah
  11. Pelajaran kesebelas tentang shalat-shalat sunah
  12. Pelajaran kedua belas tentang perkara-perkara yang membatalkan shalat
  13. Pelajaran ketiga belas tentang shalat jamaah
  14. Pelajaran keempat belas tentang shalat Jumat
  15. Pelajaran kelima belas tentang shalat musafir
  16. Pelajaran keenam belas tentang shalat dua hari raya
  17. Pelajaran ketujuh belas tentang jenazah
  18. Pelajaran kedelapan belas tentang zakat
  19. Pelajaran kesembilan belas tentang zakat fitrah
  20. Pelajaran kedua puluh tentang puasa
  21. Pelajaran kedua puluh satu tentang haji

Download Terjemah Durusul Fiqhiyyah Juz 3


Kitab Durusul Fiqhiyyah juz 3 merupakan merupakan kitab lanjutan Durusul Fiqhiyyah juz 2 yang diajarkan disekolah atau madrasah bahkan di Pondok Pesantren kajian santri atau dalam bahasa lainnya dengan istilah Pasaran Ngaji Buku karena pembahasannya ringkas, dan mencakup landasan kajian Fiqh sejak awal Syariat serta toharoh, Jakat Haji.

Terjemahan Kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 3 tersedia dalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan tugas para santri santri yang sekedar mempelajari kitab arab , agar dapat memahami dan mempelajari kitab tersebut Durusul Fiqhiyyah Juz


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemahan Durusul Fiqhiyah Juz 3 | Arab - Indonesia" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemahan Durusul Fiqhiyah Juz 2 | Arab - Indonesia

Terjemahan Durusul Fiqhiyah Juz 2 | Arab - Indonesia

Terjemah
Terjemah Durusul Fiqih Juz 2

Kitab Durusul Fiqih Juz 2


KKitab Durusul Fiqhiyyah juz 2 karya Sayyid Abdurahman bin Saqaf ini adalah lanjutan dari Kitab yang berjudul Durusul Fiqhiyah Juz 1. kitab Fiqih dasar yang dibeikan kepada para murid Ibtidaiyah atau murid yang sederajat seperti SD. Kitab ini menjelaskan Fiqih dasar berdasarkan Madzhab Syafiiyah yang telah di ambil intisarinya dari Kitab-kitab Mu'tabar Madzhab Sayafi'iyah.

Kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 2 tersebut merupakan salah satu indikator yang sangat berperan penting bagi pengetahuan peserta didik yang baru belajar dalam memahami fiqh. Materi shalat pada kitab Durusul Fiqhiyyah Juz II membahas tentang: syarat wajib shalat, syarat sah shalat, shalat fardhu dan waktunya, shalat sunnah yang mengikuti shalat fardhu, waktu-waktu yang diharamkan shalat, rukun shalat, sunnah-sunnah di dalam shalat, dan hal-hal yang membatalkan shalat.

Ada materi tambahan seperti pelajaran tentang najis, bersuci, wuhdu, tayamum, haid, memulasara mayyit, puasax zakat dan haji

Kitab Durusul Fiqhiyah juz 2 ini berbeda bentuk penyampaianya dengan kitab Durusul Fiqhiyyah juz 1, karena di Juz 2 ini penyampaianya dengan bentuk penyebutan materi-materi fiqih, hanya saja dengan penyampaian yang singkat dan padat.
Ada 19 materi pelajaran didalam kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 2 ini, yang mana materi-materi pelajaranya sebagaimana berikut ini

Isi Pelajaran kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 2


  1. Pelajaran Pertama tentang hukum-hukum syariat
  2. Pelajaran Kedua tentang shalat
  3. Pelajaran Ketiga tentang bersuci
  4. Pelajaran Keempat tentang Najis
  5. Pelajaran Kelima tentang Wudhu
  6. Pelajaran Keenam tentang tayamum
  7. Pelajaran Ketujuh tentang Haid
  8. Pelajaran Kedelapan tentang Shalat
  9. Pelajaran Kesembilan tentang sunnah-sunnah Shalat
  10. Pelajaran kesepuluh tentang dzikir-dzikir setelah shalat
  11. Pelajaran Kesebelas tentang shalat berjamaah
  12. Pelajaran Kedua belas tentang Shalat Musafir
  13. Pelajaran ketiga belas tentang shalat Jum'at
  14. Pelajaran Keempat belas tentang Shalat dua hari raya
  15. Pelajaran kelima belas tentang memulasara mayyit
  16. Pelajaran keenam belas tentang zakat
  17. Pelajaran ketujuh belas tentang puasa
  18. Pelajaran kesembilan belas tentang Haji

Download Terjemah Durusul Fiqhiyyah Juz 2


Kitab Durusul Fiqhiyyahjuz 2 ini menjadi materi lanjutan dari kitab Durusul Fiqhiyyah juz 1 yang diajarkan di sekolah atau madrasah bahkan di pesantren dalam kajian santri kilat atau bahasa lain dengan Istilah Pasaran Ngaji Kitab (Sunda) karena pembahasan nya ringkas, padat dan mencakup dasar-dasar Kajian Fiqih dari Mulai Hukum Syara dan Juga toharoh, Puasa, Jakat Haji.

Kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 2 ini sekarang sudah tersedia terjemahanya dalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan para santri atau murid yang baru belajar kitab yang berbahasa Arab, sehingga akan terbantu untuk mempercepat pemahaman dan juga pembelajaran kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 2 ini

Durusul Fiqhiyyah Juz 2

DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemahan Durusul Fiqhiyah Juz 2 | Arab - Indonesia" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemahan Durusul Fiqhiyyah juz 1 | Arab Indonesia

Terjemahan Durusul Fiqhiyyah juz 1 | Arab Indonesia

Terjemahan Kitab
Terjemah Durusul Fiqhiyyah juz 1

Kitab Durusul Fiqih Juz 1


KKitab Fikih karya Sayyid Abdurahman bin Saqaf yang berjudul Durusul Fiqhiyah adalah kitab Fiqih dasar yang diajarkan kepada murid Ibtidaiyah atau sederajat seperti SD. Kitab ini menjelaskan Fiqih dasar berdasarkan Madzhab Syafiiyah yang telah di ambil intisarinya dari Kitab-kitab Mu'tabar Madzhab Sayafi'iyah.

Kitab ini berisi tentang kajian tanya dan jawab tentang ilmu dasar dalam memahami ilmu Fiqih, seperti tanya jawab tentang taharah, shalat, dan tata cara melaksanakan shalat. Azan dan Iqamah juga dijelaskan di dalam kitab ini

Kitab Durusul Fiqhiyah juz 1 ini sangat penting bagi siapa saja yang sedang belajar Ilmu Fiqih terutama bagi santri baru ataupun siswa dan siswi madrasah, pemahaman secara mendasar disajikan dengan metode aplikatif, penyusunan ringkas dan inti dari kajian fiqih berbasis kekinian atau metode Modern berbentuk tanya dan jawab

Kitab ini sering diajarkan di sekolah atau madrasah bahkan di pesantren dalam kajian santri kilat atau bahasa lain dengan Istilah Pasaran Ngaji Kitab (Sunda) karena pembahasan nya ringkas dan mencakup dasar-dasar Kajian Fiqih dari Mulai Hukum Syara dan Juga toharoh, Puasa, Jakat Haji dll

Download Terjemah Durusul Fiqhiyyah Juz 1


Kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 1 ini sekarang sudah tersedia terjemahanya dalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan para santri atau murid yang baru belajar kitab yang berbahasa Arab, sehingga akan terbantu untuk mempercepat pemahaman dan juga pembelajaran kitab Durusul Fiqhiyyah Juz 1 ini

Terjemahan

DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemahan Durusul Fiqhiyyah juz 1 | Arab Indonesia" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Kitab Bahjatul Wasail | Syaikh Nawawi al-Bantani

Kitab Bahjatul Wasail | Syaikh Nawawi al-Bantani

Download Kitab
Bahjatul Wasail Syaikh Nawawi

Kitab Syarah Risalatul Jaamiah

KKitab Bahjatul Wasail karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani (w. 1314 H.) menjelaskan kitab ar-Risalah al-Jamiah (الرسالة الجامعة بين اصول الدين والفقة والتصوف) karya as-Sayyid Ahmad ibn Zayn al-Habsyi (1069-1145H). Dalam kitab Bahjatul Wasail ini, diuraikan penjelasan atas teks-teks yang ada dalam matan kitab Risalatul Jamiah atau kitab al-Masail secara terperinci yang mengulas pengetahuan mendasar mengenai Agama Islam untuk setiap muslim, yakni tauhid, fikih dan akhlak. Sebagai informasi tambahan, Syekh Muhammad Nawawi juga memasukkan dalil naqli dari Al-Quran dan Hadits dan beberapa pendapat ulama mazhab dan ucapan tokoh-tokoh sufi.

Nama lengkap Syaikh Nawawi al-Bantani adalah Al-Syaikh al-‘Allamah Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi al-Bantani al-Jawi al-Syafi’i al-Qadiri (1230-1314H / 1815- 1897 ).

Kandungan Kitab Bahjatul Wasail Sebagaimana judulnya, kitab ini mengandung penjelasan mengenai tiga bidang utama ilmu Agama Islam, yaitu: Usuluddin atau Aqidah, Fiqh atau Ubudiyah dan Tasawuf atau Akhlakul Karimah. Pembahasan kitab Bahjatul Wasail ini menyentuh asas-asas keimanan, rukun Islam, dan pokok-pokok ibadah yang meliputi shalat, puasa, zakat, haji dan mengenai inti akhlak – tasawuf meliputi memelihara hati dan anggota tubuh, yang disertai nas Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Mempelajari dan mengamalkan kandungan isi kitab Bahjatul Wasail ini insya Allah akan dapat meningkatkan kesempurnaan iman, Islam dan ihsan hingga mencapai tingkat muttaqin. Perlu diingat, bahwa tiga bidang ilmu itu merupakan satu kesatuan yang harus diresapi dan dijiwai oleh setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ucapan, perbuatan, gerak-gerik, dan tingkah laku kita dalam kehidupan benar-benar bernafaskan ruh Islam. Sebab ada keterangan yang menyatakan: “Siapa mengamalkan fiqih tanpa tasawuf, maka dia zindiq, dan siapa yang bertasawuf disertai fiqih maka benarlah dia.”

Bahjatul Wasail

بهجة الوسائل بشرح مسائل 


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Kitab Bahjatul Wasail | Syaikh Nawawi al-Bantani" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Fiqih Manasik Haji dan Umrah Rasulullah Berdasarkan Sejarah

Fiqih Manasik Haji dan Umrah Rasulullah Berdasarkan Sejarah

Fiqih Haji dan Umrah

Panduan Manasik Haji dan Umrah


Di antara kelebihan buku ini adalah kemampuan penulisnya untuk mengakses karya-karya sejarah paling kuno dan terpercaya yang terkait dengan manasik haji Rasulullah saw. Sumber-sumber primer yang saya maksud adalah petunjuk ayat-ayat Alquran dan Hadis yang terkait dengan sejarah manasik, kemudian dua sumber otoritatif ini dikonfirmasi dengan karya-karya sejarah semisal al-Sirah al-Nabawiyyah karya Ibn Hisyam, Akhbaru Makkah wamaJaa fiha min Asar karya al-Azraqi, Syhifau al-Gharam fi Akhbar al-Balad al-Haram karya al-Fakihi dan lain-lain. 

Buku ini punya nilai plus lagi mengingat sumber-sumber primer tersebut dikonfirmasi juga dengan karya-karya sejarawan modern semisal: al-Tarikh al-Qawim Li Makkah wa Baytillah alKarim, karya Sheikh Muhammad Thahir al-Kurdi, Tarikh Makkah al-Mukarramah Qodiman wa Hadisan karya Dr. Muhammad Ilyas Abd Ghani, dan lain-lain.

Secara keseluruhan buku ini menginformasikan praktik manasik berdasarkan prilaku yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw. melalui informasi Alquran, Hadis dan Sirah Nabawiyah dengan pendekatan sejarah. Pada umumnya buku-buku manasik yang menggunakan pendekatan fikih hanya berdasarkan sumber kitab-kitab fikih klasik. yang pada umumnya tanpa disertai teks dari Alquran dan Hadis sebagai sumber otoritatif. Pola praktik manasik seperti ini memang mendunia termasuk yang dilakukan oleh warga nahdiyin. Sementara, sebagian kaum Muslim mempraktikkan manasik haji dengan cara merujuk langsung pada Alquran dan Hadis dengan “mengabaikan” metode usul fikih dan fikih. 

Buku ini menggagas praktik manasik jalan tengah dengan memadukan antara pola pendekatan Alquran-Hadis dan pendekatan fikih tanpa harus menuduh kanan-kiri sebagai salah, bidah apalagi sesat. Suatu gagasan yang sangat cocok dengan kepribadian dan cara berpikir warga Nahdlatul Ulama, dan saya kira akan mudah diterima oleh kaum Muslim yang punya kecenderungan Muhammadiyah dan mereka yang mengaku sebagai pelanjut kaum salafi.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Fiqih Manasik Haji dan Umrah Rasulullah Berdasarkan Sejarah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Buku Pintar Qurban & Aqiqah

Buku Pintar Qurban & Aqiqah

Qurban dan Aqiqah

Buku Pintar Qurban & Aqiqah


Buku ini adalah buku tentang pengetahuan tentang Ibadah Qurban dan Ibadah Aiqah yang menjadi Imadah Tahuan Umat Islam yang dilaksanakan di setiap bulan Dzulhijjah dan juga di setiap ada kelahiran anak yang menjadi sunnah Rasulullah SAW yang menjadikan sebagian syariat beliau.

Buku ini menjelaskan dengan singkat dan padat tentang Ibadah Quran dan juga Aqiqah dengan materi dan poit-poit penjelasan agar bisa mudah di fahami oleh orang-orang yang baru belajar dan baru memulai pelajaran tentang Ibadah Quraban dan juga Ibadah Aqiqah.

Didalam buku ini dijelaskan dan di sampaikan dalam bentuk tanya jawab dan dilengkapi dengan penjelasan disetiap masalahnya

Bulan Dzulhijjah adalah bulan Pengorbanan.


Dzulhijjah merupakan bulan yang sangat istimewa dan penuh makna. Sebuah riwayat menyatakan bahwa “Tidak ada suatu hari yang bila beribadah di dalamnya lebih disukai oleh Allah dibandingkan dengan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.” (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Di zona nol magnetik sana, tanah suci (Mekkah), tamu-tamu Allah berkumpul melaksanakan ibadah haji. Kalimat talbiyah pun bergema menyambut seruan Allah Swt. untuk mendekat kepadanya.

Sementara hambanya yang lain di tanah air, mencoba mendekat, menghampiri dan meraih cinta-Nya dengan berqurban. Qurban merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan oleh Allah sebagai sarana untuk mendekat kepadanya.

Oleh karena itulah kenapa kata qurban yang berasal dari qaruba yaqrubu qurban wa qurbanan sering kita maknai sebagai mendekat atau pendekatan. Sementara menurut istilah qurban berarti melakukan ibadah penyembelihan binatang dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Ibadah qurban merupakan pendidikan keikhlasan dalam beramal. Seorang Muslim yang berqurban pada setiap tahunnya berarti ia telah melakukan sebuah latihan beramal yang diliputi oleh rasa ikhlas. Ikhlas dalam beramal merupakan salah satu kunci dalam beribadah qurban, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabiullah Ibrahim a.s.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Buku Pintar Qurban & Aqiqah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Az-Zawaj al-Islami as-Sa'id

Terjemah Az-Zawaj al-Islami as-Sa'id


Bekal Pernikahan: Panduan Lengkap Berdasarkan Ajaran Islam


Pernikahan merupakan salah satu pelaksanaan perintah Allah dan sunnah Rasulullah. Pernikahan juga media untuk memperbanyak amal kebaikan. Bila seorang suami menyuapkan sesendok nasi ke mulut istrinya, itu akan menjadi sedekah baginya. Jika ia menggauli istrinya, itu pun menjadi sedekah untuknya. Kalau Allah menganugrahinya keturunan saleh, setiap ibadah yang dilakukan akan memperberat timbangan kebaikanya dan kebaikan istrinya. Pendek kata, ia akan memetik banyak manfaat dan keberuntungan di dunia dan akhirat melalui anak-anaknya itu.

Bekal Pernikahan merupakan sebuah panduan yang komprehensif bagi pasangan yang hendak menikah atau mereka yang telah menikah, berdasarkan ajaran Islam. Buku ini ditulis dengan penuh keahlian dan kebijaksanaan, memberikan nasihat-nasihat praktis dan mendalam tentang bagaimana mempersiapkan diri secara fisik, mental, emosional, dan spiritual untuk pernikahan yang bahagia dan berkelanjutan.

Salah satu keunggulan utama buku ini adalah pendekatannya yang holistik terhadap institusi pernikahan. Penulis tidak hanya membahas aspek-aspek praktis seperti persiapan pra-nikah, tetapi juga menyelami dimensi spiritual dan psikologis dari persiapan pernikahan. Dengan demikian, "Bekal Pernikahan" tidak hanya menjadi panduan praktis, tetapi juga sumber inspirasi bagi pasangan untuk memperkuat ikatan mereka secara spiritual dan mental.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam buku ini adalah persiapan spiritual sebelum memasuki bahtera pernikahan. Penulis menekankan pentingnya menjaga hubungan yang kokoh dengan Allah SWT dan memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama. Hal ini menjadi dasar yang kuat untuk membangun hubungan yang berdasarkan nilai-nilai Islam, seperti saling pengertian, kasih sayang, dan kejujuran.

Buku ini juga memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya komunikasi dalam pernikahan. Penulis menguraikan dengan jelas betapa pentingnya pasangan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur, serta bagaimana cara mengatasi konflik dengan cara yang sehat dan produktif. Dengan memberikan contoh-contoh nyata dan solusi yang praktis, buku ini membantu pasangan untuk membangun komunikasi yang kuat dan saling mendukung.


Selain itu, "Bekal Pernikahan" juga membahas topik sensitif seperti kesiapan emosional untuk menikah. Penulis memberikan panduan tentang bagaimana mengenali dan mengelola berbagai perasaan dan kecemasan yang mungkin muncul menjelang pernikahan. Dengan memahami dan menerima diri sendiri serta pasangan, pasangan dapat membangun fondasi yang kokoh untuk kehidupan pernikahan yang bahagia.

Buku ini juga mengulas secara mendalam tentang tanggung jawab dan hak-hak dalam pernikahan menurut ajaran Islam. Dengan memberikan pemahaman yang jelas tentang hak dan kewajiban masing-masing pasangan, buku ini membantu mencegah konflik yang disebabkan oleh ketidakpahaman atau ketidaksetaraan dalam hubungan.

Selain itu, "Bekal Pernikahan" juga menyediakan panduan praktis tentang bagaimana mempersiapkan pernikahan secara finansial. Penulis memberikan tips tentang bagaimana mengelola keuangan keluarga dengan bijaksana, serta bagaimana menghadapi perubahan finansial yang mungkin terjadi dalam perjalanan pernikahan.

Salah satu aspek yang menarik dari buku ini adalah inklusivitasnya. Meskipun berbasis pada ajaran Islam, buku ini juga mencakup berbagai aspek kehidupan pernikahan yang relevan bagi pasangan dari berbagai latar belakang dan keyakinan. Hal ini memperluas jangkauan buku ini, menjadikannya panduan yang berharga bagi siapa pun yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang pernikahan dan kehidupan keluarga.

Dengan gaya penulisan yang jelas, ramah, dan mendalam, "Bekal Pernikahan" menawarkan panduan yang berharga bagi pasangan yang ingin memulai perjalanan pernikahan mereka dengan kokoh dan penuh kepercayaan. Buku ini tidak hanya memberikan nasihat praktis, tetapi juga menginspirasi pasangan untuk membangun hubungan yang didasarkan pada nilai-nilai keislaman yang kokoh, cinta, dan pengertian. Dengan demikian, "Bekal Pernikahan" tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga sumber inspirasi bagi siapa pun yang ingin memperkuat ikatan mereka dalam cinta dan agama.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Az-Zawaj al-Islami as-Sa'id" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Bekal puasa Ramadhan - Fawaed Syafi'iyyah

Bekal puasa Ramadhan - Fawaed Syafi'iyyah



Modul ringkas ini kami susun dalam rangka dauroh “Bekal Ramadhan” yang diadakan oleh Mahad Imam Nawawi (MIAN) yang bertempat di Cisauk, Tanggerang. Modul ini kami susun dalam bentuk bagan dan tabel untuk memudahkan pembaca dalam memahami materi yang dipaparkan.

Di dalam menyusun modul ini kami sengaja memfokuskan pada pendapat-pendapat ulama syafi’iyyah, tanpa menyebut perbedaan pendapat, kecuali di Sebagian permasalahan kontemporer. Hal ini untuk memudahkan pembelajar pemula dalam memahami tashowwur permasalahan fikih.


Daftar Materi dan Kajian Modul Bekal Puasa Ramadhan


Fikih Puasa


  1. Makna Puasa
  2. Hukum Puasa
  3. Sejarah Pensyariatan Puasa
  4. Keutamaan dan Hikmah Puasa
  5. Penentuan Awal Ramadhan
  6. Syarat Wajib dan Sahnya puasa
  7. Sunnah-sunnah Puasa
  8. Pembatalan Puasa

Fikih I'tikaf


  1. Pengertian I'tikaf
  2. Keutamaan I'tikaf
  3. Hukum I'tikaf
  4. Syarat-Syarat I'tikaf
  5. Sunnah-sunnah Itikaf
  6. Keluar Masjid saat I'tikaf
  7. Lailatul Qodar

Fikih Zakat Fithri


  1. Sebab Penamaan
  2. Hukum zakat Fitri
  3. Atas siapa diwajibkan
  4. Jenis makanan pada zakat fitri
  5. Kadar zakat fitri
  6. Waktu zakat fitri
  7. Golongan yang menerima zakat
  8. Niat pada zakat fithri

Semoga Allah memberi manfaat pada modul sederhana ini, dan menjadikannya sebagai kebaikan di akhirat bagi penulis, pembaca, dan setiap pihak yang mendukung terselesaikannya modul ini. Aamiin.




Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Bekal puasa Ramadhan - Fawaed Syafi'iyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Skema Fikih Puasa Lengkap 5 Serial Fikih Ramadhan

Skema Fikih Puasa Lengkap 5 Serial Fikih Ramadhan

Skema Fiqih Puasa

Serial Fikih Ramadhan Halaqoh Fikih Puasa, Hukum-hukum terkait puasa, tarawih, I'tikaf dan zakat dari kitab At-Taqrirat As Sadidah

Berisi kajian-kajian fiqih Puasa dan Fiqih Ramadhan yang dibagi menjadi beberapa seri kajian, sehingga akan membantu mempermudah belajarnya orang yang baru belajar seperti saya agar bisa cepat memahami Fiqih Puasa secara lengkap dan Padat.

Seri ini dibagi menjadi lima bagian seri kajian yaitu.

Seri ke 1
Syarat Wajib Puasa, syarat sah puasa & Rukun Puasa

Seri ke 2
Pembatalan-pembatalan Puasa (bagian 1)

Seri ke 3
Masalah-masalah Kontenporer Seputar Pembatal Puasa

Seri ke 4
Hal-hal yang disunnahkan & Dimakruhkan Saat Berpuasa

Seri ke 5
Mereka Yang Disyariatkan Imsak (menahan) sampai Magrib

Buku ini berbahasa Indonesia yang telah disadur dari kitab-kitab bermadzhab Syafiiyah terutama Kitab At-Taqriro Asy-Syadidah, senuah kitab kontenporer yang bernuansa klasik karena berisikan point-point kitab klasik.

Buku ini berbentuk skema atau diagram Fikih Puasa dan Fikih yang berhubungan dengan Bulan Ramadhan, seperti penjelasan Zakat Fitrah dan juga Asnaf zakat sebagai objek penerima zakat Fitrah.

Sangat cocok untuk bahan presentasi kajian Fikih Puasa dan juga kajian fikih puasa secara Aplikatif dan Produktif bagi para pengkaji yang ingin Instan dan cepat dalam memahami Fikih Puasa.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Skema Fikih Puasa Lengkap 5 Serial Fikih Ramadha" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Kitab As-Shiyam | Abdullah Sirajuddin Al-Husaini

Terjemah Kitab As-Shiyam | Abdullah Sirajuddin Al-Husaini

Al-Shiyam

Terjemah Al-Shiyam (adabuhu, matholibuhu, fawaiduhu, fadloiluhu) karya Syaikh Abdullah Sirajuddin Al Husaini.

Kitab Ash-Shiyam (adabuhu, matholibuhu, fawaiduhu, fadloiluhu) merupakan salah satu tulisan di antara karya-karya besarnya. Syeikh Abdullah Sirajuddin berkata di dalam bukunya ini, "Buku di hadapan pembaca yang budiman ini adalah buku ringkas yang membahas tentang sebagian dari keutamaan, adab, tuntunan, faedah dan manfaat berpuasa. Buku ini sangat cocok bagi mereka yang ingin mengetahui seluk-beluk tentang ibadah puasa, baik untuk pemula maupun mereka yang sudah paham tentang hal-hal yang terkait dengannya. Di dalam buku ini, dijelaskan beberapa hal yang terkait dengan pembahasan hukum puasa secara ringkas. Buku ini istimewa, karena keterangan yang ada di dalamnya diperkuat dengan dalil-dalil syara’, baik al-Qur’an maupun al-Hadis. Akhirnya, kepada segenap pembaca, penulis berdoa semoga buku ini bermanfaat." Âmîn.

Biografi Abdullah Sirajuddin Al-Husaini



Syeikh Abdullah ibn Muhammad Najib Sirajuddin al-Hussaini ‘alayhimâ rahmatullâhi ta’âlâ merupakan keturunan Imam Hussain bin Ali Abi Thalib radhiyallâhu ta’âlâ ‘anhuma wa ardhahumâ dari pihak ayah. Syeikh Abdullah Sirajuddin lahir di dalam sebuah keluarga yang saleh dan terhormat, di masa ambang keruntuhan Ottoman Kesultanan pada tahun 1923 Masehi. Selama masa kecilnya, Syeikh Abdullah Sirajuddin dikelilingi oleh rasa cinta dan perhatian dari ayahnya, Muhammad Najib Sirajuddin, yang juga merupakan sarjana terkemuka di bidang Tafsir, Fiqih, Hadis, dan Tasawuf. Syeikh Abdullah Sirajuddin dikenal sebagai orang yang senang mengungkapkan banyak rasa hormat, kebaikan, dan cinta terhadap keluarganya. Diketahui juga bahwa beliau sangat giat dalam membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Beliau sangat mencintai ayahnya, dan setelah ayahnya meninggal dunia, beliau selalu memulai tulisannya dengan perhormatan terhadap ayahnya.

Syeikh Abdullah Sirajuddin juga dikenal dengan pengalamannya melihat Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam selama tertidur maupun terjaga. Pada suatu kali Syeikh Abdullah Sirajuddin melihat Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Sayyidina Ali ibn Abi Talib karramallâhu wajhah untuk memakaikan jubahnya kepada Syeikh, dan pada satu waktu yang lain Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam sendiri yang memakaikannya dengan tangannya yang mulia, dan suatu kali Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada Syeikh, “Engkau merupakan ummat kami yang berdedikasi.” Setelah itu Syeikh mengatakan, “Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam senang memiliki saya sebagai ummatnya.” Dan beberapa dari kalangan Ulama, bahkan ada yang mengatakan bahwa ketika Syeikh memulai menuliskan bukunya mengenai Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam (Sayyiduna Muhammad Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam: Syamâiluh al-Hamidah – Khishâluh al-Majîdah), seperti seakan-akan Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam sedang berdiri di hadapan Syeikh dan beliau mendeskripsikan sifat mulia dan keindahan fisik dari Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

Ada seseorang di Saudi Arabia yang mengatakan kepada Syeikh Abdullah Sirajuddin bahwa seorang temannya bertanya-tanya mengenai bagaimana cara untuk belajar lebih banyak mengenai Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Kemudian, pada suatu malam, ia melihat Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya, dan ia bertanya kepada Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, bagaimana cara hamba untuk dapat belajar lebih banyak mengenai diri Engkau?” Maka Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Apabila engkau ingin mengetahui lebih banyak mengenai diriku, maka bacalah buku mengenai Sayyiduna Muhammad Rasulullah yang ditulis oleh Syeikh Abdullah Sirajuddin.” Buku ini dilarang di Saudi Arabia, sehingga ia bertanya kepada Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam tercinta, di mana ia dapat menemukannya, karena ia belum pernah mendengarnya. Di dalam mimpinya tersebut, ia mendengar Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam berkata, “Pergilah ke Aleppo (Halab), dan engkau akan menemukannya.” Pria ini belum pernah mengenal siapa sebenarnya Syeikh Abdullah Sirajuddin, atau apapun mengenai buku yang ditulis beliau. Ia pergi ke Halab dan menemukan buku tersebut, kemudian ia membacanya dan buku tersebut mengubah hidupnya.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Kitab As-Shiyam | Abdullah Sirajuddin Al-Husaini" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Fiqh Puasa Ramadhan Madzhab Syafi’i

Fiqh Puasa Ramadhan Madzhab Syafi’i

Fiqh Puasa Ramadhan

Untuk beribadah kepada Allāh SWT sangat dibutuhkan ilmu. Jika suatu ibadah dilakukan tanpa ilmu, maka akan banyak menimbulkan dampak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan. 
Allāh SWT berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isrā’ [17]: 36)

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan atas setiap mukallaf, dan amalan ini berulang setiap setahun sekali. Oleh karena itu, betapa urgennya mengetahui fiqih puasa, karena hal ini menentukan diterima atau tidaknya ibadah seorang hamba di hadapan Allāh SWT.

Risalah ini merupakan sebuah ringkasan yang disadur dari kitab alMu’tamad karya Syaikh Dr. Muhammad az-Zuhaili, Taqrīrātus Sadīdah karya alHabib Hasan al-Kaff dan dengan catatan tambahan yang diperlukan.

Ketentuan Puasa dalam Mazhab Syafii


Dalam kitab Ghayah at-Taqrib disebutkan bahwa syarat wajib puasa ada empat yaitu Islam, baligh, berakal sehat, dan mampu berpuasa. Adapun rukun antara lain niat, menahan diri dari makan dan minum, jimak (hubungan intim), sengaja muntah. Tiga hal yang disunnahkan dalam puasa yaitu menyegerakan berbuka, mengakhirkan makan sahur, dan meninggalkan perkaatan buruk.

Para sepuh yang tidak kuat berpuasa, boleh berbuka dan wajib baginya memberi makan kepada orang miskin untuk setiap meninggalkan puasa satu mud. Sementara perempuan hamil dan perempuan yang menyusui jika mereka merasa khawatir akan dirinya sendiri, boleh berbuka dan diwajibkan bagi keduanya untuk mengqadha.

Pandangan Mazhab Syafii tentang qadha puasa bagi perempuan hamil dan menyusui ini berbeda dengan Fatwa Tarjih. Dalam ketentuan Tarjih, perempuan hamil dan menyusui boleh tidak berpuasa asalkan membayar fidyah. Namun dirinya menegaskan bahwa secara umum ketentuan Mazhab Syafii dan Majelis Tarjih banyak persamaan seperti disunahkan untuk mengakhirkan makan sahur, menyegerakan berbuka, dan meninggalkan perkaatan buruk.

Mohon maaf jika terdapat sebuah kesalahan, serta diharapkan masukan dan sarannya agar penulis senantiasa introspeksi diri. Kesempurnaan hanyalah milik Allāh SWT, adapun penulis hanya hamba yang lemah lagi berlumur dosa. Nas’alullāha Al-‘Āfiyah.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Fiqh Puasa Ramadhan Madzhab Syafi’i" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Durusul Fiqhiyah juz 1, 2, 3 Pegon Jawa

Terjemah Durusul Fiqhiyah juz 1, 2, 3 Pegon Jawa

Durusul Fiqhiyyah

Kitab Durusul Fiqhiyah adalah kitab Fiqih karya Sayyid Abdurahman bin Saqaf yang diperuntukkan bagi murid Ibtidaiyah atau sederajat seperti SD. Kitab ini menjelaskan Fiqih berdasarkan Madzhab Syafiiyah yang telah di ringkasa dari Kitab-kitab Mu'tabar Madzhab Sayafi'iyah.

Kitab ini berisi uraian tentang ilmu-ilmu dasar dalam memahami ilmu Fiqih, seperti penjelasan tentang taharah, shalat, dan tata cara melaksanakan shalat. Azan dan Iqamah juga dijelaskan di sini. Uraian tersebut ditampilkan dalam bentuk tanya jawab.


Pada tulisan kali ini membagikan Terjemahan Kitab Durusul Fiqhiyah juz 1, 2, 3 Lengkap deengan Terjemahan Bahasa Jawa dan dengan Tulisan Arab Pegon Jawa

Kitab Durusul Fiqhiyah ini sangat penting bagi santri atau murid yang sedang belajar Ilmu Fiqih secara mendasar disajikan dengan metode aplikatif, penyusunan ringkas dan inti dari kajian fiqih berbasis kekinian atau metode Modern seperti Kitab Fiqhul Wadlih

Kitab ini sering di kaji dalam kajian santri kilat atau bahasa lain dengan Istilah Pasaran Ngaji Kitab (Sunda) karena pembahasan nya ringkas dan mencakup dasar-dasar Kajian Fiqih dari Mulai Hukum Syara dan Juga toharoh, Puasa, Jakat Haji dll


JUZ 1 | JUZ 2 | JUZ 3

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Durusul Fiqhiyah juz 1, 2, 3 Pegon Jawa JUZ 1 | JUZ 2 | JUZ 3" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Panduan Ibadah Puasa | Terjemah At-Taqrirotus Sadidah

Panduan Ibadah Puasa | Terjemah At-Taqrirotus Sadidah

Panduan Ibadah Puasa

Kitab fiqih yang berjudul al-Taqrirat al-Sadidah fi al-Masail al-Mufidah adalah sebuah kitab fikih kontemporer bermadzhab Syafi'iyah yang menjelaskan beberapa masalah fikih karya Sayyid Hasan bin Muhammad al-Kaff. Kitab ini juga membahas tentang puasa,wajib, sunnah, dan makruh.

Buku terjemahan ini membahas tentang puasa sampai habis yang ambil dari kitab Taqrirat sadiidah karangan Al Habib Ahmad bin Hasan Al Kaf Hafidzahullah murid daripada Al Habib Zein bin Smith Hafidzahullah wa ra'aah, isi kandungan buku ini adalah

DAFTAR ISI

  1. Pengertian Puasa
  2. Asal nama bulan “Ramadhan”
  3. Keutamaan Puasa
  4. Hukum-hukum puasa
  5. Syarat sah puasa
  6. Syarat Wajib puasa
  7. Rukun-rukun Puasa
  8. Wajibnya puasa ramadhan sebab lima perkara
  9. Sunnah-sunnah puasa
  10. Hal-hal yang Makruh Dilakukan Ketika Puasa

Pengertian Puasa


Puasa menurut Bahasa Arab maknanya adalah diam, dan menurut syari'at adalah menahan segala sesuatu yang membatalkan ibadah. Yang dinamakan puasa mulai terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.

Dalil akan kewajiban puasa adalah firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183 "Wahai orangorang yang beriman telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana yang telah kami wajibkan kepada kaum sebelum kalian semoga kalian termasuk orang yang bertaqwa",

diwajibkannya puasa itu pada tahun kedua hijriyah di bulan Sya'ban. Diriwayatkan Rasulullah SAW berpuasa selama 9 kali, 8 kurang dari 30 hari dan hanya sekali beliau sempurna 30 hari.

Asal Nama Bulan Ramadhan


Dinamakan Ramadhan sebab ketika penamaan bulan dilakukan bertepatan pada waktu itu suhu di daerah arab sangat panas maka dinamakanlah bulan tersebut bulan Ramadhan yang asal katanya adalah Ramdha' yang bermakna sangat panas, namun ada yang mengatakan dinamakan bulan itu ramadhan sebab dosa-orang mukmin di bulan tersebut dihapus.

Keutamaan Puasa


Di dalam Al Qur'an disebutkan

"Makan dan minumlah kalian (Di surga) dengan tenang sebab apa yang telah kalian lakukan di hari-hari yang telah lalu" (Al Haqqah 24), "Dan mereka para lelaki dan perempuan yang berpuasa dan para lelaki dan perempuan yang menjaga kemaluan mereka, dan para lelaki dan perempuan yang banyak berdzikir (mengingat Allah),

Allah siapkan bagi mereka Ampunan dan pahala yang besar" (Al Ahzab 35). Di dalam hadits juga disebutkan Allah berfirman di dalam hadits qudsinya "Kebaikan seseorang Aku balas dengan sepuluh kebaikan sampai 700 kebaikan, adapun puasa Aku sendiri yang akan membalasnya (Karena hanya Allah yang tahu kadar puasa seseorang)" (HR Bukhari) .

Rasulullah SAW bersabda : "Diamnya orang yang berpuasa itu tasbih, tidurnyapun ibadah, doanyapun mustajab, dan amalnya berlipat ganda pahalanya" (HR Daylamiy).



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Panduan Ibadah Puasa | Terjemah At-Taqrirotus Sadidah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Maqosidu Siyam | Syekh Izuddin bin Abdu Salam

Terjemah Maqosidu Siyam | Syekh Izuddin bin Abdu Salam

Terjemah Maqasidu Shiyam

Maqosidu Siyam adalah buku yang menjelaskan tentang  Fiqih Ibadah puasa karya Syaikh Izuddin bin Abdu Salam berlandaskan Fiqih mAdzhab Syafiiyah.

Riwayat Singkat Syekh Izuddin bin Abdu Salam


Nama lengkapnya adalah al-‘Allamah alSyaikh al-Imam al-Faqih al-Mujtahid Hujjatul Islam, Syaikhul Islam Izzuddin Abu Muhammad Abdul Aziz ibn Abdussalam ibn Abu alQasim ibn Hasan al-Sulami al-Dimasyqi al-Syafi‘i. Ia lahir pada 577 Hijriah Beliau belajar kepada beberapa ulama, di antaranya Ahmad al-Mawwazini, Barakat ibn Ibrahim al-Khusyu‘i, al-Qasim ibn Asakir, Umar ibn Thabrazid, Hanbal ibn Abdullah, dan beberapa guru yang lain.

Beliau juga menjadi guru bagi banyak murid yang sebagiannya kemudian dikenal sebagai ulama yang cukup masyhur, seperti alDimyathi, Ibn Daqiq al-‘Id, Syihabuddin ibn Farh, al-Yunaini, Ibn Bahram al-Halabi, dan lain-lain.

Beliau memiliki riwayat panjang dalam tradisi ilmu dan ijtihad. Juga dikenal istiqamah dalam memperjuangkan kebenaran dan jihad. Dikenal luas pada zamannya sebagai salah satu ulama besar mazhab Syafi‘i. Juga dikenal teguh memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Selain itu, dikenal pula sebagai alim yang warak dan pemberani.

Al-Asnawi mengatakan, “Syekh Izzuddin ibn Abdussalam adalah syekh Islam yang berilmu dan mengamalkan ilmunya. Ia menganggap rendah kekuasaan dunia dan para penghamba dunia. Ia juga bersikap tegas kepada para raja dan bangsawan pada zamannya.”

Karya-karya Syekh Izuddin bin Abdu Salam


Berikut ini beberapa karya tulisnya yang lain:

  1. Tafsîr al-Qur’ân—ringkasan atas al-Nukat wa al-‘Uyûn karya al-Mawardi
  2. Al-Jam‘ bayna al-Hâwi wa al-Nihâyah
  3. Qawâ’id al-Ahkâm fî Mashâlih al-Anâm.
  4. Al-Qawâ‘id al-Shugrâ
  5. Bidâyah al-Sûl fî Tafdhîl al-Rasûl
  6. Al-Alghâz fî al-Nahw
  7. Amâlî al-‘Izz
  8. Al-farq bayna al-Islâm wa al-Imân
  9. Ahkâm al-Jihâd wa Fadhlih
  10. Al-Isyârah ilâ al-Îjâz fî Ba‘dhi Anwâ‘ alMajâz
  11. Al-Anwâ‘
  12. Bayânu Ahwâl al-Nâs Yawm al-Qiyâmah
  13. Targhîb Ahl al-Islâm fî Suknâ al-Syâm
  14. Syarh Asmâ’ Allâh al-Husnâ
  15. Al-Targhîb fî Shalât al-Raghâ’ib
  16. Al-Radd ‘alâ al-Mubtadi‘ah wa al-Hasyawiyyah
  17. Risâlah fî ‘Ilm al-Tawhîd
  18. Risâlah fî al-Quthb wa al-Ghawts wa alAbdal wa Ghayruhum
  19. Syarh Hadîts lâ Dharara wa lâ Dhirâra
  20. Syarh Muntahâ al-Sûl wa al-Amal fî ‘Ilm al-Jadal wa al-Ushul
  21. Milhah al-I‘tiqâd
  22. Al-Fatâwa al-Majmû‘ah
  23. Al-Fatâwa al-Mishriyyah
  24. Al-Fatâwa al-Maushiliyyah
  25. Fawâ’id al-Balwâ wa al-Mihan
  26. Al-Fawâ’id fî Ikhtishâr al-Maqâshid
  27. Qashîdah min 33 Bait min Bahr al-Wâfir fî Madh al-Ka‘bah
  28. Mukhtashar Shahîh Muslim
  29. Majlis fî Dzamm al-Hasyîsyah
  30. Mukhtashar Majâz al-Qur’ân
  31. Maqâshid al-Ri‘âyah
  32. Maqâshid al-Shalâh
  33. Maqâshid al-Shiyâm
  34. Manâsik al-Hajj
  35. Nubdzah Mufîdah fî Adâb al-Shuhbah
  36. Washiyyah al-‘Izz Qabla Mawtihî

Itulah beberapa kitab yang ditulis al-‘Izz.

Disebutkan bahwa pemuka para ulama ini meninggal sebagai zahid pada 660 H. Sebagian riwayat lain menyebut 659 H di kota alMahrusah. Jenazahnya dikuburkan di lembah gunung al-Muqaththam. Di tempat itu ada pemakaman yang penjaganya tidak mengizinkan siapa pun dikuburkan di sana kecuali dengan kuburan yang sederhana, tanpa dinding, tanpa hiasan, dan bentuk kemegahan lainnya. Dengan begitu, sang zahid ini tetap menjadi zahid hingga akhir hayatnya dan di kehidupan berikutnya. Semoga beliau mendapatkan surga firdaus, kenikmatan yang paling nikmat, dan taman surga yang paling luas.

Ketika saya menziarahi kuburannya sebelum menyunting bukunya ini, sungguh tubuh ini berguncang dan hati ini bergetar hebat mengingat kemuliaan, keluasan ilmu, dan kesederhanaan sang zahid ini.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Maqosidu Siyam | Syekh Izuddin bin Abdu Salam" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik