Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Do'a dan Dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a dan Dzikir. Tampilkan semua postingan
Meluruskan Faham Bulan Safar bulan Sial (Kanzun Najah was Surur)

Meluruskan Faham Bulan Safar bulan Sial (Kanzun Najah was Surur)

Bulan Safar Bulan Sial.?

Peringatan penting yang dapat meluruskan banyak kesalahpahaman Bulan Safar


Di muat dan di terjemahkan dari kitab Kitab Kanzun Najah was Surur, Himpunan Doa Karya Syekh Abdul Hamid Kudus

Ketahuilah bahwa telah meriwayatkan Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam kitab Shohih keduanya dari Abi Hurairah ra. dari Nabi SAW beliau bersabda:

لاَعَدْوَى وَلاَ طيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

Artinya:"Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah (menganggap sial karena pertanda dari sebuah kejadian ), tidak ada pertanda sial dengan burung hantu dan tidak ada kesialan pada bulan Shafar."

Lalu seorang a'robi (pelosok desa) berkata: "Ya Rasulullah. kenapa ada seekor unta di padang pasir seperti seekor kijang lalu datang unta lainnya yang berkudis hingga unta pertama terkena kudisnya? Maka Rasullulah SAW bersabda:

Siapakah yang membuat unta" فَمَنْ أَعْدَى الْأَوَّلَ ؟ pertama tertular?"

Aku katakan (dan hanya kepada Allah-lah kita mendapat taufiq): "Hadits ini banyak sekali yang meriwayatkannya. Dalam kitab Al - Masyariq karangan Syaikh Shoghoni merumuskan kepada Imam Bukhori

Sebaik - baik ramalan" و خير هَا الْفَأْلُ dari Abi Hurairah: adalah menganggap baik karena adanya ucapan yang baik". Dan dari Imam Bukhori dan Muslim dari Jabir ra.:

لاَعَدْوَى وَلَا طَيَرَةَ وَلَا غَوْلَ

Artinya: "Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah dan tidak ada ghaul yang menyesatkan jalan”. Dan di dalam kitab al-Jami'us shoghir karangan Imam Suyuthi merumuskan kepada musnad Imam Ahmad dan Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah ra.

لاَعَدْوَى وَلاَ طَيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ وَلَا غَوْلَ

Artinya: "Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah, tidak ada pertanda sial dengan burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan shafar dan tidak ada ghaul (syai'tan menyerupai manusia yang menyesatkan jalan)." Dan di dalam kitab Al-Atsar karangan Imam Thahawi dari Rasulullah SAW beliau bersabda:

العيَافَةُ وَالطَّيرَةُ وَالطَّرْقُ مِنَ الْحُبْت

Artinya:"Menerbangkan burung untuk menentukan baiknya dari sebelah kanan atau kiri, thiyarah, dan melempar kan dadu untuk keberuntungan adalah perbuatan syirik ."

Imam Suyuthi merumuskan ini kepada Imam abi Daud

Para ulama (semoga Allah merahmati mereka semua) berkata tentang penafsiran kalimat-kalimat tersebut dengan rinkas:

Arti: Yadalah tidak ada penularan penyakit kepada yang lainnya. Hadits ini menafsirkan keyakinan orang-orang jahiliyah tentang sebagian penyakit yang menurut mereka dapat menulari tanpa menyandarkan kepada Allah S.W.T.

Maka Nabi SAW membatalkan keyakinan mereka dengan sabdanya: "Tidak ada penyakit menular". Oleh karnanya ketika orang a'robi bertanya tentang unta yang sehat dapat terkena penyakit kudis hanya karna berkumpul dengan unta yang berkudis. maka Nabi SAW menjawab:" Siapakah yang dapat menulari unta yang pertama?" maksudnya unta yang pertama terkena kudis bukan dengan tertular melainkan dengan ketentuan dan takdir Allah S.W.T

Banyak sekali hadits-hadits yang pemahamannya agak sedikit rumit oleh kebanyakan orang bahkan sebagian mereka menganggapnya terhapus dengan hadits Nabi SAW: لا عدوى "tidak ada penyakit menular"

Di dalam dua kitab shohih dari Abi Hurairah ra dari Nabi SAW beliau bersabda:

لا يَرِدَنٌ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٌ

Artinya: "janganlah menggiring unta yang berpenyakit kepada unta yang sehat."
Hadits semisal itu juga adalah:

فرّ مِنَ الْمَحْذُوْم فَرَارَكَ مِنَ الْأَسَد

Artinya: "Menghindarlah kamu dari orang yang berpenyakit lepra seperti kamu menghindar dari singa"

Dan Hadits:

إِذَا سَمِعْتُمُ بالطَّاعُونِ في أَرْضِ فَلاَ تَدْخُلُو

Artinya: "Jika kamu mendengar penyakit thaun di suatu daerah maka janganlah kalian masuk." Mengatakan hadits-hadits ini mansyukh/ terhapus maka tidak ada artinya. Karena hadits Nabi SAW yang berbunyi su adalah berupa khobar maka tidak mungkin menghapus tiga hadits Nabi SAW di atas yang berupa nahyi (larangan).

Pendapat yang benar adalah yang disepakati mayoritas ulama yaitu, bahwa tidak ada naskh (penghapusan) dalam hadits di atas.

Makna yang sebenarnya dari hadits 5gy "tidak ada penyakit menular" adalah menafikan apa yang diyakini oleh orang-orang jahiliyah bahwa penyakitpenyakit tadi bisa menulari dengan sendirinya tanpa ada keyakinan takdir Allah SWT tentang hal itu seperti telah kamu ketahui. Dan dibuktikan dengan hadits Nabi siapakah yang menulari unta" فَمَنْ أَعْدَى الأَوَّلَ SAW: pertama?"

Adapun larangan Nabi SAW tentang menggiring unta yang berpenyakit kepada unta yang sehat dan perintah Nabi SAW untuk menghindari dari orang yang kena penyakit lepra juga larangan beliau SAW memasuki daerah berpenyakit thoun adalah usaha menjahui sebab-sebab datangnya musibah atau penyakit apabila berada pada orang yang sehat. Sebagaimana diperintahkan menjaga dirinya jangan sampai tenggelam atau terbakar atau masuk ke dalam gedung yang runtuh dan semisalnya yang sudah biasa yang menyebabkan celaka.

Demikian pula menjauhi kedekatan pada orang yang berpenyakit lepra dan memasuki daerah yang penduduknya terjangkit thoun merupakan usaha menghindar dari sebab-sebab penyakit dan kebinasaan.

Sedangkan Allah-lah yang menciptakan sebab mu-sababnya, tidak ada yang menciptakan dan menentukan selain Allah SWT. Imam Abu Daud telah meriwayatkan bahwasanya Nabi SAW jalan dan melewati tembok yang miring maka Beliau SAW mempercepat langkahnya danbersabda :

اَخَافُ مَوْتَ الْفَوَات

"Aku takut mati mendadak"

Jika engkau bertanya: "Jabir meriwayatkan bahwasanya Nabi SAW makan bersama orang yang terjangkit lepra dan beliau SAW mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ ثقَةً بِاللهِ وَتَوَكَّلاً عَلَيْهِ

Artinya: "Dengan nama Allah,aku percayakan dan pasrahkan kepada-Nya".

Maka apa maksudnya?

Jawabnya adalah Sesungguhnya keadaan Nabi SAW lebih kuat daripada keadaan umatnya. Maka tidak dikhawatirkan apa yang di khawatirkan orang lain dari penyakit menular. Yang di nafikan adalah penularan dengan sendirinya, sedangkan perintah untuk menghindarinya karena Allah SWT memberlakukan kebiasaan adanya penyakit menular ketika berkumpul seperti yang engkau ketahui.

Atau agar tidak menyatu sedikitpun dari taqdir Allah bagi yang berkumpul,sehingga ia menyangka hal itu karena tertular maka ia terjerumus pada pemikiran yang salah. Atau supaya orang yang berpenyakit tidak merasa di kucilkan. Atau alasan-alasan lainnya yang di sebutkan di dalam kitab syarh al-Bukhori. Imam Syanwani menyebutkan kesimpulan semuanya dalam kitab Mukthashor Ibnu Abi Jamrah.

Arti : ولا طيرة adalah menganggap sial karena pertanda dari suatu kejadian apa saja. Asal maknanya adalah menganggap sial karena pertanda dari burung.

Orang-orang jahiliyah dahulu menaruh kepercayaan pada burung. Apabila mereka hendak keluar untuk keperluan,terlebih dahulu mereka melihat burung. Jika burung terbang ke arah kanan mereka menganggapnya baik dan jika terbang ke arah kiri mereka menganggapnya sial dan mengurungkan kepergiannya. Terkadang mereka juga menerbangkan burung untuk menentukan baik dan sial mereka. Maka Nabi SAW melarangnya dan membatalkannya dan beliau SAW bersabda :

وخير هَا الْفَأْلُ

"Dan sebaik-baik hal itu adalah al-Fa'lu yaitu menganggap baik urusan karena mendengar ucapan yang baik."

Contoh seperti orang yang ingin pergi lalu mendengar orang berkata: "Ya salaam, ya salaam" (keselamatan-keselamatan) atau mendengar ucapan orang sakit: "Wahai yang memberi keselamatan, wahai yang memberi kesembuhan."

Oleh karena itu terdapat hadist bahwasanya Nabi SAW tidak pernah menganggap atau meramalkan kesialan dengan suatu kejadian akan tetapi beliau menganggap kebaikan dengan adanya ucapan yang baik. Dahulu Rosullullah SAW apabila keluar untuk keperluan senang mendengar orang yang berucap: "Wahai yang memberi petunjuk."

Konon sebagian orang-orang jahiliyah yang berakal mengingkari anggapan buruk dengan suatu kejadian. Seorang penyair di antara mereka berkata:

لعَمْرُكَ مَا تَدْرِي الضَّوَارِبُ بِالْحَصَى
وَلَا زَاجِرَاتُ الطَّيْرِمَا اللَّه صَانعُ

Artinya: "Sungguh orang-orang yang melempar dadu, dan yang menerbangkan burung tidak mengetahui apa yang akan Allah lakukan."

Konon mereka meramalkan nasib baik dan bu-ruk dengan burung dan menaruh kepercayaan padanya, terkadang ramalan mereka tepat dan benar karena syaitan menghiasi hal itu kepada mereka. Hingga sekarang banyak kaum muslimin yang mengikutinya.

Ibnu Hibban telah mengeluarkan hadist di dalam kitab shohihnya dari hadist Anas yang di marfu'kan bahwasanya Nabi SAW bersabda :

لاَ طَيْرَ وَالطَّيْرُ عَلَى مَنْ تَطَيَّرَ

Artinya: "Tidak ada anggapan sial karna sesuatu, dan kesialan itu bagi orang yang beranggapan sial." Ibnu 'Adi juga mengeluarkan hadist dengan dua sanad dari Abi Hurairah yang di marfu'kan:

إذَا تَطَيَّرْتُمْ فَامْضُوا وَ عَلَى اللَّه فَتَوَكَّلُوا

Artinya: "Apabila kalian beranggapan sial karena sesuatu, maka ber-lalulah dan pasrahkan kepada Allah SWT."

Imam Thobroni mengeluarkan hadist dari Abi Darda yang di marfu'kan:

لاَ يَنَالُ الدَّرَاجَاتِ الْعُلَى مَنْ تَكَهَّنَ أَوِ اسْتَقْسَمَ أَوْ رَجَعَ مِنْ سَفَرٍ تَطَيُّرًا

Artinya:"Tidak akan mencapai derajat yang tinggi orang yang berdukun, atau minta untuk di ramal atau orang yang mengurungkan kepergiannya karena melihat burung."

Faedah:

Imam Baihaqi mengeluarkan hadist dalam kitab asSyu'aib dari hadist Abdullah bin Umar secara mauquf:

مَنْ عَرَضَ لَهُ مِنْ هَذه الطَّيَرَةَ شَيْءٌ فَلْيَقُلْ: اَللَّهُم لاَ طَيْرَ الا طَيْرُكَ وَ لاَخَيْرَ الاَ خَيْرُكَ وَ لا الهَ غَيْرُكَ

Artinya: "Barangsiapa yang muncul dalam betikan hatinya merasa sial karena melihat burung maka ucapkanlah: Ya Allah, tidak ada ramalan baik atau buruk kecuali Engkau telah menentukannya, tidak ada kebaikan kecuali Engkau telah menentukannya dan tidak ada Tuhan selain-Mu."

Abi Daud, Dalam kitab Marosilnya Imam bahwasanya Nabi SAW bersabda: "Seorang hamba tidak jarang terlintas dalam hatinya merasa sial karena suatu kejadian, apabila merasakan hal itu maka ucapkanlah :

أَنَا عَبْدُ اللهِ مَا شَاءَ الله لَاقُوَّةَ الا بالله لا يَأْتي بالْحَسَنَات الا الله وَلاَ يُذْهَبُ السَّيِّئآت الا الله أَشْهَدُ اَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Artinya: "Aku hamba Allah, segala sesuatu atas kehendak Allah, tiada kekuatan melainkan dari Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah, tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Allah. Aku bersaksi bahwasanya Allah Maha mampu atas segala sesuatu."

Kesimpulan dari hadist-hadist di atas, bahwa barangsiapa yang terlintas dalam hatinya anggapan akan terjadi sial karena sesuatu, maka ucapkanlah :

أنا عَبْدُ اللهِ مَا شَاءَ اللهُ لَاقُوَّةَ الا بالله. اَللَّهُمَّ لَاَ طَيْرَ الا طَيْرُكَ وَلَا خَيْرَ إِلا خَيْرُكَ وَلَا إِلَه غَيْرُكَ. اللَّهُمْ لاَ يَأْتى بالْحَسَنَات الا الله وَلَا يُذْهَبُ السَّيِّئآت الا اللهُ أَشْهَدُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Artinya: "Aku hamba Allah, tidak ada kekuatan melainkan dari Allah. Ya Allah, tidak ada anggapan sial, dan baik semuanya telah Engkau tentukan. Ya Allah tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Engkau Tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Aku bersaksi bahwa Allah Maha mampu atas segala sesuatu. Tidak ada daya-dan upaya melainkan hanyalah dari Allah yang Maha tinggi lagi Maha Agung."

Arti lafadz وَلاَ هَامَةَ, asal artinya adalah kepala. Dạn biasa di artikan burung malam. Inilah yang di maksud. Pendapat lain mengartikan burung hantu. Orang-orang jahiliyah merasa akan bernasib sial apabila ada burung hantu hinggap di atas rumah mereka, muncul perasaan bahwa burung tersebut membawa berita kematian dirinya sendiri atau salah satu anngota keluarganya.

Dari cerita ini dapat di artikan وَلاَ هَامَةَ Tidak ada anggapan sial karena burung hantu.

Ada pendapat ulama lain menceritakan: Konon orang arab menyangka bahwa ruh orang yang terbunuh yang belum di tuntut balasnya akan berubah menjadi burung hantu dan berkata: "Tuntutlah balasku, tuntutlah balasku." Dan akan terbang jika telah di tuntut balasnya.

Dari cerita yang ini dapat di artikan (ولا هامة)Tidak ada kehidupan lagi bagi si mayit dengan menjadi burung hantu". Maka Nabi SAW menafikan itu semua.

Arti lafadzis (لا صفر) tidak ada kesialan dalam bulan shofar" adalah "tidak ada bulan shofar yang di akhirkan dari tempatnya." Hadist ini menolak keyakinan tentang adanya penundaan bulan. konon orang arab menunda bulan muharram dan memasukkannya ke dalam bulan shofar. Dan menjadikan bulan shofar bulan yang di sucikan. Maka Nabi SAW menafikan hal itu.

Yang di maksud adalah bahwa mereka menganggap akan ada sial dengan datangnya bulan shofar.Mereka beranggapan banyak musibah dan fitnah yang akan terjadi di bulan itu. Karena hal ini maka hadits

لا صفر

dapat diartikan “Tidak ada anggapan sial dengan bulan shofar, semua bulan sama dengan bulan-bulan yang lainnya."

Dan arti lafadz وَلاَ غَوْلَ Tidak ada ghul yang menyesatkan jalan." Konon orang arab beranggapan ada jenis syaitan yang menampakkan dirinya kepada manusia yang menyesatkan arah jalan dan membuat celaka. Dari hal ini, maka hadist itu bermakna "Tidak ada wijud syaitan yang dapat menyesatkan orang dari arah jalan


Bulan Safar terjemah kanzun najah was surur

Bulan Safar terjemah kanzun najah was surur

Bulan Safar

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Shofar


Ketahuilah bahwasannya seperti yang dinukil dari ucapan orang-orang sholeh (akan datang keterangannya) yaitu akan turun di hari rabu terakhir dari bulan shofar bala' yang sangat besar. Musibah-musibah yang terpisah di seluruh tahun akan diturunkan dihari itu.

Maka barangsiapa yang ingin keselamatan dan penjagaan hendaknya berdo'a di hari pertama bulan shofar dan dihari rabu terakhirnya dengan do'a dibawah ini. Barangsiapa yang berdo'a dengannya, Allah akan menolak kejelakan bala tersebut darinya. Demikianlah ku temukan tulisan sebagian orang-orang sholeh.

Do'a dihari pertamanya adalah :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْله، وأَعُوْذُ بِجَلاَلكَ وَجَلاَلِ وَجْهِكَ، وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ، أَنْ تُجِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَأَهْلِي وَأَحْبَابِي، وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَهُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هذهِ السَّنَةِ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا وَاصْرِفَ عَنِّيْ شَرَّ شَهْرٍ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِي فِي هذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلامَةِ وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِي، وَلأَهْلِي، بمَا تُحيْطُهُ شَفَقَهُ قَلْبِي وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

Artinya:" Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Aku berlindung dengan Allah dari keburukan zaman dan penduduknya. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dan keagungan wajah-Mu dan kesempurnaan keagungan suciMu, selamatkan aku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai dan kusayangi dari kejelekan yang Engkau putuskan di tahun ini. Hindarkan aku dari kejelekan bulan shofar, wahai yang Maha Mulia pandangan-Nya, akhiri tahun ini untukku dengan keselamatan, afiyat, keberuntungan dan untuk kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku dan orang-orang yang kusayangi juga untuk semua kaum muslimin. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salamNya kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya".

Aku juga menemukan catatan sebagian orangorang sholih "bahwa barangsiapa setiap hari di bulan shofar membaca do'a berikut, maka Alllah SWT akan menjaganya dari penyakit, musibah dan bala' ditahun itu hingga shofar yang akan datang. Inilah do'anya :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبيِّكَ وَرَسُوْلكَ النّبيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آله وَبَارِك وَسَلّم، اَللّهُمَّ إنّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هذَا الشَّهْر وَمِنْ كُلِّ شَدّة وَبَلَاءٍ وَبَلِيَّةٍ قَدَّرْتَهاَ فِيْهِ يَا دَهْرُ يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَة يَا عَالِماً بِمَا كَانَ وَمَا يَكُونُ وَمَنْ إِذَا اَرَادَ شَيْئًا قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ يا أَزَليُّ يَا أَبَدِيُّ يَا مُبْدِىُ يَا مُعِيْدُ يَاذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَام يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيد أَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيدُ،

اللّهُمُ احْرُسُ بِعَيْنِكَ نَفْسي وَأَهْلِي وَمَالِي وَوَلَدِي وَدِيْنِي وَدُنْيَايَ الَّتِي ابْتَلَيْتَنِي بِصُحْبَتِهَا بِحُرْمَةِ الأَبْرَارِ وَالأَخْيَارِ بِرَحْمَتِكَ يَا عَزِيرُ يَا غَفَارُ يَا كَريمُ يَاسَتّارُ برَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرّاحِمينَ، اللّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِي عَنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا إلهَ إلّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبه وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ.

Artinya:" Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah limpahkanlah rahmat, berkah dan salam-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, hambaMu, Nabi-Mu, Rosul-Mu, Nabi yang ummi dan keluarganya. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari keburukan bulan ini, dari kesulitan, bala dan musibah yang Engkau takdirkan di dalamnya, wahai yang Maha Kekal, wahai penguasa dunia dan akhirat. Wahai yang Maha mengetahui yang telah ada dan yang akan ada dan yang apabila menghendaki segala sesuatu la hanya berkata : jadilah, maka terjadilah. Wahai yang Maha Azali, yang Maha Abadi, yang Maha memulai, yang Maha mengembalikan, wahai yang memiliki ke agungan dan kemuliaan, wahai yang memiliki arsy yang Mulia, Engkau melakukan yang Engkau kehendaki.

Ya Allah, jagalah dengan pandangan-Mu diriku, keluargaku, hartaku, anakku, agamaku dan duniaku yang Engkau takdirkan aku di dalamnya dengan kemuliaan orang-orang baik, dengan rahmatMu, wahai yang Maha Mulia, wahai yang Maha Mengampuni, wahai yang Maha Mulia, wahai yang maha menutupi dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Ya Allah, yang maha kuat, wahai yang maha mulia, menjadi hina karena kemuliaan-Mu seluruh makhluk-Mu. Cukupkan aku dari semua makhlukMu. Wahai yang Maha berbuat baik, yang Maha Indah, wahai yang Maha dermawan, wahai yang memberikan nikmat, wahai yang maha mulia, wahai yang tiada Tuhan selain Engkau dengan rahmat-Mu wahai yang maha pengasih di antara yang pengasih. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salamNya kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya."

Berkata al-Allamah Syaikh Dairobi di dalam Mujarrobatnya: " Faedah sebagian orang 'arif dari ahli kasyf dan tamkin menyebutkan bahwa akan turun setiap tahunnya 320.000 bala' (tiga ratus dua puluh ribu). Dan semuanya itu akan turun dihari rabu terakhir dari bulan shofar. Maka hari itu merupakan hari yang sangat susah dari hari-hari lain sepanjang tahun. Barangsiapa yang melakukan sholat empat rokaat di hari tersebut di setiap rokaatnya setelah fatihah membaca surat "alkautsar" 17 kali dan al-ikhlas 5 kali dan surat al-falaq dan an-nas masing-masing satu kali setelah selesai salam membaca do'a berikut, maka Allah SWT dengan kedermawanannya akan menjaganya dari semua bala' yang turun dihari itu. Dan tidak akan mendekat padanya satu balapun dari bala - bala tersebut hingga sempurna tahunnya. Inilah do'a yang agung itu :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالَ يَا عَزِيزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ اكْفِنِي مِنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ يَامُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَامَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اللَّهُم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اكْفنيْ شَرَ هذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِي فَسَيَكْفِيْكَهُمُ الله وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ، وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ، وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Wahai dzat yang Maha kuat da perkasa, wahai yang Maha Mulia telah hina karena kemuliaan-Mu seluruh makhluk-Mu. Cukupkan aku dari semua makhluk-Mu, wahai yang Maha berbuat baik, wahai yang Maha Indah, wahai yang Maha member keutamaan, wahai yang Maha member nikmat, wahai yang Maha mulia, wahai yang tiada Tuhan selain Engkau dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih di antara yang Pengasih. Ya Allah, dengan rahasia Hasan dan saudaranya, kakek dan ayahnya lindungi aku dari kejelekan hari ini dan bala yang turun di dalamnya wahai yang maha melindungi. Maka Allah akan memeliharamu dari mereka. Dan dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui. Dan cukuplah Allah bagi kami sebaik-baik pengurus. Tiada daya dan kekuatan melainkan hanyalah dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Hal ini telahdisebutkanoleh Syaikh Kamil Fariduddin di dalam wiri-wirid Khowwajah Mughniddin seperti yang ada dalam kitab "Jawahirul Khoms".

Syaikh al-Bumi rh berkata di dalam kitab al-Firdaus: "Sesungguhnya Allah SWT menurunkan bala' di hari rabu terakhir dari bulan shofar di antara langit dan bumi lalu malaikat membawanya dan menyerahkan kepada Quthbul Ghouts kemudian ia menyebarkannya kepada alam ini. Tidak ada yang terjadi dari kematian, bala, kesusahan kecuali dari bala' yang disebarkan oleh Quthbul Ghouts tersebut. Maka barangsiapa yang ingin keselamatan dari bala' tersebut hendaknya ia melakukan sholat enam rokaat, membaca fatehah dan ayat kursi di rokaat pertama dan di rokaat kedua membaca surat al-Ikhlas demikian seterusnya. Kemudian membaca sholawat kepada Nabi SAW dengan sholawat apa saja dan berdo'a dengan do'a berikut:

اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى وَبِكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ وَبِحُرْمَةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَحْفَظَنِيْ وَأَنْ تُعَافِيَنِي مِنْ بَلَائِكَ يَا دَافِعَ الْبَلايَا يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ اكْشِفْ عَني مَا كُتِبَ عَلَيَّ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِنْ هَمٍّ أَوْ غَمٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَصَلَّى الله 
عَلَى سَيِّدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا

Artinya: "Ya Allah, aku memohon dengan namanama-Mu yang baik, dengan kalimat-kalimat-Mu' yang sempurna dan dengan kemuliaan Nabi-Mu Muhammad SAW peliharalah aku dari bala'Mu. Wahai yang menolak segala musibah, wahai yang menghapus kesusahan, wahai yang melenyapkan kesedihan. Hilangkanlah apa yang telah ditulis atasku di tahun ini dari kesusahan dan kesedihan. Sesungguhnya Engkau Maha mampu atas segala sesuatu. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya."

Sebagian orangsholih menyebutkan: "Sesungguhnya hari rabu terakhir di bulan shofar adalah hari kesengsaraan maka di anjurkan untuk membaca surat yasin, jika telah sampai pada ayat:

سَلَامٌ قَوْلاً مِنْ رَبِّ رَحِيمٍ

Maka diulang-ulanginya sebanyak 313 kali kemudian berdo'a :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّاتِ وَتَرْفَعُناَ بِهَا أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اللَّهُمُ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya: "Ya Allah, berikanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Dengan sholawat itu kami diselamatkan dari segala bencana, seluruh hajat tercapai, seluruh kejelekan di bersihkan dari kami. Engkau angkat kami ke derajat yang paling tinggi, dan cita-cita yang paling tinggi berupa semua kebaikan di dalam kehidupan dunia dan setelah mati. Wahai Tuhan seru sekalian alam."

Ya Allah, hindari kami dari kejelekan yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi sesungguhnya Engkau Maha mampu atas segala sesuatu. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya."

Kemudian ia berdo'a untuk kepentingan dunia dan akheratnya dan meminta kepada Allah SWT afiat dan keselamatan.

Faedah:


Di antara khasiat yang mujarrab untuk menolak bala dan terjaga darinya menulis ayat-ayat berikut, meleburnya lalu meminum airnya. Syaikh kita berkata di dalam kitab "Nai'tul Bidayat"; "di riwayatkan barangsiapa yang shalat empat rakaat seperti yang lalu, berdo'a dengan do'a yang lalu itu juga yaitu;

Dan seterusnya .......اللهُمَّ يَا شَديدُ القُوَى Selanjutnya ia menulis ayat-ayat di bawah ini kemudian meleburnya ke dalam air dan meminum airnya, maka ia akan terjaga dari bala yang turun di siang itu hingga sempurna tahunnya.

Inilah ayat-ayatnya :

سَلَامٌ قَوْلاً مِنْ رَبِّ رَحِيمِ. سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ. سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ. سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ. سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "(Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam". (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim". (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun". (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?". "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". "Dari setiap urusan". "Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

Aku katakan: "riwayat inilah yang telah di amalkan oleh Syaikh kita ra. Dan ini lebih baik karena manfaatnya lebih mengena kepada anak-anak, para wanita, budak, dan semisalnya dari orang-orang yang tidak mampu mengamalkan cara lain sebelumnya."

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Safar

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Safar


Amalan yang Dianjurkan di Bulan Safar


Ketahuilah bahwa menurut keterangan dari para ulama dan orang-orang saleh, pada hari Rabu terakhir di bulan Safar akan turun bala’ yang sangat besar. Semua musibah yang tersebar sepanjang tahun akan turun pada hari itu. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang menginginkan keselamatan dan perlindungan, dianjurkan untuk berdoa pada hari pertama dan hari Rabu terakhir di bulan Safar dengan doa berikut ini. Barangsiapa yang berdoa dengannya, Allah akan menjauhkan bala’ tersebut darinya. Berikut adalah doanya:

Doa Hari Pertama Bulan Safar


بسم الله الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آله وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَعُوْذُ بِالله مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْله ، وأَعُوْذُ بِجَلاَلكَ وَجَلاَلِ وَجْهِكَ ، وَكَمَال جَلال قُدْسِكَ ، أَنْ تُحِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَأَهْلِي وَأَحْبَابِي ، وَمَا تُحيطهُ شَفَقَهُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هذهِ السَّنَةِ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا وَاصْرِفَ عَيْ شَرَّ شَهْرٍ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِي فِي هذَا الشَّهْر وَالدَّهْرَ بالسَّلامَة وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِي، وَلأَهْلِي، بمَا تُحيْطُهُ شَفَقَهُ قَلْبِي وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم.

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Aku berlindung kepada Allah dari keburukan zaman dan penduduknya. Aku berlindung kepada-Mu dengan keagungan-Mu, keagungan wajah-Mu, dan kesempurnaan keagungan suci-Mu. Lindungilah aku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan orang-orang yang kucintai dari keburukan tahun ini. Hindarkan aku dari kejelekan bulan Shofar, wahai yang Maha Mulia pandangan-Nya. Akhiri tahun ini untukku dengan keselamatan, afiat, dan keberuntungan bagi diriku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan semua kaum muslimin. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya."

Doa Harian di Bulan Safar


Bagi siapa saja yang ingin terhindar dari penyakit, musibah, dan bala di tahun tersebut, dianjurkan untuk membaca doa berikut setiap hari selama bulan Safar:

بسم الله الرّحمن الرّحيم اللهُمْ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد عَبْدِكَ وَنَبيِّكَ وَرَسُوْلكَ النّبيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آله وَبَارِك وَسَلّم، اللهم إنّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ هذَا الشَّهْر وَمَنْ كُلِّ شَدّة وَبَلاء وَبَلِيَّة قَدْرْتَها فيه يَا دَهْرُ يَا مَالكَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَة يَا عَالما بمَا كانَ وَمَا يَكُونُ وَمَنْ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ يا أَزَليُّ يَا أَبَدِي يَا مُبْدِى يَا مُعيدُ يَاذَا الْجَلال وَالإِكْرَام يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيد أَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيدُ، اللّهُمُ احْرُسُ بِعَيْنكَ نَفْسي وَأَهْلِي وَمَالِي وَوَلَدِي وَدِيْنِي وَدُنْيَايَ التي ابْتَلَيْتَني بِصُحْبَتهَا بِحُرْمَةِ الأَبْرَار وَالأَخْيَارِ بِرَحْمَتِكَ يَا عَزِيرُ يَا غَفَارُ يَا كَريمُ يَاسَتّارُ برَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرّاحِمينَ، اللّهُم يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمَحَالَ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ اكفني عَنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُحَمَّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعمُ يَا مُكَرمُ يَا مَنْ لا إله إلا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبه وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ.

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah rahmat, berkah, dan salam-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, hamba-Mu, Nabi-Mu, Rasul-Mu, Nabi yang ummi, dan keluarganya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan bulan ini, dari kesulitan, bala, dan musibah yang Engkau takdirkan di dalamnya. Wahai yang Maha Kekal, wahai penguasa dunia dan akhirat. Wahai yang Maha Mengetahui yang telah ada dan yang akan ada, dan yang apabila menghendaki sesuatu, Ia hanya berkata: "Jadilah," maka terjadilah. Wahai yang Maha Azali, yang Maha Abadi, yang Maha Memulai, yang Maha Mengembalikan, wahai yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai yang memiliki arsy yang mulia, Engkau melakukan yang Engkau kehendaki.

Ya Allah, jagalah dengan pandangan-Mu diriku, keluargaku, hartaku, anakku, agamaku, dan duniaku yang Engkau takdirkan aku di dalamnya dengan kemuliaan orang-orang baik, dengan rahmat-Mu, wahai yang Maha Mulia, wahai yang Maha Pengampun, wahai yang Maha Menutupi, dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Ya Allah, yang Maha Kuat, wahai yang Maha Mulia, seluruh makhluk-Mu menjadi hina karena kemuliaan-Mu. Cukupkan aku dari semua makhluk-Mu. Wahai yang Maha Berbuat Baik, yang Maha Indah, wahai yang Maha Dermawan, wahai yang Maha Memberi Nikmat, wahai yang Maha Mulia, wahai yang tiada Tuhan selain Engkau. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya."

Amalan Shalat Empat Rakaat pada Hari Rabu Terakhir Bulan Safar


Menurut Al-Allamah Syaikh Dairobi dalam kitab Mujarrobatnya, disebutkan bahwa setiap tahunnya akan turun 320.000 bala’ pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Hari itu dianggap sebagai hari yang paling sulit dalam sepanjang tahun. Bagi siapa saja yang ingin terhindar dari bala’ tersebut, dianjurkan untuk melakukan shalat empat rakaat pada hari tersebut. Pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah, bacalah surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq 1 kali, dan An-Nas 1 kali. Setelah salam, bacalah doa berikut sebanyak 7 kali:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Artinya:

"Allah adalah cukup bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Setelah itu, bacalah doa berikut:

اللهمّ اصرف عَنَّا بَلاَءَ شَهْرِ صَفَرَ بَلاءَ الْعَوَالمَ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ الله، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا القَاسِمِ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، نَجْنَا وَأَهْلِنَا وَأَحْبَابَنَا وَجَمِيعَ المُسْلِمِينَ مِنْ بَلاَءِ شَهْرِ صَفَرَ بَلاءَ الْعَوَالمَ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُولَ اللهِ، يَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، نَجْنَا وَأَهْلِنَا وَأَحْبَابَنَا وَجَمِيعَ المُسْلِمِينَ مِنْ بَلاَءِ شَهْرِ صَفَرَ بَلاءَ الْعَوَالمَ، يَا الله، يَا رَحْمَن، يَا رَحِيم، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، اللهُمَّ اسْمَع دُعَاءَنا، وَارْحَمْنا بِحُرْمَةِ حَبِيبِكَ وَرَسُوْلكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم.

Artinya:

"Ya Allah, hindarkanlah dari kami bala bulan Shofar, bala alam semesta. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Selamatkanlah kami, keluarga kami, orang-orang yang kami cintai, dan seluruh kaum muslimin dari bala bulan Shofar, bala alam semesta. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Wahai Tuanku, wahai Rasulullah, wahai junjungan kami Nabi Muhammad, wahai Aba Al-Qasim. Selamatkanlah kami, keluarga kami, orang-orang yang kami cintai, dan seluruh kaum muslimin dari bala bulan Shofar, bala alam semesta. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim, ya yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Ya Allah, dengarkanlah doa kami dan rahmatilah kami dengan kemuliaan kekasih-Mu dan Rasul-Mu, junjungan kami Nabi Muhammad SAW."

Semoga dengan mengikuti amalan-amalan ini, kita semua dapat terhindar dari segala bala dan mendapatkan perlindungan serta keberkahan di bulan Shofar.

Doa dan dzikir manasik haji dan umrah (Paket Haji dan Umrah 2014)

Doa dan dzikir manasik haji dan umrah (Paket Haji dan Umrah 2014)

Buku Doa Haji dan Umrah

Doa-doa Haji dan Umrah


Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang diperintahkan oleh Allah Swt. Kewajiban tersebut ditujukan bagi umat Islam yang mampu secara materi, fisik dan mental. Di samping itu, dalam pelaksanaannya, jemaah haji harus memahami ilmu manasik haji. Dengan pemahaman tersebut diharapkan jemaah dapat menunaikan ibadah sesuai ketentuan syari’at Islam dan memperoleh haji mabrur.

Peran Pemerintah memfasilitasi jemaah haji dengan menerbitkan buku panduan manasik haji adalah sebagai bentuk pembinaan dan pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji sesuai amanat Undang-Undang. Dalam hal bimbingan manasik haji, selain melalui panduan yang difasilitasi oleh Pemerintah, setiap jemaah haji secara mandiri dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta wawasan tentang ibadah haji.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 mengamanatkan bahwa pemerintah berkewajiban melakukan pembinaaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah haji. Salah satu bentuk pembinaan adalah pengadaan buku paket bimbingan manasik haji, yang terdiri dari:

  1. Tuntunan Manasik Haji dan Umrah;
  2. Do’a dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah.

Doa-doa yang terdapat dalam buku ini bersumber dari teks Al-Qur’an, Hadits serta doa-doa yang diajarkan oleh para ulama dalam kitab-kitab salaf (klasik)

Saya berharap buku bimbingan manasik haji ini bermanfaat bagi seluruh jemaah haji Indonesia dalam rangka memandu pelaksanaan ibadah haji ke Baitullah sesuai dengan tuntunan syariah.

Atas terbitnya kedua buku tersebut, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyampaikan koreksi, kritik, dan saran guna perbaikan buku ini. Semoga Allah Swt. memberikan pahala yang berlipat ganda. Amin.




Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Doa dan dzikir manasik haji dan umrah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Bacalah Surat al-Waaqiah Maka Engkau Akan Kaya

Bacalah Surat al-Waaqiah Maka Engkau Akan Kaya

Al-Waqi'ah

Bacalah Surat al-Waaqiah Maka Engkau Akan Kaya: Mitos atau Fakta?


Surat al-Waaqiah adalah salah satu surat dalam Al-Qur'an yang memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan. Di antara berbagai keberkahan yang disebutkan, seringkali muncul klaim bahwa membaca surat ini akan membawa kekayaan kepada pembacanya. Namun, apakah klaim ini benar-benar didasarkan pada ajaran agama ataukah hanya sebuah mitos?

Keutamaan Surat al-Waaqiah


Surat al-Waaqiah adalah surat ke-56 dalam Al-Qur'an. Dalam surat ini, Allah SWT berbicara tentang hari kiamat, kehidupan setelah kematian, serta pahala dan siksa bagi orang-orang yang beriman dan kafir. Di antara ayat-ayatnya, terdapat beberapa ayat yang dianggap memiliki keutamaan khusus, salah satunya adalah ayat 80 yang berbunyi:

"Dan kamu tidak menginginkan sesuatu (dari rezeki) yang ada padaku (yang memberikan rezeki), kecuali yang kamu menginginkannya (yang kamu tabur dan kamu tuai) adalah sesuatu yang berkaitan dengan duniawi."

Ayat ini sering dijadikan argumen bahwa membaca Surat al-Waaqiah dapat membawa kekayaan, karena menyiratkan bahwa Allah adalah sumber rezeki, dan dengan mendekatkan diri kepada-Nya melalui membaca ayat-ayat-Nya, seseorang bisa dijanjikan kekayaan.

Kekayaan dalam Islam


Dalam Islam, kekayaan tidak hanya diukur dari segi materi, tetapi juga dari segi spiritual. Kekayaan duniawi dapat menjadi ujian bagi manusia, dan penghambaan terhadap harta bisa mengaburkan pandangan akan kebenaran dan keutamaan spiritual. Oleh karena itu, kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan yang memperkaya jiwa dan membawa manusia lebih dekat kepada Allah.

Kesimpulan


Meskipun banyak yang meyakini bahwa membaca Surat al-Waaqiah akan membawa kekayaan duniawi, tetapi kekayaan sejati dalam Islam jauh lebih luas daripada sekadar kekayaan materi. Al-Qur'an mengajarkan bahwa kekayaan sejati adalah kekayaan spiritual yang didapat melalui taqwa dan ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sementara membaca Surat al-Waaqiah dengan keyakinan dan penghayatan yang mendalam adalah suatu ibadah yang sangat dianjurkan, kekayaan yang sejati dan abadi bukanlah kekayaan dunia semata, melainkan kekayaan iman dan amal yang saleh.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Buku Bacalah Surat al-Waaqiah Maka Engkau Akan Kaya" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Wiqoyatul Insani minal Jini wasy Syaithani

Terjemah Wiqoyatul Insani minal Jini wasy Syaithani

Ruqyah

Ruqyah Jin, Sihir dan Terapinya


Buku serial jin dan sihir dari Syaikh Wahid Abdussalam Bali dalam versi Arab, serial ini terbit dalam dua buku, yaitu "Wiqoyatul Insan Minal Jinn Wasy Syaithan dan Ash-Sharimul Battar Fit Tashaddi lis Saharatil Asyrar".

Dunia jin sendiri merupakan fenomena yang sangat menarik untuk dikaji. Terlebih, akhir-akhir ini begitu marak adanya praktik pengobatan jin, baik yang sesuai syariat maupun yang tidak. Karena itu, buku ini sangat layak untuk kita konsumsi, agar kita mengetahui hakikat pengobatan yang sesuai syariat dengan dasar ilmu dan dalil yang bisa dipertanggungjawabkan.

Di dalam buku ini, Syaikh Wahid menjawab dan menepis pandangan keliru dari sebagian kelompok sesat yang menafikan keberadaan jin dalam tubuh manusia, dan berbicara melalui lisan manusia dan menggiring orang yang dirasukinya sesuai dengan kehedaknya.

Buku dan penulisanya ini diperindah, serta dipoles lagi oleh sebuah penerbit. Dengan hanya menampilkan hadits-hadits shahih dan hasan saja, disertai dengan "takhrij"nya yang merujuk kepada sumber asli dan pentakhrijnya. Serta membuang hadits-hadits yang dhaif dan bathil. Sehingga, para pembaca dan penelaah serta orang-orang yang ingin mengambil manfaat dari buku ini merasa puas. Semoga Allah memberikan balasan kepada beliau (Syaikh Wahid) dengan balasan orang-orang yang berbuat kebajikan.

Jika sebuah buku biasanya dibaca dari tajuk judulnya, sebagaimana yang masyhur dikatakan, maka buku Syaikh Wahid ini memberikan dua faedah sekaligu yang terkumpul di dalamnya:

Pertama: Penetapan akidah Islam yang menyatakan eksistensi bangsa jin, fenomena eksistensi dan pengaruh perbuatan serta tindakan mereka di dalam kehiduapan. Baik dari sisi kebaikan, kejahatan, manfaat maupun madarat.

Kedua: Penjelasan mengenai perlindungan diri dan ruqyah (penjagaan) yang sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, dalam mengatasi jin dan setan. Buku ini menggabungkan antara penjelasan penyakit dan therapinya. Dan ini merupakan keistimewaan yang besar, sehingga menjadikan sangat layak untuk dibaca dan di pahami setiap orang yang beriman.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Wiqoyatul Insani minal Jini wasy Syaithani" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Lailatul Qodar Menurut Habib Luthfi bin Yahya

Lailatul Qodar Menurut Habib Luthfi bin Yahya

Lailatu Qodar Bagi Orang Awam

LAILATUL QODAR BUAT ORANG AWAM PAKET HEMAT/RINGAN 

Maulana Habib Luthfi bin yahya dalam buku cahaya nusantara hal 278-279 berpesan kepada kepada para santri dan muridnya untuk tidak mengharapkan yg muluk muluk dalam Lailatulqodar. Beliau hanya memerintahkan untuk selalu berdoa agar bisa masuk dalam doa orang-orang yang mendapatkan Laialatulqodar dan memperoleh barokah mereka.

Bahkan menurut Syeh al'arif Asshowy, (Tafsir Showi Surah Al Qodar) orang yg masih merasa keberatan untuk qiyamullail/traweh dianjurkan untuk memilih melakukan amal amaln yang ringan saja tapi yang berpahala jumbo.

Diantaranya:

1- Berjamaah magrib dan isya

من صلى المغرب والعشاء في جماعة فقد أخذ بحظ وافر من ليلة القدر

"Barangsiapa sholat magrib & isya berjamaah maka telah menganbil bagian yang sempurna dari lailatulqodar"

2- membaca sebanyak tiga kali di malam hari doa berikut:

لا إلٰهَ إلَّا اللّٰهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ سُبْحانَ اللّٰـهِ رَبِّ السَّمٰـواتِ السَبْعِ وَرَبِّ الْعَرْشِ الْعَـظِيْمِ

"Tiada Tuhan selain Alloh yang maha Pemaaf serta Pemurah. Maha suci Alloh penguasa langit tujuh dan Penguasa 'arash yang agung"

Telah diriwayatkan barangsiapa membaca doa diatas tiga kali di malam hari maka sama dg orang yg meraih lailatulqodar. Doa ini sebaiknya dibaca tiap malam.

Capt: Catatan pribadi el.karimy

Denanyar Sabtu 19 Romadlon 1442 H.
Asyrulawakhir

Saking KH. Ali Khidlir pp_annajah

Semoga kita senantiasa mendapat Ridlo dari Allah, Syafaat dari Rasullullah, Karomah para Waliyullah, Barokah para Kiai dan Habaib serta wasilah doa orang tua kita. Alfatihah..

Bagi Anda yang ingin mengamalkan ijazah-ijazah di atas, silakan share postingan ini dan ketik "Qobiltu (saya terima)" pada kolom komentar dibawah ini.

Silakan bagikan jika postingan ini bermanfaat 

اللهم صل وسلم علی سيدنا محمد وعلی آل سيدنا محمد

Follow tedisobandi.blogspot.com


Kumpulan Doa 30 Hari Ramadhan Arab - Indonesia

Kumpulan Doa 30 Hari Ramadhan Arab - Indonesia

Doa 30 Hari Ramadhan

Kumpulan Doa 30 Hari Ramadhan Arab - Indonesia


Ramadhan, bulan mulia yang penuh dengan keberkahan. Di mana pintu neraka di tutup, pintu syurga dibuka, dan segala amalan dilipat gandakan Semua muslim tentu berlomba-lomba untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya dan berdoa. Bukan hanya berlomba mencari pahala, tapi juga senantiasa berdoa kepada Allah agar segala hajat dan keinginannya dapat dikabulkan. Ya, bulan Ramadhan memang memiliki waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa.

Pada waktu tersebut, doa seorang hamba berpeluang besar dikabulkan oleh Allah. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya, Allah membebaskan beberapa orang pada setiap hari dan malam (Ramadhan), setiap hamba di antara mereka ada doa yang dikabulkan’ (HR. Ahmad).

"Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: Imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka dan orang-orang yang didzalimi. Doanya diangkat ke awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Tuhan azza wa jalla berfirman: demi kemuliaanku saya pasti menolong engkau setelah ini. (HR. Ahmad)

Waktu Waktu Doa Mustajab di Bulan Ramadhan

Berikut ini waktu-waktu Ijabah doa di Bulan Ramadhan

  1. Sepertiga Malam Terakhir, Primadona Waktu Berdoa yang Mustajab
  2. Saat Sahur
  3. Sepanjang Berpuasa
  4. Menjelang Berbuka
  5. Di antara Adzan dan Iqamah
  6. Pada Hari Jumat
  7. Pada Malam Lailatul Qadar

Buku Doa-doa di Bulan Ramadhan sampai Idul Fitri

Didalam buku ini memuat doa doa menjelang Ramadhan sampai tanggal 30 Ramadhan, Doa Rajab, Doa Sya'ban, Doa Hari ke 1 Ramadhan, Hari ke 2, Hari ke 3 sampai hari ke 30 dalam bulan Ramadhan



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Kumpulan Doa 30 Hari Ramadhan Arab - Indonesia" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Buku 12 Amalan Mulia - Amalan Sepanjang Tahun

Buku 12 Amalan Mulia - Amalan Sepanjang Tahun

Amalan Sepanjang Tahun

Buku 12 Amalan Mulia - Amalan sepanjang tahun adalah buku membahas tuntas “bonus-bonus” dari pahala dan keutamaan di setiap bulanya yaitu 12 bulan alias sepanjang tahun berdasarkan hukum, peristiwa dan sejarah yang melatarbelakangi didalamnya, dan penjabaran ibadah-ibadah yang sebaiknya kita lakukan di bulan-bulan itu untuk meraih sebanyak mungkin keberkahan dan karunia dari Allah.

Ada pepatah yang mengatakan "The Time is money". Waktu adalah uang. Semboyan ini hampir menjadi harga yang paling berharga bagi seluruh manusia, layaknya uang atau harta yang menjadi sesuatu yang di perebutkan dan di kejar oleh seluruh jiwa raga hingga waktu. Namun bagi seorang mu'min, waktu utama sepatutnya bukan untuk mencari materi, melainkan dijadikan perbekalan nanti di akhirat dengan menjadikan sebuah medan untuk menta'ati Allah dan mencari keridhaan-Nya.

Salah satu kesempatan yang dikaruniakan oleh Allah SWT sebagai modal bagi kita untuk memperoleh keberkahan dari-Nya adalah melalui adanya keistimewaan-keistimewaan yang ada pada hari-hari dan bulan-bulan, yang pada setiap tahun senantiasa selalu datang berulang-ulang sebagaimana yang di sabdakan Nabi Muhammad SAW.

إِنَّ الزمانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ والأَرْضَ: السنةُ اثنا عَشَرَ شَهْرًا، منها أربعةٌ حُرُمٌ: ثلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ، وذُو الحَجَّةِ، والمحرمُ، ورَجَبُ مُضَرَ الذي بين جُمَادَى وشَعْبَانَ

"Sesungguhnya zaman itu berputar (berulang) sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan dan di antaranya ada empat bulan yang suci. Tiga berturut-turut, yaitu Zulqa'dah, Zulhijjah dan Muharram. Sedangkan keempatnya adalah bulan Rajab Muḍar diantara Jumada dan Sya'ban."

Walaupun seluruh waktu dan hari sama nilainya di hadapanNya, Ada sebagian waktu, hari, dan bulan yang mana Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, ada waktu yang baik untuk berpuasa, ada waktu yang baik untuk berdzikir, ada waktu yang baik untuk berdedekah, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. 

Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia itu untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Waktu-waktu tersebut adalah “bonus” dari Allah Ta ala yang sungguh sayang jika tidak kita manfaatkan dengan sebaiknya.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Buku 12 Amalan Mulia - Amalan Sepanjang Tahun" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Buku Dzikir Petang dan Faedah

Buku Dzikir Petang dan Faedah

Dzikir Sore

Dzikir Petang dan Faedah: Memahami Makna dan Manfaatnya


Dzikir adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat penting dalam agama Islam. Ibadah ini mencakup pengingatan, pujian, dan penyebutan nama Allah. Dzikir dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk dzikir petang, yang sering kali diabaikan oleh banyak orang. Namun, dzikir petang memiliki banyak faedah dan pentingnya dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan membahas dzikir petang, maknanya, serta manfaat yang bisa kita ambil darinya.

Dzikir Petang: Apa Itu dan Bagaimana Melakukannya?


Dzikir petang adalah bentuk dzikir yang dilakukan setiap sore, biasanya setelah matahari terbenam dan sebelum matahari terbenam sepenuhnya. Ibadah ini merupakan cara yang baik untuk merenungkan hari yang telah berlalu, mengingat Allah, dan memohon ampunan serta petunjuk-Nya. Dzikir petang biasanya mencakup penyebutan nama-nama Allah, berdzikir dengan kalimat tasbih, dan berdoa.

Berikut ini beberapa contoh dzikir petang yang umum dilakukan:

Tasbih (Memuji Allah): Contoh tasbih yang sering digunakan adalah "Subhanallah" (Maha Suci Allah), "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah), dan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar).

Doa Petang: Pada waktu dzikir petang, umat Muslim seringkali membaca doa-doa yang memohon perlindungan, ampunan, dan petunjuk dari Allah.

Mengingat Kematian: Merenungkan kematian adalah cara untuk menjadikan dzikir petang sebagai pengingat akan akhirat dan pentingnya persiapan untuk kehidupan setelah kematian.

Membaca Al-Quran: Membaca ayat-ayat Al-Quran atau surat-surat pendek setiap petang adalah cara yang baik untuk menguatkan hubungan dengan kitab suci.

Makna Dzikir Petang


Dzikir petang bukan hanya sekadar rutinitas harian, melainkan juga merupakan bentuk pengabdian dan rasa syukur kepada Allah. Dalam Islam, petang memiliki makna yang mendalam. Ia mencerminkan perubahan dari siang ke malam, peralihan dari kesibukan dunia ke ketenangan malam. Petang adalah waktu yang digunakan untuk merenungkan aktivitas kita sepanjang hari, mengevaluasi perbuatan dan kesalahan yang telah kita lakukan, serta memohon ampunan dan petunjuk.

Dzikir petang juga mencerminkan ketaatan dan pengabdian seorang Muslim kepada Allah. Ini adalah momen untuk berkomunikasi dengan Allah dan menguatkan hubungan dengan-Nya. Allah memerintahkan umat-Nya untuk berdzikir dan berdoa setiap waktu, termasuk dzikir petang, sebagai cara untuk menjaga keseimbangan dalam hidup.

Manfaat Dzikir Petang


Meningkatkan Kesadaran Diri: Dzikir petang membantu seseorang untuk merenungkan perbuatan dan perilaku mereka sepanjang hari. Ini membantu dalam meningkatkan kesadaran diri dan memotivasi untuk melakukan perbaikan.

Menenangkan Hati dan Jiwa: Dzikir petang adalah cara yang baik untuk meredakan stres dan ketegangan. Ketika seseorang fokus pada mengingat Allah, hati dan jiwa menjadi lebih tenang.

Meningkatkan Kualitas Hidup: Dzikir petang membantu seseorang untuk memahami tujuan hidup mereka dan mengarahkan tindakan mereka sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ini berkontribusi pada meningkatnya kualitas hidup secara keseluruhan.

Mengingat Kematian: Dzikir petang mengingatkan seseorang akan kematian, yang merupakan keniscayaan dalam kehidupan. Hal ini dapat mengubah sikap seseorang terhadap dunia dan membantu mereka fokus pada akhirat.

Menguatkan Hubungan dengan Allah: Dzikir petang adalah cara yang baik untuk menguatkan hubungan dengan Allah. Ini membantu seseorang merasa lebih dekat dengan-Nya dan merasakan cinta serta kasih sayang-Nya.

Memperbaiki Akhlak: Dzikir petang juga membantu dalam mengembangkan akhlak yang baik. Ketika seseorang merenungkan perbuatan mereka dan memohon ampunan, mereka cenderung lebih sadar akan perilaku mereka dan berusaha untuk memperbaikinya.

Menghadapi Tantangan Hidup: Dzikir petang memberikan kekuatan spiritual yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan dalam hidup. Ini memberikan ketenangan batin dan keyakinan bahwa Allah selalu bersama kita.

Pengamalan Dzikir Petang dalam Kehidupan Sehari-Hari


Sekarang, kita telah memahami makna dan manfaat dzikir petang, mari kita lihat bagaimana kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari:

Jadwalkan Waktu: Jadwalkan waktu khusus untuk dzikir petang. Setelah matahari terbenam adalah waktu yang ideal untuk melakukannya.

Pahami Maknanya: Ketika Anda berdzikir petang, jangan hanya mengucapkan kata-kata tanpa pemahaman. Cobalah untuk merenungkan makna tasbih dan doa yang Anda bacakan.

Buat Daftar Dua'a: Buat daftar doa yang ingin Anda sertakan dalam dzikir petang Anda. Doa ini dapat mencakup permohonan ampunan, perlindungan, atau petunjuk.

Mengingat Kematian: Selalu ingat bahwa kematian adalah keniscayaan. Ini akan membantu Anda tetap rendah hati dan merenungkan tindakan Anda.

Baca Al-Quran: Selain tasbih dan doa, luangkan waktu untuk membaca Al-Quran setiap petang. Ini akan membantu Anda merasa lebih dekat dengan kitab suci.

Perbaiki Akhlak: Selama dzikir petang, renungkan perbuatan Anda sepanjang hari. Jika Anda menyadari kesalahan, berjanjilah untuk memperbaikinya.

Bersyukur: Selama dzikir petang, jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat dan berkah-Nya.

Ajak Keluarga: Ajak keluarga Anda untuk bergabung dalam dzikir petang. Ini dapat menjadi momen yang penuh berkat bagi seluruh keluarga.

Kesimpulan


Dzikir petang adalah ibadah yang memiliki makna yang dalam dan manfaat yang besar dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Ini membantu meningkatkan kesadaran diri, menenangkan hati dan jiwa, memperbaiki akhlak, dan menghadapi tantangan hidup. Dengan mengamalkan dzikir petang, kita dapat memperkuat hubungan kita dengan Allah dan merasakan berkah-Nya dalam hidup kita. Jangan abaikan dzikir petang; sebaliknya, jadikanlah ibadah ini sebagai bagian penting dari rutinitas harian Anda untuk mencapai kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup.


DOWNLOAD

Buku Dzikir Pagi dan Faedah

Buku Dzikir Pagi dan Faedah


Dzikir di Waktu Pagi


Dzikir pagi adalah amalan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Ini adalah cara untuk mengawali setiap hari dengan kesadaran akan kehadiran Allah dan rasa syukur atas segala berkah yang Dia anugerahkan. Dzikir pagi tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memiliki sejumlah faedah kesehatan dan psikologis yang signifikan. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi dzikir pagi dan manfaatnya dalam berbagai aspek kehidupan.

Apa Itu Dzikir Pagi?


Dzikir pagi adalah serangkaian doa dan zikir yang dilakukan oleh umat Islam setiap pagi, biasanya setelah shalat Subuh atau sebelum memulai aktivitas sehari-hari. Ini adalah waktu ketika kebanyakan orang bersiap-siap untuk memulai hari mereka, dan dzikir pagi adalah cara untuk mempersiapkan diri secara spiritual. Dzikir pagi termasuk membaca ayat-ayat Al-Quran, doa-doa khusus, dan dzikir-dzikir yang meneguhkan keyakinan.

Salah satu dzikir pagi yang paling terkenal adalah "Bismillah". Ini adalah singkatan dari "Bismillahir Rahmanir Rahim," yang artinya "Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang." Bismillah adalah dzikir pembuka yang menandakan dimulainya aktivitas kita dengan menyandarkan diri kepada Allah.

Manfaat Dzikir Pagi dalam Kehidupan Sehari-hari


Dzikir pagi memiliki berbagai manfaat yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan kita. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari amalan dzikir pagi:

1. Kedekatan dengan Allah


Dzikir pagi adalah cara yang sangat baik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan mengingat-Nya pada awal hari, kita mengakui kekuasaan-Nya dan menyadari bahwa kita bergantung pada-Nya. Ini membantu kita menjaga kesadaran akan Allah sepanjang hari, sehingga kita dapat menghadapi setiap tantangan dan kebahagiaan dengan ketenangan batin.

2. Pemberdayaan Spiritual


Dzikir pagi adalah cara untuk memberdayakan diri kita secara spiritual. Ini memberi kita kekuatan untuk menghadapi godaan dan cobaan sehari-hari. Dengan mengingat Allah, kita memperkuat keimanan kita dan menjaga hati dan pikiran kita terjaga.

3. Ketentraman dan Ketenangan


Dzikir pagi dapat membantu menciptakan ketenangan batin. Dalam keramaian dunia modern yang seringkali penuh dengan kecemasan dan stres, momen-momen dzikir pagi adalah waktu untuk menenangkan diri, merenung, dan merasakan kedamaian dalam hati.

4. Kesadaran atas Berkah


Dzikir pagi juga membantu kita menghargai berkah yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Ketika kita mengucapkan dzikir pagi, kita mengingat-Nya sebagai sumber segala sesuatu dalam hidup kita. Ini membantu kita untuk bersyukur atas apa yang kita miliki.

5. Kesehatan Mental dan Emosional


Amalan dzikir pagi juga dapat memberikan manfaat kesehatan mental dan emosional. Ketika kita memulai hari dengan rasa syukur dan ketenangan batin, kita lebih mampu menghadapi stres dan tekanan yang mungkin kita alami sepanjang hari. Ini juga dapat membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi.

6. Pemotivasi Positif


Dzikir pagi adalah cara yang baik untuk memotivasi diri sendiri. Ketika kita mengingat Allah dan merenungkan makna hidup, kita lebih cenderung memiliki semangat yang positif dan tujuan yang jelas dalam hidup.

Cara Melakukan Dzikir Pagi


Dzikir pagi tidak perlu rumit, dan Anda tidak perlu menghabiskan berjam-jam untuk melakukannya. Berikut adalah beberapa langkah sederhana untuk melakukan dzikir pagi:

Mulailah dengan "Bismillah": Setelah shalat Subuh atau ketika Anda pertama kali bangun, bacalah "Bismillahir Rahmanir Rahim" sebagai dzikir pembuka. Ini adalah cara yang baik untuk memulai hari Anda dengan kesadaran akan Allah.

Baca Ayat-Ayat Al-Quran: Bacalah beberapa ayat dari Al-Quran. Anda bisa memilih ayat-ayat yang memiliki makna khusus bagi Anda, atau Anda bisa membaca surat-surat pendek seperti Al-Fatihah atau Al-Ikhlas.

Doa-Doa Pagi: Selanjutnya, luangkan waktu untuk berdoa. Anda bisa berdoa untuk kesehatan, kebahagiaan, atau keberkahan dalam aktivitas Anda sehari-hari. Anda juga bisa berdoa untuk keselamatan dan keberkahan bagi seluruh umat manusia.

Dzikir Pagi: Selain ayat-ayat Al-Quran dan doa, Anda juga bisa melakukan dzikir-dzikir pagi seperti "Subhanallah" (Maha Suci Allah), "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah), dan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar). Ini adalah cara untuk mengingat Allah dengan berbagai cara yang berbeda.

Renungkan Makna: Saat Anda melakukan dzikir pagi, cobalah untuk merenungkan makna dari apa yang Anda ucapkan. Pikirkan tentang kebesaran Allah, kasih sayang-Nya, dan berkah-Nya dalam hidup Anda.

Kesimpulan


Dzikir pagi adalah amalan spiritual yang memiliki manfaat luar biasa dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, menguatkan keimanan, dan menciptakan ketenangan batin. Selain itu, dzikir pagi juga memiliki manfaat kesehatan mental dan emosional yang signifikan. Dengan melakukan dzikir pagi secara rutin, kita dapat mengawali


DOWNLOAD

Terjemah Al-Ifadah Fima Ja'a Fi Wird Al-Wiladah

Terjemah Al-Ifadah Fima Ja'a Fi Wird Al-Wiladah

Wirid Ibu Hamil

Wirid dan Doa Ibu Hamil


Diantara hal yang khusus menyertai kehidupan setiap Muslim adalah wirid dan doa yang bisa di ka pagi dan petang, ketika hendak memulai pekerjaan, ketika masuk rumah dan ketika keluar rumah, ketika masuk kamar mandi atau wc dan ketika keluar darinya, ketika makan dan minum dan ketika usai dari keduanya, ketika naik kendaraan, ketika sedang takut, sedih, sakit, terkena musibah dan seterusnya, untuk melindungi manusia dari gangguan jin dan setan.

Seorang wanita yang sedang hamil, atau hendak melahirkan, tepat sekali jika mau membaca wirid dan doa-doa tersebut, entah yang berupa wirid dan doa harian maupun yang lebih bersifat khusus lagi. Lebih-lebih, ketika sedang menjalani proses persalinan. Sebab, pada saat itu, ia sedang dalam kondisi tertekan, sakit, takut, khawatir, gundah dan sedang berada dalam kesulitan. Sedangkan janin yang dilahirkan tidak bisa lepas dari dengusan setan. Oleh karena itu, kami berusaha menghimpun berbagai ayat dan hadits serta atsar yang merupakan sebab terlindunginya seorang muslim, khususnya bagi wanita hamil dan janinnya, sengan izin Allah.

Ayat, hadits, maupun atsar yang ditampilkan, kami takhrij sedemikian rupa, ditambah dengan mengutip pendapat para ulama di dalam menghukumi hal tersebut. Kami sebutkan puyla beberapa doa atau wirid yang berasal dari atsar para ulama salaf, yang berdasarkan pengalaman, hal itu baik untuk diamalkan.

Buku ini, selain tergolong kecil, ringan dan mudah di bawa, juga mempunyai beberapa nilai lebih yang tidak dapat pada buku lainya

Keistimewaan buku ini, terletak dalam kelangkaanya. Yakni, tentang wirid dan doa bagi ibu hamil hingga melahirkan. Selain itu, doa, dzikir dan wirid yang tertulis dalam buku ini berdasarkan keterangan dari Al-Qur'an, hadits sahih dan praktik para salafushalih

Dalam buku ini, sengaja kami cantumkan tulisan latin dari setiap doa dan wirid yang sesuai dengan pedoman transliterasi Arab-Latin. Hal ini, tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk memudahkan bagi yang masih kesulitan dalam membaca tulisan Arab

Daftar Isi Wirid dan Doa Ibu Hamil


  1. Mukadimah
  2. Wirid-wirid dari Al-Qur'an
  3. Wirid-wirid dari Hadits Nabi
  4. Wirid-wirid dari Atsar
  5. Penutup
  6. Daftar Pustaka

Semoga buku ini dapat mendatangkan manfaat bagi kita semua. Dan tak lupa kami ucapkan Jazakumullah khiron jaza kepada semua pihak yang telah ituk berkarya dalam peroses terbuatnya buku ini. Semoga Allah mencatatnya sebagai tanaman yang dapat dipanen di akhirat kelak. Aamiin


ترجمة الافادة فما جاء في ورد الولادة

DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Al-Ifadah Fima Ja'a Fi Wird Al-Wiladah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik